PBB mengatakan rata-rata dari sepuluh anak Somalia di bawah usia lima tahun meninggal di kamp pengungsi Ethiopia Kobe setiap hari.
Badan pengungsi PBB (UNHCR) mengatakan Selasa kemarin (16/8) bahwa jumlah rata-rata kematian membentang kembali ke bulan Juni, yang berarti setidaknya 500 anak telah meninggal di kamp pengungsi dalam waktu kurang dari dua bulan, Reuters melaporkan.
Adrian Edwards, juru bicara kantor UNHCR, mengatakan bahwa kekurangan gizi merupakan penyebab utama kematian, menambahkan bahwa wabah campak juga meningkat tinggi.
Lebih dari 29.000 anak di bawah usia lima tahun mati kelaparan selama tiga bulan terakhir di Somalia selatan, laporan mengatakan.
Ron Redmond, juru bicara UNHCR di ibukota Nairobi Kenya, mengatakan orang tua dari keluarga yang tiba di Ethiopia tidak memiliki informasi tentang bagaimana merawat anak-anak mereka yang kekurangan gizi, sehingga hal ini menjadi alasan lain meningkatnya angka kematian.
"Para orang tua telah diberitahu bahwa mereka perlu untuk mempertahankan pemberian makanan tambahan kepada anak-anak mereka tetapi mereka tidak selalu melakukannya," kata Redmond
Kamp Kobe Ethiopia dibuka pada Juni lalu untuk para pengungsi yang kelaparan dan melarikan diri dari konflik Somalia, jumlahnya telah mencapai kapasitas 25.000 dalam satu bulan.(fq/prtv)
Badan pengungsi PBB (UNHCR) mengatakan Selasa kemarin (16/8) bahwa jumlah rata-rata kematian membentang kembali ke bulan Juni, yang berarti setidaknya 500 anak telah meninggal di kamp pengungsi dalam waktu kurang dari dua bulan, Reuters melaporkan.
Adrian Edwards, juru bicara kantor UNHCR, mengatakan bahwa kekurangan gizi merupakan penyebab utama kematian, menambahkan bahwa wabah campak juga meningkat tinggi.
Lebih dari 29.000 anak di bawah usia lima tahun mati kelaparan selama tiga bulan terakhir di Somalia selatan, laporan mengatakan.
Ron Redmond, juru bicara UNHCR di ibukota Nairobi Kenya, mengatakan orang tua dari keluarga yang tiba di Ethiopia tidak memiliki informasi tentang bagaimana merawat anak-anak mereka yang kekurangan gizi, sehingga hal ini menjadi alasan lain meningkatnya angka kematian.
"Para orang tua telah diberitahu bahwa mereka perlu untuk mempertahankan pemberian makanan tambahan kepada anak-anak mereka tetapi mereka tidak selalu melakukannya," kata Redmond
Kamp Kobe Ethiopia dibuka pada Juni lalu untuk para pengungsi yang kelaparan dan melarikan diri dari konflik Somalia, jumlahnya telah mencapai kapasitas 25.000 dalam satu bulan.(fq/prtv)