Masjid yang menanti Anda ...

PEMBANGUNAN MASJID & PESANTREN

Masjid dan pesantren 2010 Masjid di Jurang jero, Sadan, Kebumen, Jawa Tengah Masjid diKemalang, Klaten, Jawa Tengah Masjid di Jurug, Pan...

How to Perfect Your Religion

http://www.embodyislam.org/

As-Salāmu 'Alaykum,
Bismillāh,

All praise is due to Allāh, The Lord of all of the creation, and may the prayers and peace be upon our messenger Muammad, his family and all of his companions.

The Messenger of Allāh, prayers and peace be upon him, said: “From the perfection of a person’s Islām is that he abstains from that which doesn’t concern him.” (1)

Dr. Taqī ad-Dīn al-Hilālī (2) said in his explanation of this prophetic narration:
“What we understand from this narration is that some Muslims have perfected their religion due their strong belief in Allāh, The Most High, their constantly obeying Allāh, The Most High, and their staying away from disobedience and doubtful affairs. On the other hand, some Muslims haven’t reached this level of perfection, and their belief in Allāh, The Most High, is deficient.
From amongst the signs that a person has perfected his religion is that he busies himself with things that will benefit him in both his religion (dīn) as well as his worldly affairs (dunyā). As far as those things that don’t bring him any benefit, then he abstains from them. And it said, 'Time is like a sword; if you don’t cut it, it will cut you,' meaning if you don’t occupy your time with that which benefits, it (i.e. time) will prevent you from attaining good.” (3)
Here are two additional benefits from this prophetic narration:
1. The person who busies himself with issues that don’t concern him hasn’t perfected his religion. Often times, you’ll find a person speaking or asking about issues that don’t concern him, showing a weakness in his Islām. (4)
2. From the benefits of this narration is that it is possible for a person’s religion to be complete or deficient depending upon his/her actions. (5)

I ask Allāh, The Most High, to make us from those who strive to perfect our Islām, and to make us sincere in all of our statements and actions. And may the prayers and peace be upon our messenger Muḥammad, his family, and all of his companions.

Compiled and translated by:
Abū Sājid Syid Turcks
Umm al-Qurā University
Makkah, Kingdom of Saudi Arabia
Shabān 14, 1431 / July 26, 2010

__________
(1) Reported by At-Tirmithī on the authority of Abū Hurayrah.
(2) He is Shaykh Muḥammad Taqī ad-Dīn b. 'Abdul-Qādir al-Hilālī. He taught in the Prophet’s masjid in Madīnah as well as the Ḥaram in Makkah. When Shaykh Abdul-Azīz b. Bāz was the president of the Islamic University in Medīna, he invited Shaykh Taqī ad-Dīn to teach in the University. He accepted the invitation and continued to teach in the university for five years. Taqī ad-Dīn died in the year 1407 AH / 1987 CE may Allah have mercy on him.

(3) Al-Hilālī, Taqī ad-Dīn. Explanation of Narrations from an-Nawawī’s Forty Hadīth. United Arab Emirates: Muasasah Baynūnah 1429 AH / 2008 CE pg. 28

(4) Al-'Uthaymīn, Muḥammad b. Ṣāliḥ. Explanation of an-Nawawī’s Forty Hadīth. ‘Unayzah: Muasasah Shaykh Muḥammad b. Ṣāliḥ al-Uthaymīn 1425 AH / 2004 CE pg. 182

(5) Al-Fawzān, Ṣāliḥ. Explanation of an-Nawawī’s Forty Hadīth. Riyāḍ: Dār al-‘Āsimah 1429 AH / 2008 CE pg. 144

Tabligh Akbar “ISLAM MEMBAWA KEDAMAIAN, BUKAN TEROR”

Islam Membawa Kedamaian, Bukan Teror

Bismillah,
Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh
Kami mengundang segenap kaum muslimin ibukota dan luar kota lainnya untuk menghadiri :
 Sebuah Tabligh Akbar Penggugah Jiwa Dalam Rangka Refleksi Terhadap Aksi Terorisme
Dengan Tema :
ISLAM MEMBAWA KEDAMAIAN, BUKAN TEROR
Bersama :
Al-Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi Al-Makassari
(Pemimpin Redaksi Majalah An-Nashihah, & Pemimpin PP. As-Sunnah Makassar)
Waktu :
Ahad, 25 Sha’ban 1430 H / 16 Agustus 2009
Pukul 09:00 - 12:00 WIB
Bertempat di :
Masjid Darul Ilmi
Komplek PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian)
Jalan Tirtayasa Raya No.6 (Jalan Wijaya No.1) Kebayoran, Jakarta Selatan
Insya Allah Akan Disiarkan Langsung Secara Broadcast Melalui :
PALTALK (www.paltalk.com), Room : Religion&Spirituality -> Islam -> Kajian Islam Ilmiah Jakarta
Ajak serta Keluarga, Tetangga, Saudara, Teman anda agar mendapatkan petunjuk kepada pemahaman Agama Yang Lurus.

Keterangan :
*Khusus Laki-Laki/Ikhwan (Dikarenakan Keterbatasan Tempat)
*GRATIS (Tidak Dipungut Biaya)
Contact Person : 0856 18 12 563
Untuk Keterangan Poster Bisa di lihat di link berikut atau di attachment :
Ukuran Kecil : http://i32.tinypic.com/25rgsiw.jpg
Ukuran Besar : http://i32.tinypic.com/161gtmx.jpg
(Kami mohon bantuannya agar membantu penyebaran kepada masjid-masjid kaum muslimin di ibukota, dengan izin takmir masjid setempat) Diselenggarakan oleh :
Yayasan Muhajirin Wal Anshar & Masjid Darul Ilmi PTIK

Persiapkan Diri Menyambut Ramadhan

http://muslim.or.id/ramadhan/persiapkan-diri-menyambut-ramadhan.html

   Wahai kaum muslimin, hendaknya kita mengetahui bahwa salah satu nikmat yang banyak disyukuri meski oleh seorang yang lalai adalah nikmat ditundanya ajal dan sampainya kita di bulan Ramadhan. Tentunya jika diri ini menyadari tingginya tumpukan dosa yang menggunung, maka pastilah kita sangat berharap untuk dapat menjumpai bulan Ramadhan dan mereguk berbagai manfaat di dalamnya.
   Bersyukurlah atas nikmat ini. Betapa Allah ta’ala senantiasa melihat kemaksiatan kita sepanjang tahun, tetapi Dia menutupi aib kita, memaafkan dan menunda kematian kita sampai bisa berjumpa kembali dengan Ramadhan.

Ketidaksiapan yang Berbuah Pahit
   Imam Abu Bakr Az Zur’i rahimahullah memaparkan dua perkara yang wajib kita waspadai. Salah satunya adalah [اَلتَّهَاوُنُ بِالْأَمْرِ إِذَا حَضَرَ وَقْتُهُ], yaitu kewajiban telah datang tetapi kita tidak siap untuk menjalankannya. Ketidaksiapan tersebut salah satu bentuk meremehkan perintah. Akibatnya pun sangat besar, yaitu kelemahan untuk menjalankan kewajiban tersebut dan terhalang dari ridha-Nya. Kedua dampak tersebut merupakan hukuman atas ketidaksiapan dalam menjalankan kewajiban yang telah nampak di depan mata.[1]

Abu Bakr Az Zur’i menyitir firman Allah ta’ala berikut,
فَإِنْ رَجَعَكَ اللَّهُ إِلَى طَائِفَةٍ مِنْهُمْ فَاسْتَأْذَنُوكَ لِلْخُرُوجِ فَقُلْ لَنْ تَخْرُجُوا مَعِيَ أَبَدًا وَلَنْ تُقَاتِلُوا مَعِيَ عَدُوًّا إِنَّكُمْ رَضِيتُمْ بِالْقُعُودِ أَوَّلَ مَرَّةٍ فَاقْعُدُوا مَعَ الْخَالِفِينَ (٨٣)
“Maka jika Allah mengembalikanmu kepada suatu golongan dari mereka, kemudian mereka minta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), Maka katakanlah: “Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. 
Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi berperang kali yang pertama. karena itu duduklah bersama orang-orang yang tidak ikut berperang.” (At Taubah: 83).

   Renungilah ayat di atas baik-baik! Ketahuilah, Allah ta’ala tidak menyukai keberangkatan mereka dan Dia lemahkan mereka, karena tidak ada persiapan dan niat mereka yang tidak lurus lagi. Namun, bila seorang bersiap untuk menunaikan suatu amal dan ia bangkit menghadap Allah dengan kerelaan hati, maka Allah terlalu mulia untuk menolak hamba yang datang menghadap-Nya. Berhati-hatilah dari mengalami nasib menjadi orang yang tidak layak menjalankan perintah Allah ta’ala yang penuh berkah. Seringnya kita mengikuti hawa nafsu, akan menyebabkan kita tertimpa hukuman berupa tertutupnya hati dari hidayah.

selengkapnya .....

Karena Itulah Aku Masuk Islam

Al-Husain bin Fahm -rahimahullah- berkata:
Aku mendengar Yahya bin Aktsam -rahimahullah- bercerita:
Dahulu Ma’mun – dan pada waktu itu ia telah menjadi seorang Amir- mempunyai majlis untuk berdiskusi. Lalu bersamaan dengan masuknya orang-orang masuklah seorang Yahudi yang berpenampilan rapi, berparas tampan dan memakai parfum yang wangi. Tatkala berbicara, perkataan dan ungkapannya pun bagus.
   Kemudian tatkala majlis itu telah usai Ma’mun memanggilnya seraya berkata: Anda seorang Yahudi?  Ya, jawabnya.
   Ma’mun melanjutkan: Masuklah Islam, niscaya aku akan berikan apa yang engkau minta. Lalu ia memberi janji kepada orang itu.
  Namun orang itu menjawab: Agamaku adalah agama nenek moyangku (yakni ia tetap memeluk Yahudi, pen). Kemudian ia pun pergi.
 ***
  Yahya -rahimahullah- melanjutkan: Namun ternyata setelah setahun berlalu orang itu datang kembali majlis kami dalam keadaan telah memeluk agama Islam. 
  Lalu ia berbicara tentang fikih dengan perkataan sangat bagus. Seusai majlis Ma’mun memanggilnya untuk kedua kalinya dan berkata: Bukankah engkau orang yang pernah datang kemari pada waktu itu?
   Orang itu menjawab: Benar. Ma’mun bertanya kembali: Lalu, mengapa engkau masuk agama Islam?
  Orang itu bercerita: Setelah aku pergi dari majlis ini pada waktu itu, aku ingin menguji agama-agama yang ada. Dan engkau tahu bahwa tulisanku amat bagus. Maka aku sengaja menulis kitab Taurat sebanyak tiga manuskrip, di dalamnya aku beri tambahan dan ada yang aku kurangi. Lalu aku memasukkannya ke rumah ibadah, tapi ternyata ketiganya dibeli dariku.
  Demikian pula sengaja aku menulis kitab Injil sebanyak tiga manuskrip juga dengan memberinya tambahan-tambahan dan pengurangan. Lalu aku masukkan ke dalam gereja, dan ternyata ketiganya juga dibeli dariku.
  Dan akhirnya aku sengaja menulis al-Qur`an sebanyak tiga manuskrip dengan menambahkan beberapa tambahan dan menguranginya. Lalu aku berikan kepada jasa penggadaan kitab, dan merekapun memeriksanya selembar demi selembar.
    Tatkala mereka mendapatkan tambahan dan pengurangan di dalamnya, mereka membuang ketiga manuskrip tersebut dan tidak mau membelinya dariku. Maka aku mengetahui bahwa kitab ini dipelihara. Karena itulah aku masuk Islam.
[al-Jami' li Ahkam al-Qur`an, Imam al-Qurthubi, juz 12, hlm. 180-181, cetakan Mu`assasah ar-Risalah]
Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Ed 55, hal. 59
http://majalahislami.com/2009/11/karena-itulah-aku-masuk-islam/

Syair ; Janganlah berkeluh kesah ....

Setetes Kemiskinan
Pada Luasnya Samudra Karunia
Seseorang datang kepada Ja’far bin Muhammad mengeluhkan pahitnya kemiskinan kepadanya. Lalu Ja’far melantunkan beberapa bait syairnya seraya berucap:

graphic11
Janganlah berkeluh kesah bila sehari kau merasa susah
Betapa sering Dia membuatmu ridha dengan yang mudah
Janganlah putus asa, sebab itu merupakan pengingkaran
Semoga Allah memberimu dari yang sedikit sebuah kecukupan
Jangan pernah pula berprasangka buruk dengan Tuhan
Sebab Allah jauh lebih berhak untuk disebut dengan kebaikan
Orang itu berkata: Ternyata kesulitan yang aku dapatkan hilang begitu saja dari diriku.

[Alfu Qishah wa Qishah karangan Hani al Haaj, hlm 8 & 9, Maktabah at Taufiqiyyah]
(Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 37)
http://majalahislami.com/2008/11/kemiskinan-di-samudra-karunia/#more-78

Peduli Dakwah dengan Waqaf Tanah ..




Di tengah maraknya berbagai kemaksiatan dan munculnya pemahaman agama yang menyimpang dari  al-Qur’an dan as-Sunnah sehingga muncul berbagai macam bid’ah, syirik, dan berbagai khurofat yang begitu banyak, Kami dari Yayasan Al Ummah Ambarawa-Indonesia, akan membangun Ma’had yang berlokasi di Sumowono, Bandungan, Kab. Semarang.
Oleh karena itu Kami Panitia Pembebasan Tanah Yayasan Al Ummah Ambarawa setelah memohon pertolongan Allah Ta'ala agar memudahkan urusan kami, kami mengharapkan dan  mengajak kepada Bapak/ Ibu  kaum Muslimin untuk berpartisipasi dalam Program Pembebasan Tanah yang rencananya akan dikelola dan dimanfaatkan  untuk:   
Ma’had Tahfidzul Qur’an dan Ulumudin 
Pondok Pesantren Hafalan Al Quran dan Ilmu-Ilmu Agama )  
  di  Jl. KH. A. Dahlan Sumowono, Kec. Sumowono Kab. Semarang, Jawa Tengah.
Luas Tanah  yang akan dibebaskan seluas 2.200 m2 
seharga  Rp. 660.000.000,- (enam  ratus enam puluh juta rupiah)  
     
Anda bisa berpartisipasi dengan membeli dan sekaligus mewakafkan tanah tersebut ke pada Panitia dengan harga Rp. 300.000,- per m2 (bisa wakaf 1/3 atau ½ m2)
 
Sumbangan dapat dialamatkan ke : 
Panitia Pembebasan Tanah 
1. Yayasan Al Ummah Ambarawa Cab. Sumowono 
    d/a. Jl. Sukorini 64 Sumowono Telp. 0298 711498  
2. Sekretariat Yayasan Al Ummah Al Ummah Ambarawa  (SDIT IBNU MAS'UD)
    Jl. Mgr. Sugiyopranoto Km.3 Ngampin, Ambarawa, Kab. Semarang  
Telp. :  0298-594616
CP    :  Abdul Malik : 087834561999
Transfer : 
Rek. BRI No. 61000 1000 0021 507 a.n. Kuswanto, 
Rek. BCA No. 3200222708 a.n Budi Iswanto
 
setelah transfer harap konfrimasi lewat SMS dengan format : 
nama \ alamat \ jml transfer\ tgl tranfer\Bank,  
contoh : Abdul Ghoni\ Yogya\ 500.000\ 15/07/2010\ BCA
kirim ke 087834561999
 
Laporan :
Dana Terkumpul sampai dengan tanggal 8 Rajab 1431 H / 21 Juni 2010 adalah :
Jumlah  : Rp.18.889.000,-

Kembali ke Bumi


Allah Ta’ala berfirman:

مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَى

Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain. (QS. Thoha: 55)
Seorang penyair berkata:

إِنَّ امْرَءًا يَصْفُوْ لَهُ عَيْـشُهُ لَغَافِلٌ عَمَّا تَجِـنُّ الْقُبُوْرُ

نَحْنُ بَنُوْ الأَرْضِ وَ سُكَّانُهَا مِنْهَا خُلِقْنَا وَإِلَيْـهَا نَصِيْرُ

Sungguh orang yang merasakan nikmatnya kehidupan
Dia tidak akan tahu apa yang ada di balik kuburan
Kami ini adalah putra bumi dan para penduduknya
Dari tanah kita diciptakan dan kepadanya dikembalikan

Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Ed 55, hal. 60
http://majalahislami.com/category/syair/

Kajian Umum di Jogja (3 Agustus 2010): Asy-Syaikh Sulaiman ar-Ruhaili

Hadirilah
Kajian Akbar Bersama Ulama Madinah
Tema:
NASIHAT BAGI PENUNTUT ILMU
Bersama
Asy-Syaikh Sulaiman ar-Ruhaili -hafizhahullah-
(Dosen Islamic University of Madinah An-Nabawiyyah KSA)

Insya Allah akan diselenggarakan pada:
Selasa, 3 Agustus 2010
Pukul 08.00 WIB s.d. Selesai
Bertempat di Islamic Center Bin Baz, Bantul

Gratis, terbuka untuk umum
Putra dan Putri

Informasi:
0812.274.5704 (Ustadz Abu Sa’ad -hafizhahullah-)
Penyelenggara:
Islamic Center Bin Baz Yogyakarta

Bingkisan Menyambut Ramadhan (Ceramah Agama & Bimbingan Kesehatan Selama Ramadhan)

Download Audio:

Menyambut Ramadhan

Marhaban ya Romadlon, mari sambut bulan penuh berkah,  ampunan dan pahala tahun ini dengan ilmu yang benar dan amalan yang ikhlas. Berikut ini kami sajikan rangkaian kajian seputar Romadlon bersama ustadz-ustadz tepercaya disertai bimbingan kesehatan selama Ramadhan.

1. MUQODDIMAH

2. FIQH ROMADLON
Panduan Amal Romadlon Ust Arif Fathul Uluum : Materi 1 || Materi 2
Panduan Romadlon  Ust Abu Isa Abdullloh : Kajian || Kajian 2 || Tanya Jawab

3. TANYA JAWAB
SMS Berjawab Romadlon Ust Kholid Syamhudi

4. ADAB SHIYAM

5. KESEHATAN PUASA Bersama dr. Arif Hendrawan

6. AKHIR ROMADLON
Panduan Sholat IED Ust Rahmat Supriyadi Lc

Sumber: SuaraQuran.com
http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/07/23/mp3ceramah-ramadhan/

MENELADANI RASULULLAH SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WASALLAM DALAM BERPUASA DAN BERHARI RAYA


Kajian Ilmiah & Bedah Buku:
MENELADANI RASULULLAH SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WASALLAM 
DALAM BERPUASA DAN BERHARI RAYA
karya:
Syaikh ‘Ali bin Hasan bin ‘Ali al-Halabi
Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali

Pembicara :  Ust. Abu Yahya Badrusalam, Lc (Alumnus Univ. Islam Madinah)
Hari/Tgl       :  Jum’at, 25 Sya’ban 1431 H / 6 Agustus 2010 M
Waktu         :  13.30 – 17.30 WIB
Tempat       :  Aula Utama Masjid Ukhuwah Islamiyah Kampus Baru UI Depok, Jawa Barat

Diselenggarakan oleh:
Forum Remaja Masjid Mahasiswa UI

sumber ;
http://abangdani.wordpress.com

Dauroh Islam 19 dan 20 Sya’ban 1431 H

info kajian

http://www.radiorodja.com/

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Segala puji dan Syukur hanya untuk Allah ta’ala, Shalawat dan salam kepada nabi yang mulia Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam,keluarga,shahabat, tabi’in dan taabi’ut taabi’iin serta ummatnya hingga akhir zaman.
Radio Rodja dan Masjid Al-Barkah Insya Allah akan menyelenggarakan  kembali Dauroh 2  hari, dengan penjelasan sebagai berikut :
Hari          : Sabtu dan Ahad , 19 – 20 Sya’ban 1431 H/ 31 Juli & 1 Agustus 2010
Waktu      : 09.00 WIB – Ashar
Tempat   :  Masjid Al-Barkah Jl. Pahlawan Kp. Tengah Cileungsi  samping  studio radio Rodja.

Dengan jadwal Sebagai berikut  :
Sabtu, 19 Sya’ban 1431

09.00 -  Dzuhur      :    Ustadz  DR. Muhammad Arifin Badri,MA
Pembahasan :
Prinsip-prinsip Jual Beli Dalam Islam
13.00  -  Ashar         :  Ustadz  Abu Abdul Muhsin Firanda Lc,
Pembahasan  :
11 Tipe-tipe Suami,  Syarah Hadits Ummu Zar’in
Ahad, 20 Sya’ban 1431
09.00 – Dzuhur      :  Ustadz  Zaenal Abidin Syamsudin Lc,
Pembahasan :
Meluruskan Penyimpangan Menjelang Bulan Ramadhan
13.00  -  Ashar      :   Ustadz  Badrusalam Lc,
Pembahasan  :
Rahasia diBalik  Keutamaan Amal

Dauroh 2 Hari ini GRATIS dan terbuka untuk UMUM
Informasi  : 021-70736543  dan  021 68577402 (maaf tidak melayani SMS)

PEMBANGUNAN MASJID & PESANTREN

Masjid dan pesantren 2010

Masjid di Jurang jero, Sadan, Kebumen, Jawa Tengah

Masjid diKemalang, Klaten, Jawa Tengah

Masjid di Jurug, Panggang, G. kidul, DIY

Masjid di Kemejing, Gunung Kidul, DIY

Masjid di Kubang, Sadang, Kebumen

Masjid Izzul Islam, Jagapura, Brebes, Jateng

Mojosari, Mojokerto, Jawa Timur

PP. Riyadush Shalihin, Pandeglang, Jawa Barat

 Nglipar kidul, Gunung Kidul, DIY

Padangratu, Lampung

Masjid di Pekayen, Plalangan, Ponorogo, Jawa Timur

Waylima, Pesawaran, Lampung

Masjid di Sobron, Kartasura, Jawa Tengah

Masjid di Tambun, Bekasi, Jawa Barat

Masjid di Ringinpitu, Sragi, Pekalongan, Jateng

Seseorang akan Mencocoki Kebiasaan Teman Karibnya

Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Rumaysho.Com

sahabat
Sesungguhnya seseorang akan mencocoki kebiasaan sahabat dekatnya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”
 (HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378, Ahmad 2/344, dari Abu Hurairah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shohihul Jaami’ 3545).

Al Ghozali rahimahullah mengatakan, “Bersahabat dan bergaul dengan orang-orang yang pelit, akan mengakibatkan kita tertular pelitnya. Sedangkan bersahabat dengan orang yang zuhud, membuat kita juga ikut zuhud dalam masalah dunia. Karena memang asalnya seseorang akan mencontoh teman dekatnya.” (Tuhfatul Ahwadzi, 7/42)

Zuhud adalah meninggalkan berbagai hal yang dapat melalaikan dari mengingat Allah ( Abu Sulaiman Ad Daroni. Disebutkan oleh Abu Nu’aim Al Ashbahani dalam Hilyatul Awliya’, 9/258)

Faedah di pagi hari, 22 Rajab 1431 H (05/07/2010)
Artikel www.rumaysho.com
Muhammad Abduh Tuasikal

(Petuah Abu Qilabah), Balasan Karena Tingkahmu Sendiri

Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Rumaysho.Com
Faedah Ilmu
Muhammad Abduh Tuasikal
abu qilabahKetahuilah bahwa perilaku seseorang terhadap diri kita dalam setiap aspek kehidupan adalah balasan atas perilaku kita sendiri. Jika kita sering berperilaku baik kepada orang lain, maka kita pun akan diperlakukan demikian. Ketika kita sering mempersulit orang lain, maka begitu pula kita akan sering mendapati kesulitan. Jika tingkah kita sering menipu atau suka melalaikan amanat, maka demikianlah orang lain akan bersikap pada kita.

Abu Qilabah, salah seorang ulama' berpetuah:
البِرُّ لاَ يَبْلَى وَالذَّنْبُ لاَ يُنْسَى وَالدَّيَّانُ لاَ يَمُوتُ، اعْمَلْ مَا شِئْتَ كَمَا تَدِيْنُ تُدَانُ
"Kebajikan itu tak kan pernah usang, dosa tak kan pernah dilupakan, sedangkan Allah Maha Pembalas tak kan pernah mati. Lakukanlah apa yang engkau suka. Sebagaimana engkau berperilaku, maka demikianlah balasan yang akan engkau rasakan."

Diriwayatkan oleh ‘Abdurrozaq dan Al Baihaqi dalam Az Zuhud dari Abu Qilabah secara mursal. Dikeluarkan oleh Ahmad dalam Az Zuhud dari Abu Qilabah dari Abud Darda secara mauquf, yaitu perkataan sahabat Abud Darda. Lihat Jaami’ul Ahadits, Jalaluddin As Suyuthi, 11/169, Asy Syamilah.

Saatnya mengintrospeksi diri ...

Faedah di pagi hari, 17 Rajab 1431 H (30/06/2010)
Artikel www.rumaysho.com



Alam desa di pegunungan

Gunung Merapi, Magelang

kebun bawang merah di Magelang, Jawa Tengah

Rumah sederhana di desa..., naik-turun gunung...

Sawah dan kebun di kaki Merapi... memanjakan mata

Sejuk nan hijau..... Alhamdulillah

Masya Alloh.... tenang, damai dan berselimut kabut

Ikutilah!

Kajian Islamiyah :

28 Juli 2010

Terbuka untuk Umum

Indahnya Islam

[Ba’da Ashar sampai pukul 17.00 WIB]

Nasihat Penuntut Ilmu

[Ba’da Isya’ sampai pukul 21.00 WIB]
Bersama :  Ustadz Abdulloh Zein, Lc
Tempat :

Masjid Ar-Ridho

Perumahan Bukit Kencana Jaya, Meteseh, Tembalang, Semarang (lihat peta)
Penyelenggara :
Takmir Masjid Ar-Ridho
Madrasah Imam Ahmad bin Hambal Semarang
Informasi :
(024) 70243601 : Akh Hasan
081802479652 : Abu Abdirrahman
Pengadaan Tanah Wakaf Madrasah Imam Ahmad bin Hanbal Semarang
Kepada Yang Terhormat : Saudaraku Para Muhsinin

Madrasah Imam Ahmad bin Hanbal adalah lembaga pengajaran Islam dan Bahasa Arab, yang dikuatkan dengan akta notaris H.M. Mawardi Muzamil, SH.MM No.1 Tahun 2008 dan berkedudukan di Jl. Sapta Prasetya Utara No.16 Pedurungan Kidul-50192, phone (024) 70571201, Semarang.

Terselenggaranya pengajaran (sejak 2002) adalah sebagai jawaban atas tuntutan kebutuhan belajar bagi generasi Islam dilingkungan kota Semarang dan sekitarnya tentang dien Islam secara benar, ditengah-tengah maraknya dakwah firqoh-firqoh yang menyesatkan. Untuk itu kami telah memfokuskan pengajaran pada 3 (tiga) pokok tujuan yakni :
(1) Mengarahkan generasi Islam untuk senantiasa ikhlas didalam agamanya dengan berbekal ilmu naafi’ dan amal sholeh;
(2) Memberikan pemahaman dasar tentang dien Islam dengan pemahaman yang benar diatas jalannya para salafus sholeh rodliyallahu’anhum;
(3) memberi bimbingan untuk menguasai bahasa arab fushhah sebagai bekal dasar memahami kitabullah dan sunnah Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa salam serta kitab-kitab dar para ahlul ilmi.
Segala puji bagi Allah ta’ala yang telah memudahkan segala urusan kami sehingga saat ini Madrasah Imam Ahmad bin Hanbal, dengan fasilitas minim yang kami miliki ternyata telah berumur 8 (delapan) tahun, dengan lebih dari 100 santri (berbagai usia dan latar belakang) yang bersemangat tinggi dan secara istiqomah menuntut ilmu di halaqoh-halaqoh kami yang terbagi di beberapa tempat, yakni (Halaqoh Pedurungan, Puspowarno, Gunungpati, dan Ungaran).
Secara umum perkembangan Madrasah Imam Ahmad bin Hanbal ini sangat menggembirakan bagi kami. Semakin hari semakin bertambah para santri yang istiqomah belajar pada halaqoh-halaqoh kami dan semakin banyak pula pihak-pihak yang dapat mengambil faedah-faedah. Hingga pada suatu kondisi, kami merasakan bahwasanya tersedianya fasilitas tempat belajar yang cukup dan memadai telah menjadi suatu kebutuhan yang sangat mendesak.
Tersedianya tempat belajar yang cukup dan memadai Insya Allah akan berdampak pada proses belajar-mengajar yang lebih baik, terpusat, dan membuka kesempatan yang lebih besar kepada generasi Islam dikota Semarang untuk masuk dan belajar di Madrasah Imam Ahmad bin Hanbal, serta memberi kemudahan pada berabagai pihak untuk dapat mengambil faedah dari fokus pengajaran yang kami lakukan.
Alhamdulillah, menyikapi hal tersebut, Madrasah Imam Ahmad bin Hanbal tengah merencanakan untuk memusatkan seluruh kegiatannya pada satu lokasi yang terintegrasi, yang meliputi Masjid, lokal belajar dan sarana pendukung da’wah lainnya dengan kebutuhan lahan setidak-tidaknya seluas 1.000 m2 – 4.000 m2. Rencana tersebut telah kami mulai dengan jalan mengumpulkan infaq dan wakaf dari para santri sesuai kemampuannya dan Insya Allah akan terus kami lakukan pengumpulan dana hingga jumlah yang cukup untuk terpenuhinya kebutuhan pengadaan tanah tersebut.
Pada kesempatan ini, kami Panitia Pengadaan Tanah Wakaf Madrasah Imam Ahmad bin Hanbal Semarang menginformasikan dan membuka kesempatan kepada Bapak/Ibu/Saudara para muhsinin untuk turut serta beramal jariyah dengan infaq/sodhaqoh/memberikan wakaf bagi terealisasinya pengadaan tanah Madrasah Imam Ahmad bin Hanbal tersebut.

Kepada saudaraku para muhsinin yang berniat dapat menyalurkannya melalui Panitia Pengadaan Tanah Wakaf Madrasah Imam Ahmad bin Hanbal Semarang atau
langsung melalui rekening No.: 9176 095 599 Bank Muamalat Kantor Cabang Ungaran a/n Eko Budi Prayitno.

Semarang, Januari 2010/1431 H
PANITIA PENGADAAN TANAH WAKAF
MADRASAH IMAM AHMAD BIN HANBAL SEMARANG

‘Ikrimah, Bekas Budak yang Menjadi Pakar Tafsir

Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Rumaysho.Com
ikrimah. pakar tafsir
Imam Abu Hanifah lebih senang mempelajari kisah-kisah para ulama dibanding menguasai bab fiqih. Beliau rahimahullah mengatakan, “Kisah-kisah para ulama dan duduk bersama mereka lebih aku sukai daripada menguasai beberapa bab fiqih. Karena dalam kisah mereka diajarkan berbagai adab dan akhlaq luhur mereka.” Nama beliau adalah ‘Ikrimah Al Qurosyi Al Hasyimi, bekas budak Ibnu ‘Abbas. Nama kunyah[1] beliau adalah Abu ‘Abdillah. Asal beliau dari Barbar, penduduk Maghrib. Beliau termasuk golongan tabi’in pertengahan. Beliau adalah seorang pakar tafsir terkemuka.[2] ‘Ikrimah memiliki sanad dari Ibnu ‘Amr, Ibnu ‘Abbas, Abu Sa’id, Abu Hurairah, Al Husain bin ‘Ali dan ‘Aisyah.

Dari Kholid As Sikhtiyani, dari ‘Ikrimah, beliau mengatakan, “Aku telah bertemu dengan ratusan sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di masjid ini (Masjid Nabawi).”
Ketika sahabat yang mulia Ibnu ‘Abbas –radhiyallahu ‘anhuma- meninggal dunia ‘Ikrimah masih menjadi seorang budak. Lalu Kholid bin Yazid bin Mu’awiyah membelinya dari ‘Ali bin ‘Abdullah bin ‘Abbas (anak Ibnu ‘Abbas). Kholid membelinya seharga 4000 dinar. Kemudian berita ini pun sampai pada ‘Ikrimah. Lantas ‘Ikrimah bersegera mendatangi ‘Ali –anak Ibnu ‘Abbas-, lalu berkata, “Apakah engkau menjual ilmu ayahmu sebesar 4000 dinar?” Kemudian ‘Ali menyerahkan ‘Ikrimah pada Kholid. Kholid pun akhirnya memerdekakan ‘Ikrimah.
Keadaan ‘Ikrimah Ketika Belajar dengan Ibnu ‘Abbas
Agar mau belajar Al Qur’an dan hadits, ‘Ikrimah dipaksa oleh Ibnu ‘Abbas dengan cara kakinya diikat.
Dari Az Zubair bin Al Khirrit –seorang tabi’in junior-, dari ‘Ikrimah, beliau mengatakan, “Ibnu ‘Abbas membelenggu kakiku, lalu beliau mengajariku Al Qur’an dan hadits Nabi.”
Penilaian Para Ulama Terhadap ‘Ikrimah
Dari Jabir bin Zaid –seorang tabi’in-, beliau mengatakan, “’Ikrimah adalah bekas budak Ibnu ‘Abbas. Dia adalah orang yang paling berilmu di antara manusia saat ini.”
Asy Sya’bi –seorang tabi’in- mengatakan, “Tidak ada manusia yang lebih memahami Kitabullah (Al Qur’an) selain ‘Ikrimah.”
Qotadah As Sadusi –seorang tabi’in- mengatakan, “Orang yang paling memahami tafsir di antara manusia saat ini adalah ‘Ikrimah.”
Nasehat Berharga dari ‘Ikrimah
Beliau memiliki nasehat agar kita bisa memiliki akhlaq yang mulia karena akhlaq mulia adalah landasan Islam. Ibrahim mengatakan dari ayahnya bahwa ‘Ikrimah berkata,
لِكُلِّ شَيْءٍ أَسَاسٌ، وَأَسَاسُ الإِسْلاَمِ الخُلْقُ الحَسَنُ.
Segala sesuatu memiliki landasan (asas). Sedangkan asas Islam adalah husnul khuluq (akhlaq yang luhur).”
Wafat Beliau
‘Ikrimah meninggal dunia di Madinah dalam usia 80 tahun. Beliau meninggal tahun 104 H. Ada pula yang mengatakan bahwa beliau meninggal tahun 105, 106, atau 107 H.
Ketika beliau meninggal dunia, manusia pun mengatakan, “Orang yang paling faqih dan paling berilmu telah meninggal dunia.”
[Diolah dari Shifatush Shofwah, Ibnul Jauziy, 2/103-105, Darul Ma’rifah, Beirut, cetakan kedua, tahun 1399 H]
Muhammad Abduh Tuasikal
Diselesaikan ba’da shalat Zhuhur, di Panggang - Gunung Kidul, 20 Dzulhijah 1430 H

Kisah Menakjubkan Tentang Sabar dan Syukur Kepada Allah

http://firanda.com
pantaiBagi orang yang sering mengamati isnad hadits maka nama Abu Qilabah bukanlah satu nama yang asing karena sering sekali ia disebutkan dalam isnad-isnad hadits, terutama karena ia adalah seorang perawi yang meriwayatkan hadits dari sahabat Anas bin Malik yang merupakan salah seorang dari tujuh sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu nama Abu Qilabah sering berulang-ulang seiring dengan sering diulangnya nama Anas bin Malik. Ibnu Hibban dalam kitabnya Ats-Tsiqoot menyebutkan kisah yang ajaib dan menakjubkan tentangnya yang menunjukan akan kuatnya keimanannya kepada Allah.
Nama beliau adalah Abdullah bin Zaid Al-Jarmi salah seorang dari para ahli ibadah dan ahli zuhud yang berasal dari Al-Bashroh. Beliau meriwayatkan hadits dari sahabat Anas bin Malik dan sahabat Malik bin Al-Huwairits –radhiallahu 'anhuma- . Beliau wafat di negeri Syam pada tahun 104 Hijriah pada masa kekuasaan Yazid bin Abdilmalik.
Abdullah bin Muhammad berkata, "Aku keluar menuju tepi pantai dalam rangka untuk mengawasi (menjaga) kawasan pantai (dari kedatangan musuh)…tatkala aku tiba di tepi pantai tiba-tiba aku telah berada di sebuah dataran lapang di suatu tempat (di tepi pantai) dan di dataran tersebut terdapat sebuah kemah yang di dalamnya terdapat seseorang yang telah buntung kedua tangan dan kedua kakinya, dan pendengarannya telah lemah serta matanya telah rabun. Tidak satu anggota tubuhnyapun yang bermanfaat baginya kecuali lisannya, orang itu berkata, "Ya Allah, tunjukilah aku agar aku bisa memujiMu sehingga aku bisa menunaikan rasa syukurku atas kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau anugrahkan kepadaku dan Engkau sungguh telah melebihkan aku diatas kebanyakan makhluk yang telah Engkau ciptakan""
Abdullah bin Muhammad berkata, "Demi Allah aku akan mendatangi orang ini, dan aku akan bertanya kepadanya bagaimana ia bisa mengucapkan perkataan ini, apakah ia faham dan tahu dengan apa yang diucapkannya itu?, ataukah ucapannya itu merupakan ilham yang diberikan kepadanya??.
Maka akupun mendatanginya lalu aku mengucapkan salam kepadanya, lalu kukatakan kepadanya, "Aku mendengar engkau berkata "Ya Allah, tunjukilah aku agar aku bisa memujiMu sehingga aku bisa menunaikan rasa syukurku atas kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau anugrahkan kepadaku dan Engkau sungguh telah melebihkan aku diatas kebanyakan makhluk yang telah Engkau ciptakan", maka nikmat manakah yang telah Allah anugrahkan kepadamu sehingga engkau memuji Allah atas nikmat tersebut??, dan kelebihan apakah yang telah Allah anugrahkan kepadamu hingga engkau menysukurinya??"
Orang itu berkata, "Tidakkah engkau melihat apa yang telah dilakukan oleh Robku kepadaku?, demi Allah, seandainya Ia mengirim halilintar kepadaku hingga membakar tubuhku atau memerintahkan gunung-gunung untuk menindihku hingga menghancurkan tubuhku, atau memerintahkan laut untuk menenggelamkan aku, atau memerintahkan bumi untuk menelan tubuhku, maka tidaklah hal itu kecuali semakin membuat aku bersyukur kepadaNya karena Ia telah memberikan kenikmatan kepadaku berupa lidah (lisan)ku ini. Namun, wahai hamba Allah, engkau telah mendatangiku maka aku perlu bantuanmu, engkau telah melihat kondisiku. Aku tidak mampu untuk membantu diriku sendiri atau mencegah diriku dari gangguan, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku memiliki seorang putra yang selalu melayaniku, di saat tiba waktu sholat ia mewudhukan aku, jika aku lapar maka ia menyuapiku, jika aku haus maka ia memberikan aku minum, namun sudah tiga hari ini aku kehilangan dirinya maka tolonglah engkau mencari kabar tentangya –semoga Allah merahmati engkau-". Aku berkata, "Demi Allah tidaklah seseorang berjalan menunaikan keperluan seorang saudaranya yang ia memperoleh pahala yang sangat besar di sisi Allah, lantas pahalanya lebih besar dari seseorang yang berjalan untuk menunaikan keperluan dan kebutuhan orang yang seperti engkau". Maka akupun berjalan mencari putra orang tersebut hingga tidak jauh dari situ aku sampai di suatu gudukan pasir, tiba-tiba aku mendapati putra orang tersebut telah diterkam dan di makan oleh binatang buas, akupun mengucapkan inna lillah wa inna ilaihi roji'uun. Aku berkata, "Bagaimana aku mengabarkan hal ini kepada orang tersebut??". Dan tatkala aku tengah kembali menuju orang tersebut, maka terlintas di benakku kisah Nabi Ayyub ‘alaihissalam. Tatkala aku menemui orang tersbut maka akupun mengucapkan salam kepadanya lalu ia menjawab salamku dan berkata, "Bukankah engkau adalah orang yang tadi menemuiku?", aku berkata, "Benar". Ia berkata, "Bagaimana dengan permintaanku kepadamu untuk membantuku?". Akupun berkata kepadanya, "Engkau lebih mulia di sisi Allah ataukah Nabi Ayyub ‘alaihissalam?", ia berkata, "Tentu Nabi Ayyub ‘alaihissalam ", aku berkata, "Tahukah engkau cobaan yang telah diberikan Allah kepada Nabi Ayyub?, bukankah Allah telah mengujinya dengan hartanya, keluarganya, serta anaknya?", orang itu berkata, "Tentu aku tahu". Aku berkata, "Bagaimanakah sikap Nabi Ayyub dengan cobaan tersebut?", ia berkata, "Nabi Ayyub bersabar, bersyukur, dan memuji Allah". Aku berkata, "Tidak hanya itu, bahkan ia dijauhi oleh karib kerabatnya dan sahabat-sahabatnya", ia berkata, "Benar". Aku berkata, "Bagaimanakah sikapnya?", ia berkata, "Ia bersabar, bersyukur dan memuji Allah". Aku berkata, "Tidak hanya itu, Allah menjadikan ia menjadi bahan ejekan dan gunjingan orang-orang yang lewat di jalan, tahukah engkau akan hal itu?", ia berkata, "Iya", aku berkata, "Bagaimanakah sikap nabi Ayyub?", ia berkata, "Ia bersabar, bersyukur, dan memuji Allah, lagsung saja jelaskan maksudmu –semoga Allah merahmatimu-!!". Aku berkata, "Sesungguhnya putramu telah aku temukan di antara gundukan pasir dalam keadaan telah diterkam dan dimakan oleh binatang buas, semoga Allah melipatgandakan pahala bagimu dan menyabarkan engkau". Orang itu berkata, "Segala puji bagi Allah yang tidak menciptakan bagiku keturunan yang bermaksiat kepadaNya lalu Ia menyiksanya dengan api neraka", kemudian ia berkata, "Inna lillah wa inna ilaihi roji'uun", lalu ia menarik nafas yang panjang lalu meninggal dunia. Aku berkata, "Inna lillah wa inna ilaihi roji'uun", besar musibahku, orang seperti ini jika aku biarkan begitu saja maka akan dimakan oleh binatang buas, dan jika aku hanya duduk maka aku tidak bisa melakukan apa-apa[1]. Lalu akupun menyelimutinya dengan kain yang ada di tubuhnya dan aku duduk di dekat kepalanya sambil menangis. Tiba-tiba datang kepadaku empat orang dan berkata kepadaku "Wahai Abdullah, ada apa denganmu?, apa yang telah terjadi?". Maka akupun menceritakan kepada mereka apa yang telah aku alami. Lalu mereka berkata, "Bukalah wajah orang itu, siapa tahu kami mengenalnya!", maka akupun membuka wajahnya, lalu merekapun bersungkur mencium keningnya, mencium kedua tangannya, lalu mereka berkata, "Demi Allah, matanya selalu tunduk dari melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah, demi Allah tubuhnya selalu sujud tatkala orang-orang dalam keadaan tidur!!". Aku bertanya kepada mereka, "Siapakah orang ini –semoga Allah merahmati kalian-?", mereka berkata, Abu Qilabah Al-Jarmi sahabat Ibnu 'Abbas, ia sangat cinta kepada Allah dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu kamipun memandikannya dan mengafaninya dengan pakaian yang kami pakai, lalu kami menyolatinya dan menguburkannya, lalu merekapun berpaling dan akupun pergi menuju pos penjagaanku di kawasan perbatasan. Tatkala tiba malam hari akupun tidur dan aku melihat di dalam mimpi ia berada di taman surga dalam keadaan memakai dua lembar kain dari kain surga sambil membaca firman Allah
}سَلامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ{ (الرعد:24)
"Keselamatan bagi kalian (dengan masuk ke dalam surga) karena kesabaran kalian, maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu." (QS. 13:24)
Lalu aku berkata kepadanya, "Bukankah engkau adalah orang yang aku temui?", ia berkata, "Benar", aku berkata, "Bagaimana engkau bisa memperoleh ini semua", ia berkata, "Sesungguhnya Allah menyediakan derajat-derajat kemuliaan yang tinggi yang tidak bisa diperoleh kecuali dengan sikap sabar tatkala ditimpa dengan bencana, dan rasa syukur tatkala dalam keadaan lapang dan tentram bersama dengan rasa takut kepada Allah baik dalam keadaan bersendirian maupun dalam kaeadaan di depan khalayak ramai"
Penulis: Firanda Andirja
Artikel www.firanda.com
---------------------
[1] Hal ini karena biasanya daerah perbatasan jauh dari keramaian manusia, dan kemungkinan Abdullah tidak membawa peralatan untuk menguburkan orang tersebut, sehingga jika ia hendak pergi mencari alat untuk menguburkan orang tersebut maka bisa saja datang binatang buas memakannya, Wallahu a'lam

How to Perfect Your Religion

http://www.embodyislam.org/

As-Salāmu 'Alaykum,
Bismillāh,

All praise is due to Allāh, The Lord of all of the creation, and may the prayers and peace be upon our messenger Muammad, his family and all of his companions.

The Messenger of Allāh, prayers and peace be upon him, said: “From the perfection of a person’s Islām is that he abstains from that which doesn’t concern him.” (1)

Dr. Taqī ad-Dīn al-Hilālī (2) said in his explanation of this prophetic narration:
“What we understand from this narration is that some Muslims have perfected their religion due their strong belief in Allāh, The Most High, their constantly obeying Allāh, The Most High, and their staying away from disobedience and doubtful affairs. On the other hand, some Muslims haven’t reached this level of perfection, and their belief in Allāh, The Most High, is deficient.
From amongst the signs that a person has perfected his religion is that he busies himself with things that will benefit him in both his religion (dīn) as well as his worldly affairs (dunyā). As far as those things that don’t bring him any benefit, then he abstains from them. And it said, 'Time is like a sword; if you don’t cut it, it will cut you,' meaning if you don’t occupy your time with that which benefits, it (i.e. time) will prevent you from attaining good.” (3)
Here are two additional benefits from this prophetic narration:
1. The person who busies himself with issues that don’t concern him hasn’t perfected his religion. Often times, you’ll find a person speaking or asking about issues that don’t concern him, showing a weakness in his Islām. (4)
2. From the benefits of this narration is that it is possible for a person’s religion to be complete or deficient depending upon his/her actions. (5)

I ask Allāh, The Most High, to make us from those who strive to perfect our Islām, and to make us sincere in all of our statements and actions. And may the prayers and peace be upon our messenger Muḥammad, his family, and all of his companions.

Compiled and translated by:
Abū Sājid Syid Turcks
Umm al-Qurā University
Makkah, Kingdom of Saudi Arabia
Shabān 14, 1431 / July 26, 2010

__________
(1) Reported by At-Tirmithī on the authority of Abū Hurayrah.
(2) He is Shaykh Muḥammad Taqī ad-Dīn b. 'Abdul-Qādir al-Hilālī. He taught in the Prophet’s masjid in Madīnah as well as the Ḥaram in Makkah. When Shaykh Abdul-Azīz b. Bāz was the president of the Islamic University in Medīna, he invited Shaykh Taqī ad-Dīn to teach in the University. He accepted the invitation and continued to teach in the university for five years. Taqī ad-Dīn died in the year 1407 AH / 1987 CE may Allah have mercy on him.

(3) Al-Hilālī, Taqī ad-Dīn. Explanation of Narrations from an-Nawawī’s Forty Hadīth. United Arab Emirates: Muasasah Baynūnah 1429 AH / 2008 CE pg. 28

(4) Al-'Uthaymīn, Muḥammad b. Ṣāliḥ. Explanation of an-Nawawī’s Forty Hadīth. ‘Unayzah: Muasasah Shaykh Muḥammad b. Ṣāliḥ al-Uthaymīn 1425 AH / 2004 CE pg. 182

(5) Al-Fawzān, Ṣāliḥ. Explanation of an-Nawawī’s Forty Hadīth. Riyāḍ: Dār al-‘Āsimah 1429 AH / 2008 CE pg. 144

Tabligh Akbar “ISLAM MEMBAWA KEDAMAIAN, BUKAN TEROR”

Islam Membawa Kedamaian, Bukan Teror

Bismillah,
Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh
Kami mengundang segenap kaum muslimin ibukota dan luar kota lainnya untuk menghadiri :
 Sebuah Tabligh Akbar Penggugah Jiwa Dalam Rangka Refleksi Terhadap Aksi Terorisme
Dengan Tema :
ISLAM MEMBAWA KEDAMAIAN, BUKAN TEROR
Bersama :
Al-Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi Al-Makassari
(Pemimpin Redaksi Majalah An-Nashihah, & Pemimpin PP. As-Sunnah Makassar)
Waktu :
Ahad, 25 Sha’ban 1430 H / 16 Agustus 2009
Pukul 09:00 - 12:00 WIB
Bertempat di :
Masjid Darul Ilmi
Komplek PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian)
Jalan Tirtayasa Raya No.6 (Jalan Wijaya No.1) Kebayoran, Jakarta Selatan
Insya Allah Akan Disiarkan Langsung Secara Broadcast Melalui :
PALTALK (www.paltalk.com), Room : Religion&Spirituality -> Islam -> Kajian Islam Ilmiah Jakarta
Ajak serta Keluarga, Tetangga, Saudara, Teman anda agar mendapatkan petunjuk kepada pemahaman Agama Yang Lurus.

Keterangan :
*Khusus Laki-Laki/Ikhwan (Dikarenakan Keterbatasan Tempat)
*GRATIS (Tidak Dipungut Biaya)
Contact Person : 0856 18 12 563
Untuk Keterangan Poster Bisa di lihat di link berikut atau di attachment :
Ukuran Kecil : http://i32.tinypic.com/25rgsiw.jpg
Ukuran Besar : http://i32.tinypic.com/161gtmx.jpg
(Kami mohon bantuannya agar membantu penyebaran kepada masjid-masjid kaum muslimin di ibukota, dengan izin takmir masjid setempat) Diselenggarakan oleh :
Yayasan Muhajirin Wal Anshar & Masjid Darul Ilmi PTIK

Persiapkan Diri Menyambut Ramadhan

http://muslim.or.id/ramadhan/persiapkan-diri-menyambut-ramadhan.html

   Wahai kaum muslimin, hendaknya kita mengetahui bahwa salah satu nikmat yang banyak disyukuri meski oleh seorang yang lalai adalah nikmat ditundanya ajal dan sampainya kita di bulan Ramadhan. Tentunya jika diri ini menyadari tingginya tumpukan dosa yang menggunung, maka pastilah kita sangat berharap untuk dapat menjumpai bulan Ramadhan dan mereguk berbagai manfaat di dalamnya.
   Bersyukurlah atas nikmat ini. Betapa Allah ta’ala senantiasa melihat kemaksiatan kita sepanjang tahun, tetapi Dia menutupi aib kita, memaafkan dan menunda kematian kita sampai bisa berjumpa kembali dengan Ramadhan.

Ketidaksiapan yang Berbuah Pahit
   Imam Abu Bakr Az Zur’i rahimahullah memaparkan dua perkara yang wajib kita waspadai. Salah satunya adalah [اَلتَّهَاوُنُ بِالْأَمْرِ إِذَا حَضَرَ وَقْتُهُ], yaitu kewajiban telah datang tetapi kita tidak siap untuk menjalankannya. Ketidaksiapan tersebut salah satu bentuk meremehkan perintah. Akibatnya pun sangat besar, yaitu kelemahan untuk menjalankan kewajiban tersebut dan terhalang dari ridha-Nya. Kedua dampak tersebut merupakan hukuman atas ketidaksiapan dalam menjalankan kewajiban yang telah nampak di depan mata.[1]

Abu Bakr Az Zur’i menyitir firman Allah ta’ala berikut,
فَإِنْ رَجَعَكَ اللَّهُ إِلَى طَائِفَةٍ مِنْهُمْ فَاسْتَأْذَنُوكَ لِلْخُرُوجِ فَقُلْ لَنْ تَخْرُجُوا مَعِيَ أَبَدًا وَلَنْ تُقَاتِلُوا مَعِيَ عَدُوًّا إِنَّكُمْ رَضِيتُمْ بِالْقُعُودِ أَوَّلَ مَرَّةٍ فَاقْعُدُوا مَعَ الْخَالِفِينَ (٨٣)
“Maka jika Allah mengembalikanmu kepada suatu golongan dari mereka, kemudian mereka minta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), Maka katakanlah: “Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. 
Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi berperang kali yang pertama. karena itu duduklah bersama orang-orang yang tidak ikut berperang.” (At Taubah: 83).

   Renungilah ayat di atas baik-baik! Ketahuilah, Allah ta’ala tidak menyukai keberangkatan mereka dan Dia lemahkan mereka, karena tidak ada persiapan dan niat mereka yang tidak lurus lagi. Namun, bila seorang bersiap untuk menunaikan suatu amal dan ia bangkit menghadap Allah dengan kerelaan hati, maka Allah terlalu mulia untuk menolak hamba yang datang menghadap-Nya. Berhati-hatilah dari mengalami nasib menjadi orang yang tidak layak menjalankan perintah Allah ta’ala yang penuh berkah. Seringnya kita mengikuti hawa nafsu, akan menyebabkan kita tertimpa hukuman berupa tertutupnya hati dari hidayah.

selengkapnya .....

Karena Itulah Aku Masuk Islam

Al-Husain bin Fahm -rahimahullah- berkata:
Aku mendengar Yahya bin Aktsam -rahimahullah- bercerita:
Dahulu Ma’mun – dan pada waktu itu ia telah menjadi seorang Amir- mempunyai majlis untuk berdiskusi. Lalu bersamaan dengan masuknya orang-orang masuklah seorang Yahudi yang berpenampilan rapi, berparas tampan dan memakai parfum yang wangi. Tatkala berbicara, perkataan dan ungkapannya pun bagus.
   Kemudian tatkala majlis itu telah usai Ma’mun memanggilnya seraya berkata: Anda seorang Yahudi?  Ya, jawabnya.
   Ma’mun melanjutkan: Masuklah Islam, niscaya aku akan berikan apa yang engkau minta. Lalu ia memberi janji kepada orang itu.
  Namun orang itu menjawab: Agamaku adalah agama nenek moyangku (yakni ia tetap memeluk Yahudi, pen). Kemudian ia pun pergi.
 ***
  Yahya -rahimahullah- melanjutkan: Namun ternyata setelah setahun berlalu orang itu datang kembali majlis kami dalam keadaan telah memeluk agama Islam. 
  Lalu ia berbicara tentang fikih dengan perkataan sangat bagus. Seusai majlis Ma’mun memanggilnya untuk kedua kalinya dan berkata: Bukankah engkau orang yang pernah datang kemari pada waktu itu?
   Orang itu menjawab: Benar. Ma’mun bertanya kembali: Lalu, mengapa engkau masuk agama Islam?
  Orang itu bercerita: Setelah aku pergi dari majlis ini pada waktu itu, aku ingin menguji agama-agama yang ada. Dan engkau tahu bahwa tulisanku amat bagus. Maka aku sengaja menulis kitab Taurat sebanyak tiga manuskrip, di dalamnya aku beri tambahan dan ada yang aku kurangi. Lalu aku memasukkannya ke rumah ibadah, tapi ternyata ketiganya dibeli dariku.
  Demikian pula sengaja aku menulis kitab Injil sebanyak tiga manuskrip juga dengan memberinya tambahan-tambahan dan pengurangan. Lalu aku masukkan ke dalam gereja, dan ternyata ketiganya juga dibeli dariku.
  Dan akhirnya aku sengaja menulis al-Qur`an sebanyak tiga manuskrip dengan menambahkan beberapa tambahan dan menguranginya. Lalu aku berikan kepada jasa penggadaan kitab, dan merekapun memeriksanya selembar demi selembar.
    Tatkala mereka mendapatkan tambahan dan pengurangan di dalamnya, mereka membuang ketiga manuskrip tersebut dan tidak mau membelinya dariku. Maka aku mengetahui bahwa kitab ini dipelihara. Karena itulah aku masuk Islam.
[al-Jami' li Ahkam al-Qur`an, Imam al-Qurthubi, juz 12, hlm. 180-181, cetakan Mu`assasah ar-Risalah]
Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Ed 55, hal. 59
http://majalahislami.com/2009/11/karena-itulah-aku-masuk-islam/

Syair ; Janganlah berkeluh kesah ....

Setetes Kemiskinan
Pada Luasnya Samudra Karunia
Seseorang datang kepada Ja’far bin Muhammad mengeluhkan pahitnya kemiskinan kepadanya. Lalu Ja’far melantunkan beberapa bait syairnya seraya berucap:

graphic11
Janganlah berkeluh kesah bila sehari kau merasa susah
Betapa sering Dia membuatmu ridha dengan yang mudah
Janganlah putus asa, sebab itu merupakan pengingkaran
Semoga Allah memberimu dari yang sedikit sebuah kecukupan
Jangan pernah pula berprasangka buruk dengan Tuhan
Sebab Allah jauh lebih berhak untuk disebut dengan kebaikan
Orang itu berkata: Ternyata kesulitan yang aku dapatkan hilang begitu saja dari diriku.

[Alfu Qishah wa Qishah karangan Hani al Haaj, hlm 8 & 9, Maktabah at Taufiqiyyah]
(Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 37)
http://majalahislami.com/2008/11/kemiskinan-di-samudra-karunia/#more-78

Peduli Dakwah dengan Waqaf Tanah ..




Di tengah maraknya berbagai kemaksiatan dan munculnya pemahaman agama yang menyimpang dari  al-Qur’an dan as-Sunnah sehingga muncul berbagai macam bid’ah, syirik, dan berbagai khurofat yang begitu banyak, Kami dari Yayasan Al Ummah Ambarawa-Indonesia, akan membangun Ma’had yang berlokasi di Sumowono, Bandungan, Kab. Semarang.
Oleh karena itu Kami Panitia Pembebasan Tanah Yayasan Al Ummah Ambarawa setelah memohon pertolongan Allah Ta'ala agar memudahkan urusan kami, kami mengharapkan dan  mengajak kepada Bapak/ Ibu  kaum Muslimin untuk berpartisipasi dalam Program Pembebasan Tanah yang rencananya akan dikelola dan dimanfaatkan  untuk:   
Ma’had Tahfidzul Qur’an dan Ulumudin 
Pondok Pesantren Hafalan Al Quran dan Ilmu-Ilmu Agama )  
  di  Jl. KH. A. Dahlan Sumowono, Kec. Sumowono Kab. Semarang, Jawa Tengah.
Luas Tanah  yang akan dibebaskan seluas 2.200 m2 
seharga  Rp. 660.000.000,- (enam  ratus enam puluh juta rupiah)  
     
Anda bisa berpartisipasi dengan membeli dan sekaligus mewakafkan tanah tersebut ke pada Panitia dengan harga Rp. 300.000,- per m2 (bisa wakaf 1/3 atau ½ m2)
 
Sumbangan dapat dialamatkan ke : 
Panitia Pembebasan Tanah 
1. Yayasan Al Ummah Ambarawa Cab. Sumowono 
    d/a. Jl. Sukorini 64 Sumowono Telp. 0298 711498  
2. Sekretariat Yayasan Al Ummah Al Ummah Ambarawa  (SDIT IBNU MAS'UD)
    Jl. Mgr. Sugiyopranoto Km.3 Ngampin, Ambarawa, Kab. Semarang  
Telp. :  0298-594616
CP    :  Abdul Malik : 087834561999
Transfer : 
Rek. BRI No. 61000 1000 0021 507 a.n. Kuswanto, 
Rek. BCA No. 3200222708 a.n Budi Iswanto
 
setelah transfer harap konfrimasi lewat SMS dengan format : 
nama \ alamat \ jml transfer\ tgl tranfer\Bank,  
contoh : Abdul Ghoni\ Yogya\ 500.000\ 15/07/2010\ BCA
kirim ke 087834561999
 
Laporan :
Dana Terkumpul sampai dengan tanggal 8 Rajab 1431 H / 21 Juni 2010 adalah :
Jumlah  : Rp.18.889.000,-

Kembali ke Bumi


Allah Ta’ala berfirman:

مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَى

Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain. (QS. Thoha: 55)
Seorang penyair berkata:

إِنَّ امْرَءًا يَصْفُوْ لَهُ عَيْـشُهُ لَغَافِلٌ عَمَّا تَجِـنُّ الْقُبُوْرُ

نَحْنُ بَنُوْ الأَرْضِ وَ سُكَّانُهَا مِنْهَا خُلِقْنَا وَإِلَيْـهَا نَصِيْرُ

Sungguh orang yang merasakan nikmatnya kehidupan
Dia tidak akan tahu apa yang ada di balik kuburan
Kami ini adalah putra bumi dan para penduduknya
Dari tanah kita diciptakan dan kepadanya dikembalikan

Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Ed 55, hal. 60
http://majalahislami.com/category/syair/

Kajian Umum di Jogja (3 Agustus 2010): Asy-Syaikh Sulaiman ar-Ruhaili

Hadirilah
Kajian Akbar Bersama Ulama Madinah
Tema:
NASIHAT BAGI PENUNTUT ILMU
Bersama
Asy-Syaikh Sulaiman ar-Ruhaili -hafizhahullah-
(Dosen Islamic University of Madinah An-Nabawiyyah KSA)

Insya Allah akan diselenggarakan pada:
Selasa, 3 Agustus 2010
Pukul 08.00 WIB s.d. Selesai
Bertempat di Islamic Center Bin Baz, Bantul

Gratis, terbuka untuk umum
Putra dan Putri

Informasi:
0812.274.5704 (Ustadz Abu Sa’ad -hafizhahullah-)
Penyelenggara:
Islamic Center Bin Baz Yogyakarta

Bingkisan Menyambut Ramadhan (Ceramah Agama & Bimbingan Kesehatan Selama Ramadhan)

Download Audio:

Menyambut Ramadhan

Marhaban ya Romadlon, mari sambut bulan penuh berkah,  ampunan dan pahala tahun ini dengan ilmu yang benar dan amalan yang ikhlas. Berikut ini kami sajikan rangkaian kajian seputar Romadlon bersama ustadz-ustadz tepercaya disertai bimbingan kesehatan selama Ramadhan.

1. MUQODDIMAH

2. FIQH ROMADLON
Panduan Amal Romadlon Ust Arif Fathul Uluum : Materi 1 || Materi 2
Panduan Romadlon  Ust Abu Isa Abdullloh : Kajian || Kajian 2 || Tanya Jawab

3. TANYA JAWAB
SMS Berjawab Romadlon Ust Kholid Syamhudi

4. ADAB SHIYAM

5. KESEHATAN PUASA Bersama dr. Arif Hendrawan

6. AKHIR ROMADLON
Panduan Sholat IED Ust Rahmat Supriyadi Lc

Sumber: SuaraQuran.com
http://salafiyunpad.wordpress.com/2010/07/23/mp3ceramah-ramadhan/

MENELADANI RASULULLAH SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WASALLAM DALAM BERPUASA DAN BERHARI RAYA


Kajian Ilmiah & Bedah Buku:
MENELADANI RASULULLAH SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WASALLAM 
DALAM BERPUASA DAN BERHARI RAYA
karya:
Syaikh ‘Ali bin Hasan bin ‘Ali al-Halabi
Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali

Pembicara :  Ust. Abu Yahya Badrusalam, Lc (Alumnus Univ. Islam Madinah)
Hari/Tgl       :  Jum’at, 25 Sya’ban 1431 H / 6 Agustus 2010 M
Waktu         :  13.30 – 17.30 WIB
Tempat       :  Aula Utama Masjid Ukhuwah Islamiyah Kampus Baru UI Depok, Jawa Barat

Diselenggarakan oleh:
Forum Remaja Masjid Mahasiswa UI

sumber ;
http://abangdani.wordpress.com

Dauroh Islam 19 dan 20 Sya’ban 1431 H

info kajian

http://www.radiorodja.com/

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Segala puji dan Syukur hanya untuk Allah ta’ala, Shalawat dan salam kepada nabi yang mulia Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam,keluarga,shahabat, tabi’in dan taabi’ut taabi’iin serta ummatnya hingga akhir zaman.
Radio Rodja dan Masjid Al-Barkah Insya Allah akan menyelenggarakan  kembali Dauroh 2  hari, dengan penjelasan sebagai berikut :
Hari          : Sabtu dan Ahad , 19 – 20 Sya’ban 1431 H/ 31 Juli & 1 Agustus 2010
Waktu      : 09.00 WIB – Ashar
Tempat   :  Masjid Al-Barkah Jl. Pahlawan Kp. Tengah Cileungsi  samping  studio radio Rodja.

Dengan jadwal Sebagai berikut  :
Sabtu, 19 Sya’ban 1431

09.00 -  Dzuhur      :    Ustadz  DR. Muhammad Arifin Badri,MA
Pembahasan :
Prinsip-prinsip Jual Beli Dalam Islam
13.00  -  Ashar         :  Ustadz  Abu Abdul Muhsin Firanda Lc,
Pembahasan  :
11 Tipe-tipe Suami,  Syarah Hadits Ummu Zar’in
Ahad, 20 Sya’ban 1431
09.00 – Dzuhur      :  Ustadz  Zaenal Abidin Syamsudin Lc,
Pembahasan :
Meluruskan Penyimpangan Menjelang Bulan Ramadhan
13.00  -  Ashar      :   Ustadz  Badrusalam Lc,
Pembahasan  :
Rahasia diBalik  Keutamaan Amal

Dauroh 2 Hari ini GRATIS dan terbuka untuk UMUM
Informasi  : 021-70736543  dan  021 68577402 (maaf tidak melayani SMS)

PEMBANGUNAN MASJID & PESANTREN

Masjid dan pesantren 2010

Masjid di Jurang jero, Sadan, Kebumen, Jawa Tengah

Masjid diKemalang, Klaten, Jawa Tengah

Masjid di Jurug, Panggang, G. kidul, DIY

Masjid di Kemejing, Gunung Kidul, DIY

Masjid di Kubang, Sadang, Kebumen

Masjid Izzul Islam, Jagapura, Brebes, Jateng

Mojosari, Mojokerto, Jawa Timur

PP. Riyadush Shalihin, Pandeglang, Jawa Barat

 Nglipar kidul, Gunung Kidul, DIY

Padangratu, Lampung

Masjid di Pekayen, Plalangan, Ponorogo, Jawa Timur

Waylima, Pesawaran, Lampung

Masjid di Sobron, Kartasura, Jawa Tengah

Masjid di Tambun, Bekasi, Jawa Barat

Masjid di Ringinpitu, Sragi, Pekalongan, Jateng

Seseorang akan Mencocoki Kebiasaan Teman Karibnya

Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Rumaysho.Com

sahabat
Sesungguhnya seseorang akan mencocoki kebiasaan sahabat dekatnya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”
 (HR. Abu Daud no. 4833, Tirmidzi no. 2378, Ahmad 2/344, dari Abu Hurairah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shohihul Jaami’ 3545).

Al Ghozali rahimahullah mengatakan, “Bersahabat dan bergaul dengan orang-orang yang pelit, akan mengakibatkan kita tertular pelitnya. Sedangkan bersahabat dengan orang yang zuhud, membuat kita juga ikut zuhud dalam masalah dunia. Karena memang asalnya seseorang akan mencontoh teman dekatnya.” (Tuhfatul Ahwadzi, 7/42)

Zuhud adalah meninggalkan berbagai hal yang dapat melalaikan dari mengingat Allah ( Abu Sulaiman Ad Daroni. Disebutkan oleh Abu Nu’aim Al Ashbahani dalam Hilyatul Awliya’, 9/258)

Faedah di pagi hari, 22 Rajab 1431 H (05/07/2010)
Artikel www.rumaysho.com
Muhammad Abduh Tuasikal

(Petuah Abu Qilabah), Balasan Karena Tingkahmu Sendiri

Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Rumaysho.Com
Faedah Ilmu
Muhammad Abduh Tuasikal
abu qilabahKetahuilah bahwa perilaku seseorang terhadap diri kita dalam setiap aspek kehidupan adalah balasan atas perilaku kita sendiri. Jika kita sering berperilaku baik kepada orang lain, maka kita pun akan diperlakukan demikian. Ketika kita sering mempersulit orang lain, maka begitu pula kita akan sering mendapati kesulitan. Jika tingkah kita sering menipu atau suka melalaikan amanat, maka demikianlah orang lain akan bersikap pada kita.

Abu Qilabah, salah seorang ulama' berpetuah:
البِرُّ لاَ يَبْلَى وَالذَّنْبُ لاَ يُنْسَى وَالدَّيَّانُ لاَ يَمُوتُ، اعْمَلْ مَا شِئْتَ كَمَا تَدِيْنُ تُدَانُ
"Kebajikan itu tak kan pernah usang, dosa tak kan pernah dilupakan, sedangkan Allah Maha Pembalas tak kan pernah mati. Lakukanlah apa yang engkau suka. Sebagaimana engkau berperilaku, maka demikianlah balasan yang akan engkau rasakan."

Diriwayatkan oleh ‘Abdurrozaq dan Al Baihaqi dalam Az Zuhud dari Abu Qilabah secara mursal. Dikeluarkan oleh Ahmad dalam Az Zuhud dari Abu Qilabah dari Abud Darda secara mauquf, yaitu perkataan sahabat Abud Darda. Lihat Jaami’ul Ahadits, Jalaluddin As Suyuthi, 11/169, Asy Syamilah.

Saatnya mengintrospeksi diri ...

Faedah di pagi hari, 17 Rajab 1431 H (30/06/2010)
Artikel www.rumaysho.com



Alam desa di pegunungan

Gunung Merapi, Magelang

kebun bawang merah di Magelang, Jawa Tengah

Rumah sederhana di desa..., naik-turun gunung...

Sawah dan kebun di kaki Merapi... memanjakan mata

Sejuk nan hijau..... Alhamdulillah

Masya Alloh.... tenang, damai dan berselimut kabut

Ikutilah!

Kajian Islamiyah :

28 Juli 2010

Terbuka untuk Umum

Indahnya Islam

[Ba’da Ashar sampai pukul 17.00 WIB]

Nasihat Penuntut Ilmu

[Ba’da Isya’ sampai pukul 21.00 WIB]
Bersama :  Ustadz Abdulloh Zein, Lc
Tempat :

Masjid Ar-Ridho

Perumahan Bukit Kencana Jaya, Meteseh, Tembalang, Semarang (lihat peta)
Penyelenggara :
Takmir Masjid Ar-Ridho
Madrasah Imam Ahmad bin Hambal Semarang
Informasi :
(024) 70243601 : Akh Hasan
081802479652 : Abu Abdirrahman
Pengadaan Tanah Wakaf Madrasah Imam Ahmad bin Hanbal Semarang
Kepada Yang Terhormat : Saudaraku Para Muhsinin

Madrasah Imam Ahmad bin Hanbal adalah lembaga pengajaran Islam dan Bahasa Arab, yang dikuatkan dengan akta notaris H.M. Mawardi Muzamil, SH.MM No.1 Tahun 2008 dan berkedudukan di Jl. Sapta Prasetya Utara No.16 Pedurungan Kidul-50192, phone (024) 70571201, Semarang.

Terselenggaranya pengajaran (sejak 2002) adalah sebagai jawaban atas tuntutan kebutuhan belajar bagi generasi Islam dilingkungan kota Semarang dan sekitarnya tentang dien Islam secara benar, ditengah-tengah maraknya dakwah firqoh-firqoh yang menyesatkan. Untuk itu kami telah memfokuskan pengajaran pada 3 (tiga) pokok tujuan yakni :
(1) Mengarahkan generasi Islam untuk senantiasa ikhlas didalam agamanya dengan berbekal ilmu naafi’ dan amal sholeh;
(2) Memberikan pemahaman dasar tentang dien Islam dengan pemahaman yang benar diatas jalannya para salafus sholeh rodliyallahu’anhum;
(3) memberi bimbingan untuk menguasai bahasa arab fushhah sebagai bekal dasar memahami kitabullah dan sunnah Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa salam serta kitab-kitab dar para ahlul ilmi.
Segala puji bagi Allah ta’ala yang telah memudahkan segala urusan kami sehingga saat ini Madrasah Imam Ahmad bin Hanbal, dengan fasilitas minim yang kami miliki ternyata telah berumur 8 (delapan) tahun, dengan lebih dari 100 santri (berbagai usia dan latar belakang) yang bersemangat tinggi dan secara istiqomah menuntut ilmu di halaqoh-halaqoh kami yang terbagi di beberapa tempat, yakni (Halaqoh Pedurungan, Puspowarno, Gunungpati, dan Ungaran).
Secara umum perkembangan Madrasah Imam Ahmad bin Hanbal ini sangat menggembirakan bagi kami. Semakin hari semakin bertambah para santri yang istiqomah belajar pada halaqoh-halaqoh kami dan semakin banyak pula pihak-pihak yang dapat mengambil faedah-faedah. Hingga pada suatu kondisi, kami merasakan bahwasanya tersedianya fasilitas tempat belajar yang cukup dan memadai telah menjadi suatu kebutuhan yang sangat mendesak.
Tersedianya tempat belajar yang cukup dan memadai Insya Allah akan berdampak pada proses belajar-mengajar yang lebih baik, terpusat, dan membuka kesempatan yang lebih besar kepada generasi Islam dikota Semarang untuk masuk dan belajar di Madrasah Imam Ahmad bin Hanbal, serta memberi kemudahan pada berabagai pihak untuk dapat mengambil faedah dari fokus pengajaran yang kami lakukan.
Alhamdulillah, menyikapi hal tersebut, Madrasah Imam Ahmad bin Hanbal tengah merencanakan untuk memusatkan seluruh kegiatannya pada satu lokasi yang terintegrasi, yang meliputi Masjid, lokal belajar dan sarana pendukung da’wah lainnya dengan kebutuhan lahan setidak-tidaknya seluas 1.000 m2 – 4.000 m2. Rencana tersebut telah kami mulai dengan jalan mengumpulkan infaq dan wakaf dari para santri sesuai kemampuannya dan Insya Allah akan terus kami lakukan pengumpulan dana hingga jumlah yang cukup untuk terpenuhinya kebutuhan pengadaan tanah tersebut.
Pada kesempatan ini, kami Panitia Pengadaan Tanah Wakaf Madrasah Imam Ahmad bin Hanbal Semarang menginformasikan dan membuka kesempatan kepada Bapak/Ibu/Saudara para muhsinin untuk turut serta beramal jariyah dengan infaq/sodhaqoh/memberikan wakaf bagi terealisasinya pengadaan tanah Madrasah Imam Ahmad bin Hanbal tersebut.

Kepada saudaraku para muhsinin yang berniat dapat menyalurkannya melalui Panitia Pengadaan Tanah Wakaf Madrasah Imam Ahmad bin Hanbal Semarang atau
langsung melalui rekening No.: 9176 095 599 Bank Muamalat Kantor Cabang Ungaran a/n Eko Budi Prayitno.

Semarang, Januari 2010/1431 H
PANITIA PENGADAAN TANAH WAKAF
MADRASAH IMAM AHMAD BIN HANBAL SEMARANG

‘Ikrimah, Bekas Budak yang Menjadi Pakar Tafsir

Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat | Rumaysho.Com
ikrimah. pakar tafsir
Imam Abu Hanifah lebih senang mempelajari kisah-kisah para ulama dibanding menguasai bab fiqih. Beliau rahimahullah mengatakan, “Kisah-kisah para ulama dan duduk bersama mereka lebih aku sukai daripada menguasai beberapa bab fiqih. Karena dalam kisah mereka diajarkan berbagai adab dan akhlaq luhur mereka.” Nama beliau adalah ‘Ikrimah Al Qurosyi Al Hasyimi, bekas budak Ibnu ‘Abbas. Nama kunyah[1] beliau adalah Abu ‘Abdillah. Asal beliau dari Barbar, penduduk Maghrib. Beliau termasuk golongan tabi’in pertengahan. Beliau adalah seorang pakar tafsir terkemuka.[2] ‘Ikrimah memiliki sanad dari Ibnu ‘Amr, Ibnu ‘Abbas, Abu Sa’id, Abu Hurairah, Al Husain bin ‘Ali dan ‘Aisyah.

Dari Kholid As Sikhtiyani, dari ‘Ikrimah, beliau mengatakan, “Aku telah bertemu dengan ratusan sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di masjid ini (Masjid Nabawi).”
Ketika sahabat yang mulia Ibnu ‘Abbas –radhiyallahu ‘anhuma- meninggal dunia ‘Ikrimah masih menjadi seorang budak. Lalu Kholid bin Yazid bin Mu’awiyah membelinya dari ‘Ali bin ‘Abdullah bin ‘Abbas (anak Ibnu ‘Abbas). Kholid membelinya seharga 4000 dinar. Kemudian berita ini pun sampai pada ‘Ikrimah. Lantas ‘Ikrimah bersegera mendatangi ‘Ali –anak Ibnu ‘Abbas-, lalu berkata, “Apakah engkau menjual ilmu ayahmu sebesar 4000 dinar?” Kemudian ‘Ali menyerahkan ‘Ikrimah pada Kholid. Kholid pun akhirnya memerdekakan ‘Ikrimah.
Keadaan ‘Ikrimah Ketika Belajar dengan Ibnu ‘Abbas
Agar mau belajar Al Qur’an dan hadits, ‘Ikrimah dipaksa oleh Ibnu ‘Abbas dengan cara kakinya diikat.
Dari Az Zubair bin Al Khirrit –seorang tabi’in junior-, dari ‘Ikrimah, beliau mengatakan, “Ibnu ‘Abbas membelenggu kakiku, lalu beliau mengajariku Al Qur’an dan hadits Nabi.”
Penilaian Para Ulama Terhadap ‘Ikrimah
Dari Jabir bin Zaid –seorang tabi’in-, beliau mengatakan, “’Ikrimah adalah bekas budak Ibnu ‘Abbas. Dia adalah orang yang paling berilmu di antara manusia saat ini.”
Asy Sya’bi –seorang tabi’in- mengatakan, “Tidak ada manusia yang lebih memahami Kitabullah (Al Qur’an) selain ‘Ikrimah.”
Qotadah As Sadusi –seorang tabi’in- mengatakan, “Orang yang paling memahami tafsir di antara manusia saat ini adalah ‘Ikrimah.”
Nasehat Berharga dari ‘Ikrimah
Beliau memiliki nasehat agar kita bisa memiliki akhlaq yang mulia karena akhlaq mulia adalah landasan Islam. Ibrahim mengatakan dari ayahnya bahwa ‘Ikrimah berkata,
لِكُلِّ شَيْءٍ أَسَاسٌ، وَأَسَاسُ الإِسْلاَمِ الخُلْقُ الحَسَنُ.
Segala sesuatu memiliki landasan (asas). Sedangkan asas Islam adalah husnul khuluq (akhlaq yang luhur).”
Wafat Beliau
‘Ikrimah meninggal dunia di Madinah dalam usia 80 tahun. Beliau meninggal tahun 104 H. Ada pula yang mengatakan bahwa beliau meninggal tahun 105, 106, atau 107 H.
Ketika beliau meninggal dunia, manusia pun mengatakan, “Orang yang paling faqih dan paling berilmu telah meninggal dunia.”
[Diolah dari Shifatush Shofwah, Ibnul Jauziy, 2/103-105, Darul Ma’rifah, Beirut, cetakan kedua, tahun 1399 H]
Muhammad Abduh Tuasikal
Diselesaikan ba’da shalat Zhuhur, di Panggang - Gunung Kidul, 20 Dzulhijah 1430 H

Kisah Menakjubkan Tentang Sabar dan Syukur Kepada Allah

http://firanda.com
pantaiBagi orang yang sering mengamati isnad hadits maka nama Abu Qilabah bukanlah satu nama yang asing karena sering sekali ia disebutkan dalam isnad-isnad hadits, terutama karena ia adalah seorang perawi yang meriwayatkan hadits dari sahabat Anas bin Malik yang merupakan salah seorang dari tujuh sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu nama Abu Qilabah sering berulang-ulang seiring dengan sering diulangnya nama Anas bin Malik. Ibnu Hibban dalam kitabnya Ats-Tsiqoot menyebutkan kisah yang ajaib dan menakjubkan tentangnya yang menunjukan akan kuatnya keimanannya kepada Allah.
Nama beliau adalah Abdullah bin Zaid Al-Jarmi salah seorang dari para ahli ibadah dan ahli zuhud yang berasal dari Al-Bashroh. Beliau meriwayatkan hadits dari sahabat Anas bin Malik dan sahabat Malik bin Al-Huwairits –radhiallahu 'anhuma- . Beliau wafat di negeri Syam pada tahun 104 Hijriah pada masa kekuasaan Yazid bin Abdilmalik.
Abdullah bin Muhammad berkata, "Aku keluar menuju tepi pantai dalam rangka untuk mengawasi (menjaga) kawasan pantai (dari kedatangan musuh)…tatkala aku tiba di tepi pantai tiba-tiba aku telah berada di sebuah dataran lapang di suatu tempat (di tepi pantai) dan di dataran tersebut terdapat sebuah kemah yang di dalamnya terdapat seseorang yang telah buntung kedua tangan dan kedua kakinya, dan pendengarannya telah lemah serta matanya telah rabun. Tidak satu anggota tubuhnyapun yang bermanfaat baginya kecuali lisannya, orang itu berkata, "Ya Allah, tunjukilah aku agar aku bisa memujiMu sehingga aku bisa menunaikan rasa syukurku atas kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau anugrahkan kepadaku dan Engkau sungguh telah melebihkan aku diatas kebanyakan makhluk yang telah Engkau ciptakan""
Abdullah bin Muhammad berkata, "Demi Allah aku akan mendatangi orang ini, dan aku akan bertanya kepadanya bagaimana ia bisa mengucapkan perkataan ini, apakah ia faham dan tahu dengan apa yang diucapkannya itu?, ataukah ucapannya itu merupakan ilham yang diberikan kepadanya??.
Maka akupun mendatanginya lalu aku mengucapkan salam kepadanya, lalu kukatakan kepadanya, "Aku mendengar engkau berkata "Ya Allah, tunjukilah aku agar aku bisa memujiMu sehingga aku bisa menunaikan rasa syukurku atas kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau anugrahkan kepadaku dan Engkau sungguh telah melebihkan aku diatas kebanyakan makhluk yang telah Engkau ciptakan", maka nikmat manakah yang telah Allah anugrahkan kepadamu sehingga engkau memuji Allah atas nikmat tersebut??, dan kelebihan apakah yang telah Allah anugrahkan kepadamu hingga engkau menysukurinya??"
Orang itu berkata, "Tidakkah engkau melihat apa yang telah dilakukan oleh Robku kepadaku?, demi Allah, seandainya Ia mengirim halilintar kepadaku hingga membakar tubuhku atau memerintahkan gunung-gunung untuk menindihku hingga menghancurkan tubuhku, atau memerintahkan laut untuk menenggelamkan aku, atau memerintahkan bumi untuk menelan tubuhku, maka tidaklah hal itu kecuali semakin membuat aku bersyukur kepadaNya karena Ia telah memberikan kenikmatan kepadaku berupa lidah (lisan)ku ini. Namun, wahai hamba Allah, engkau telah mendatangiku maka aku perlu bantuanmu, engkau telah melihat kondisiku. Aku tidak mampu untuk membantu diriku sendiri atau mencegah diriku dari gangguan, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku memiliki seorang putra yang selalu melayaniku, di saat tiba waktu sholat ia mewudhukan aku, jika aku lapar maka ia menyuapiku, jika aku haus maka ia memberikan aku minum, namun sudah tiga hari ini aku kehilangan dirinya maka tolonglah engkau mencari kabar tentangya –semoga Allah merahmati engkau-". Aku berkata, "Demi Allah tidaklah seseorang berjalan menunaikan keperluan seorang saudaranya yang ia memperoleh pahala yang sangat besar di sisi Allah, lantas pahalanya lebih besar dari seseorang yang berjalan untuk menunaikan keperluan dan kebutuhan orang yang seperti engkau". Maka akupun berjalan mencari putra orang tersebut hingga tidak jauh dari situ aku sampai di suatu gudukan pasir, tiba-tiba aku mendapati putra orang tersebut telah diterkam dan di makan oleh binatang buas, akupun mengucapkan inna lillah wa inna ilaihi roji'uun. Aku berkata, "Bagaimana aku mengabarkan hal ini kepada orang tersebut??". Dan tatkala aku tengah kembali menuju orang tersebut, maka terlintas di benakku kisah Nabi Ayyub ‘alaihissalam. Tatkala aku menemui orang tersbut maka akupun mengucapkan salam kepadanya lalu ia menjawab salamku dan berkata, "Bukankah engkau adalah orang yang tadi menemuiku?", aku berkata, "Benar". Ia berkata, "Bagaimana dengan permintaanku kepadamu untuk membantuku?". Akupun berkata kepadanya, "Engkau lebih mulia di sisi Allah ataukah Nabi Ayyub ‘alaihissalam?", ia berkata, "Tentu Nabi Ayyub ‘alaihissalam ", aku berkata, "Tahukah engkau cobaan yang telah diberikan Allah kepada Nabi Ayyub?, bukankah Allah telah mengujinya dengan hartanya, keluarganya, serta anaknya?", orang itu berkata, "Tentu aku tahu". Aku berkata, "Bagaimanakah sikap Nabi Ayyub dengan cobaan tersebut?", ia berkata, "Nabi Ayyub bersabar, bersyukur, dan memuji Allah". Aku berkata, "Tidak hanya itu, bahkan ia dijauhi oleh karib kerabatnya dan sahabat-sahabatnya", ia berkata, "Benar". Aku berkata, "Bagaimanakah sikapnya?", ia berkata, "Ia bersabar, bersyukur dan memuji Allah". Aku berkata, "Tidak hanya itu, Allah menjadikan ia menjadi bahan ejekan dan gunjingan orang-orang yang lewat di jalan, tahukah engkau akan hal itu?", ia berkata, "Iya", aku berkata, "Bagaimanakah sikap nabi Ayyub?", ia berkata, "Ia bersabar, bersyukur, dan memuji Allah, lagsung saja jelaskan maksudmu –semoga Allah merahmatimu-!!". Aku berkata, "Sesungguhnya putramu telah aku temukan di antara gundukan pasir dalam keadaan telah diterkam dan dimakan oleh binatang buas, semoga Allah melipatgandakan pahala bagimu dan menyabarkan engkau". Orang itu berkata, "Segala puji bagi Allah yang tidak menciptakan bagiku keturunan yang bermaksiat kepadaNya lalu Ia menyiksanya dengan api neraka", kemudian ia berkata, "Inna lillah wa inna ilaihi roji'uun", lalu ia menarik nafas yang panjang lalu meninggal dunia. Aku berkata, "Inna lillah wa inna ilaihi roji'uun", besar musibahku, orang seperti ini jika aku biarkan begitu saja maka akan dimakan oleh binatang buas, dan jika aku hanya duduk maka aku tidak bisa melakukan apa-apa[1]. Lalu akupun menyelimutinya dengan kain yang ada di tubuhnya dan aku duduk di dekat kepalanya sambil menangis. Tiba-tiba datang kepadaku empat orang dan berkata kepadaku "Wahai Abdullah, ada apa denganmu?, apa yang telah terjadi?". Maka akupun menceritakan kepada mereka apa yang telah aku alami. Lalu mereka berkata, "Bukalah wajah orang itu, siapa tahu kami mengenalnya!", maka akupun membuka wajahnya, lalu merekapun bersungkur mencium keningnya, mencium kedua tangannya, lalu mereka berkata, "Demi Allah, matanya selalu tunduk dari melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah, demi Allah tubuhnya selalu sujud tatkala orang-orang dalam keadaan tidur!!". Aku bertanya kepada mereka, "Siapakah orang ini –semoga Allah merahmati kalian-?", mereka berkata, Abu Qilabah Al-Jarmi sahabat Ibnu 'Abbas, ia sangat cinta kepada Allah dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu kamipun memandikannya dan mengafaninya dengan pakaian yang kami pakai, lalu kami menyolatinya dan menguburkannya, lalu merekapun berpaling dan akupun pergi menuju pos penjagaanku di kawasan perbatasan. Tatkala tiba malam hari akupun tidur dan aku melihat di dalam mimpi ia berada di taman surga dalam keadaan memakai dua lembar kain dari kain surga sambil membaca firman Allah
}سَلامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ{ (الرعد:24)
"Keselamatan bagi kalian (dengan masuk ke dalam surga) karena kesabaran kalian, maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu." (QS. 13:24)
Lalu aku berkata kepadanya, "Bukankah engkau adalah orang yang aku temui?", ia berkata, "Benar", aku berkata, "Bagaimana engkau bisa memperoleh ini semua", ia berkata, "Sesungguhnya Allah menyediakan derajat-derajat kemuliaan yang tinggi yang tidak bisa diperoleh kecuali dengan sikap sabar tatkala ditimpa dengan bencana, dan rasa syukur tatkala dalam keadaan lapang dan tentram bersama dengan rasa takut kepada Allah baik dalam keadaan bersendirian maupun dalam kaeadaan di depan khalayak ramai"
Penulis: Firanda Andirja
Artikel www.firanda.com
---------------------
[1] Hal ini karena biasanya daerah perbatasan jauh dari keramaian manusia, dan kemungkinan Abdullah tidak membawa peralatan untuk menguburkan orang tersebut, sehingga jika ia hendak pergi mencari alat untuk menguburkan orang tersebut maka bisa saja datang binatang buas memakannya, Wallahu a'lam