![]() |
Masjid yang menanti Anda ...
PEMBANGUNAN MASJID & PESANTREN
Masjid dan pesantren 2010 Masjid di Jurang jero, Sadan, Kebumen, Jawa Tengah Masjid diKemalang, Klaten, Jawa Tengah Masjid di Jurug, Pan...
Saat Hidayah Tiba
Download Audio: Kisah Yang Menajubkan, Ambillah Pelajaran
Dikisahkan adalah seorang pemuda Yaman yang tinggal di Jeddah bersama keluarganya, sering meninggalkan sholat, berani kepada orang tua dan banyak berbuat maksiat. Karena kebiasaan buruknya tersebut, Alloh Ta’ala mendatangkan adzabnya. Karena suatu kecelakaan lehernya patah dan dia menjadi lumpuh total. Tetapi dengan sebab ini, pemuda tadi menjadi orang yang bertaubat, berdakwah dan menasehati manusia agar tidak mengalami seperti dirinya. Pemuda itu adalah Ustadz Abdullloh Bani’mah, usia beliau sekarang 36 tahun, giat berdakwah bersama Ust Fariq di kota Jeddah Saudi Arabia. Simak kisah selengkapnya, semoga kita termasuk orang-orang yang bisa mengambil pelajaran.
Kisah Menakjubkan_ Ust Fariq Gasim
Mp3 | 1:46 | 12MB |
Sumber: Radio Suara Qur’an 94,4 FM
Software Menghapal Al-Qur’an
Software: Al-Qur’an Mua’llim oleh Mahmud Khalil Al-Hushari (Memudahkan Anda Menghapal Al-Qur’an)
by http://warisansalaf.wordpress.com
Murottal Pengajaran Al-Qur’an
Syaikh Mahmud Khalil Al-Hushari
Hadiah untuk Anda, Mushaf Mu’allim oleh Syaikh Mahmud bin Khalil Al-Hushari Rahimahullah. Disusun oleh Kementerian Wakaf Mesir dan Dewan Tertinggi Urusan Islam, Republik Arab Mesir. Program ini dibuat untuk memudahkan anda menghafal Alquran Al-Karim.Kapasitas: 479,96 MB
Link Download
Silahkan
Tidak diperkenankan mendownload software apa saja dari blog kami ini untuk tujuan komersial.
Jika ada link yang tidak berfungsi segera hubungi kami….Kami sarankan segera download software ini, dikhawatirkan link download akan dihapus oleh pihak penyedia atau pemilik server…
Mereka yang Mabuk Kekuasaan
http://muslim.or.id
Dakwah, sebuah tugas mulia yang diemban oleh para pengikut nabi yang setia. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah: Inilah jalanku, aku mengajak kepada Allah di atas landasan bashirah/ilmu, inilah jalanku dan orang-orang yang setia mengikutiku. Maha suci Allah, aku bukan termasuk orang-orang musyrik.” (QS. Yusuf: 108).
Bahkan, kita pun tahu bahwa jalan dakwah merupakan jalannya orang-orang yang beruntung, orang-orang yang selamat dari kerugian. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Demi masa, sesungguhnya semua orang benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasehati dalam kebenaran (berdakwah) dan saling menasehati untuk menetapi kesabaran.” (QS. al-‘Ashr: 1-3)
Namun, satu hal yang perlu diingat pula oleh setiap orang yang menisbatkan dirinya kepada dakwah yang agung ini, bahwa dakwah para nabi dan rasul di sepanjang jaman tidak pernah mengalami perubahan asas dan tujuan. Sebagaimana telah ditegaskan oleh Allah -yang telah mengutus mereka- di dalam firman-Nya (yang artinya), “Sungguh, Kami telah mengutus kepada setiap umat, seorang rasul yang menyerukan; sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” (QS. an-Nahl: 36).
Artinya, dakwah tauhid dan pemberantasan syirik merupakan agenda utama dakwah yang sama sekali tidak boleh disepelekan, apalagi dianggap tidak relevan atau isu masa silam yang sudah ketinggalan jaman[?!]
Kita semua ingat, tidaklah mulia suatu kaum -di sisi Allah, meskipun tampak hina di mata manusia- kecuali karena tauhid, ketakwaan, dan komitmen mereka terhadap ajaran Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya agama yang sah di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran: 19). Allah ‘azza wa jalla juga berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang mencari agama selain Islam maka tidak akan diterima darinya, dan di akherat kelak dia pasti termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (QS. Ali Imran: 85). Allah tabaraka wa ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertakwa.” (QS. al-Hujurat: 15).
Sebab tauhid, keimanan dan bimbingan al-Qur’an itulah yang menjadi pondasi kebaikan umat manusia. Yang dengannya mereka hidup dan bahagia, yang dengannya mereka akan bisa merasakan indahnya surga. Allah jalla dzikruhu menyatakan (yang artinya), “Tidaklah mereka diperintahkan melainkan supaya beribadah kepada Allah dengan ikhlas dalam menjalankan agama secara lurus,…” (QS. al-Bayyinah: 5).
Allah ta’ala juga berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya maka sungguh dia akan mendapatkan kemenangan yang sangat besar.” (QS. al-Ahzab: 71).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah akan mengangkat kedudukan sebagian kaum karena Kitab ini dan menghinakan yang lain juga karenanya.” (HR. Muslim)
Maka sungguh amat menyedihkan, apabila ada sebagian golongan umat ini yang berjuang mengatasnamakan dakwah dan Islam kemudian menyingkirkan agenda besar umat Islam yaitu dakwah tauhid dan sunnah serta pemberantasan syirik dan bid’ah demi meraih kursi dan jabatan. Subhanallah!
Tidak layak bagi mereka untuk mencatut firman Allah –yang mengisahkan ucapan Nabi Syu’aib ‘alaihis salam- (yang artinya), “Tiada yang kuinginkan melainkan melakukan perbaikan selama aku masih berkemampuan…” (QS. Huud: 88).
Wahai saudaraku -fillah- dakwah macam apakah ini? Mengorbankan agama demi mendapatkan ceceran kesenangan dunia dan fatamorgana… Kembalilah kepada Allah dan Rasul-Nya, kembalilah kepada para ulama Rabbani pengikut pemahaman generasi utama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersegeralah melakukan amal-amal sebelum datangnya terpaan fitnah laksana potongan-potongan malam yang gelap gulita, sehingga membuat seorang yang pada pagi harinya beriman namun pada sore harinya berubah menjadi kafir, atau sorenya beriman namun pagi hari kemudian menjadi kafir. Dia rela menjual agamanya demi mendapatkan kesenangan dunia.” (HR. Muslim).
Dakwah, sebuah tugas mulia yang diemban oleh para pengikut nabi yang setia. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah: Inilah jalanku, aku mengajak kepada Allah di atas landasan bashirah/ilmu, inilah jalanku dan orang-orang yang setia mengikutiku. Maha suci Allah, aku bukan termasuk orang-orang musyrik.” (QS. Yusuf: 108).
Bahkan, kita pun tahu bahwa jalan dakwah merupakan jalannya orang-orang yang beruntung, orang-orang yang selamat dari kerugian. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Demi masa, sesungguhnya semua orang benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasehati dalam kebenaran (berdakwah) dan saling menasehati untuk menetapi kesabaran.” (QS. al-‘Ashr: 1-3)
Namun, satu hal yang perlu diingat pula oleh setiap orang yang menisbatkan dirinya kepada dakwah yang agung ini, bahwa dakwah para nabi dan rasul di sepanjang jaman tidak pernah mengalami perubahan asas dan tujuan. Sebagaimana telah ditegaskan oleh Allah -yang telah mengutus mereka- di dalam firman-Nya (yang artinya), “Sungguh, Kami telah mengutus kepada setiap umat, seorang rasul yang menyerukan; sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” (QS. an-Nahl: 36).
Artinya, dakwah tauhid dan pemberantasan syirik merupakan agenda utama dakwah yang sama sekali tidak boleh disepelekan, apalagi dianggap tidak relevan atau isu masa silam yang sudah ketinggalan jaman[?!]
Kita semua ingat, tidaklah mulia suatu kaum -di sisi Allah, meskipun tampak hina di mata manusia- kecuali karena tauhid, ketakwaan, dan komitmen mereka terhadap ajaran Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya agama yang sah di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran: 19). Allah ‘azza wa jalla juga berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang mencari agama selain Islam maka tidak akan diterima darinya, dan di akherat kelak dia pasti termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (QS. Ali Imran: 85). Allah tabaraka wa ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertakwa.” (QS. al-Hujurat: 15).
Sebab tauhid, keimanan dan bimbingan al-Qur’an itulah yang menjadi pondasi kebaikan umat manusia. Yang dengannya mereka hidup dan bahagia, yang dengannya mereka akan bisa merasakan indahnya surga. Allah jalla dzikruhu menyatakan (yang artinya), “Tidaklah mereka diperintahkan melainkan supaya beribadah kepada Allah dengan ikhlas dalam menjalankan agama secara lurus,…” (QS. al-Bayyinah: 5).
Allah ta’ala juga berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya maka sungguh dia akan mendapatkan kemenangan yang sangat besar.” (QS. al-Ahzab: 71).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah akan mengangkat kedudukan sebagian kaum karena Kitab ini dan menghinakan yang lain juga karenanya.” (HR. Muslim)
Maka sungguh amat menyedihkan, apabila ada sebagian golongan umat ini yang berjuang mengatasnamakan dakwah dan Islam kemudian menyingkirkan agenda besar umat Islam yaitu dakwah tauhid dan sunnah serta pemberantasan syirik dan bid’ah demi meraih kursi dan jabatan. Subhanallah!
Tidak layak bagi mereka untuk mencatut firman Allah –yang mengisahkan ucapan Nabi Syu’aib ‘alaihis salam- (yang artinya), “Tiada yang kuinginkan melainkan melakukan perbaikan selama aku masih berkemampuan…” (QS. Huud: 88).
Wahai saudaraku -fillah- dakwah macam apakah ini? Mengorbankan agama demi mendapatkan ceceran kesenangan dunia dan fatamorgana… Kembalilah kepada Allah dan Rasul-Nya, kembalilah kepada para ulama Rabbani pengikut pemahaman generasi utama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersegeralah melakukan amal-amal sebelum datangnya terpaan fitnah laksana potongan-potongan malam yang gelap gulita, sehingga membuat seorang yang pada pagi harinya beriman namun pada sore harinya berubah menjadi kafir, atau sorenya beriman namun pagi hari kemudian menjadi kafir. Dia rela menjual agamanya demi mendapatkan kesenangan dunia.” (HR. Muslim).
Aplikasi Al-Qur’an Gratis
Pocket Qur’an : Aplikasi Al-Qur’an Gratis untuk HP Anda
http://mumtazanas.wordpress.comBerikut ini beberapa daftar software AlQuran untuk gadget Anda ;
Palm:
- Besar file: 256.1 kb
- Jenis File: zip
- Download link : http://www.pocketquran.com/PalmQuran.zip
- Besar File: 820.5 kb
- Jenis File: zip
- Download link: http://www.pocketquran.com/PocketQuran.zip
- Besar File: 289.3 kb
- Jenis File: zip
- Download link: http://www.pocketquran.com/PocketQuranSP.zip
- Besar File: 252.3 kb
- Jenis File: zip
- Download link: http://www.pocketquran.com/PocketQuranS60.zip
- Besar File: 253.2 kb
- Jenis File: zip
- Download link: http://www.pocketquran.com/PocketQuran9200.zip
- Besar File: 251.6 kb
- Jenis File: zip
- Download link: http://www.pocketquran.com/PocketQuranUIQ.zip
- Besar File: 265.7 kb
- Jenis File: zip
- Download link: http://www.pocketquran.com/PocketQuranS90.zip
- Besar File: 303.7 kb
- Jenis File: zip
- Download link: http://www.pocketquran.com/PocketQuran-j2me.zip
- Besar File: 269.7 kb
- Jenis File: zip
- Download link: http://www.pocketquran.com/PocketQuran-BB.zip
Untuk Versi Java dapat berjalan baik di layar beresolusi 128×128 pixels(ex motorola C380)
Selamat Mencoba!
patung Yesus di Ohio disambar petir
http://theclearsunnah.wordpress.com
And what the statue looks like now after the lightning strike…
Dan bagaimana penampakan patung itu setelah sambaran petir ...
6-story Jesus statue in Ohio struck by lightning 6-cerita patung Yesus di Ohio disambar petir
MONROE, Ohio – A six-story statue of Jesus Christ was struck by lightning and burned to the ground, leaving only a blackened steel skeleton and pieces of foam that were scooped up by curious onlookers Tuesday.Monroe, Ohio - enam-kisah patung Yesus Kristus yang disambar petir dan terbakar habis, hanya menyisakan kerangka baja hitam dan potongan-potongan busa yang dipungut oleh penonton yang penasaran Selasa.
The “King of Kings” statue, one of southwest Ohio's most familiar landmarks, had stood since 2004 at the evangelical Solid Rock Church along Interstate 75 in Monroe, just north of Cincinnati. The patung "Raja segala Raja", salah satu dari landmark di Ohio barat daya yang paling dikenal, telah berdiri sejak tahun 2004 di Gereja evangelis Rock Solid di sepanjang Interstate 75 di Monroe, tepat di utara Cincinnati.
The lightning strike set the statue ablaze around 11:15 pm Monday, Monroe police dispatchers said. Sambaran kilat membakar patung sekitar 11:15 Senin, kata polisi Monroe dispatcher. The sculpture, about 62 feet tall and 40 feet wide at the base, showed Jesus from the torso up and was nicknamed Touchdown Jesus because of the way the arms were raised, similar to a referee signaling a touchdown.
Patung, tinggi sekitar 62 m dan lebar 40 kaki di dasar, menggambarkan Yesus dari batang tubuh dan dijuluki Touchdown Yesus karena cara lengan terangkat, mirip dengan wasit pensinyalan touchdown.
It was made of plastic foam and fiberglass over a steel frame, which is all that remained Tuesday.
Patung itu terbuat dari busa plastik dan fiberglass dengan rangka baja, yang ada tetap Selasa.
The nickname is the same used for a famous mural of the resurrected Jesus that overlooks the Notre Dame football stadium.
Nama panggilan yang sama digunakan untuk mural terkenal dari Yesus dibangkitkan bahwa mengabaikan stadion sepak bola Notre Dame.
The fire spread from the statue to an adjacent amphitheater but was confined to the attic area, and no one was injured, police Chief Mark Neu said.
Penyebaran api dari patung itu ke amfiteater berdekatan tetapi terbatas pada daerah loteng, dan tak ada yang terluka, kata Kepala polisi Mark Neu.
Estimated damage from the fire was set at $700,000 — $300,000 for the statue and $400,000 for the amphitheater, Fire Capt. Richard Mascarella said Tuesday. Perkiraan kerusakan dari kebakaran itu ditetapkan sebesar $ 700,000 - $ 300,000 untuk patung dan $ 400.000 untuk amfiteater, Kapten pemadam kebakaran Richard Mascarella mengatakan Selasa.
The Ohio State Highway Patrol was at the scene Tuesday to prevent traffic jams and potential accidents from motorists stopping along the highway to take photographs. The Ohio State Highway Patrol berada di TKP Selasa untuk mencegah kemacetan lalu lintas dan kecelakaan potensial dari pengendara yang berhenti di sepanjang jalan raya untuk mengambil foto.
The patrol began issuing citations about 4 pm Tuesday to motorists for stopping on the side of the highway, dispatcher Adam Brown said. Patroli itu mulai mengeluarkan kutipan sekitar jam 4 Selasa sore bagi pengendara untuk berhenti di sisi jalan raya, operator Adam Brown mengatakan.
The number of gawkers coupled with construction had slowed I-75 traffic in the area to a crawl, the state Highway Patrol said. Jumlah gawkers digabungkan dengan konstruksi telah diperlambat I-75 lalu lintas di wilayah itu merangkak, negara Highway Patrol kata.
Some people were scooping up pieces of the statue's foam from the nearby pond to take home with them, said church co-pastor Darlene Bishop.
Beberapa orang meraup potongan-potongan patung busa dari kolam terdekat untuk dibawa pulang dengan mereka, kata co-pastor gereja Darlene Bishop.
“This meant a lot to a lot of people,” she said.
"Ini berarti banyak bagi banyak orang," katanya.
Keith Lewis, of nearby Middletown, arrived at the church around 7 am Tuesday to photograph the remains for his wife.
Keith Lewis, dari Middletown di dekatnya, tiba di gereja sekitar 07:00 Selasa pagi untuk foto tetap untuk istrinya.
Lewis said he had viewed the statue as both an oddity and an inspiration.
Lewis mengatakan telah melihat patung itu sebagai keanehan dan inspirasi.
Cassie Browning, a church member from Dayton, said she was driving home when she saw smoke and noticed the statue was missing. Cassie Browning, seorang anggota gereja dari Dayton, kata dia sedang dalam perjalanan pulang ketika ia melihat asap dan melihat patung itu hilang.
Travelers on I-75 often were startled to come upon the huge statue by the roadside, but many said America needs more symbols like it. Wisatawan di I-75 tiba-tiba terkejut datang atas patung besar di tepi jalan, tapi banyak kata Amerika membutuhkan simbol lebih seperti itu.
So many people stopped at the church campus that church officials had to build a walkway to accommodate them.
Begitu banyak orang berhenti di kampus gereja yang pejabat gereja harus membangun jalan setapak untuk menampung mereka.
Bishop said the statue will be rebuilt. Uskup mengatakan patung itu akan dibangun kembali.
“It will be back, but this time we are going to try for something fireproof,” she said.
"Ini akan kembali, tapi kali ini kita akan mencoba sesuatu yang tahan api," katanya.
The 4,000-member, nondenominational church was founded by Bishop and her husband, former horse trader Lawrence Bishop.
Para anggota, 4.000 gereja nondenominasional didirikan oleh Uskup dan suaminya, mantan Uskup Lawrence pedagang kuda.
Lawrence Bishop said in 2004 he was trying to help people, not impress them, with the statue.
Uskup Lawrence mengatakan pada tahun 2004 dia berusaha membantu orang, tidak terkesan mereka, dengan patung.
He said his wife proposed the Jesus figure as a beacon of hope and salvation.
Dia mengatakan istrinya yang diusulkan sosok Yesus sebagai mercusuar harapan dan keselamatan.
http://news.yahoo.com/s/ap/us_lightning_strikes_jesus_statue
——————- -------
Commentary: Komentar:
Think, O Christian, may Allah guide you to the straight path, if you consider Jesus Christ to be God, then why would he destroy his own statue?
Pikirkan, Orang Kristen, semoga Allah membimbing Anda ke jalan yang lurus, jika Anda menganggap Yesus Kristus sebagai Allah, maka mengapa ia menghancurkan patung sendiri?
Would he not be proud of those who built it?
Apakah ia tidak bangga dengan orang-orang yang membangunnya?
Would he not marvel over it?
Apakah ia tidak heran atas itu?
And those who consider Jesus to be the son of God, think…
Dan orang-orang yang menganggap Yesus sebagai anak Allah, berpikir ...
If he is the son of God, would He (God) not feel proud of a statue built for his son?
Jika ia adalah anak Allah, akan Dia (Allah) tidak merasa bangga dengan patung dibangun untuk anaknya?
If God was pleased with the concept that you cling to so dearly (Jesus being the son of God), then why would He destroy an icon that calls to that message?
Jika Allah senang dengan konsep bahwa Anda berpegang teguh kepada begitu mahal (Yesus adalah anak Allah), maka mengapa Dia menghancurkan sebuah ikon yang memanggil pesan tersebut?
Ponder over this… renungkan ini ...
Penerjemah ke 41 Bahasa
Software Gratis: Penerjemah ke 41 Bahasa Dunia
on April 3, 2010 by http://warisansalaf.wordpress.com
Segera Download, software gratis penerjemah ke sekitar 41 bahasa dunia.
Program ini berstandar Google.translate. Walaupun terkadang hasil terjemahan google agak membingungkan terkhusus terjemahan dari bahasa arab ke bahasa indonesia namun begitu program ini sangat membantu kita, minimal kita masih bisa meraba maksud sebuah kalimat asing….Catatan: Program ini hanya berfungsi jika komputer kita terhubung dengan internet.
Kelebihan:
Kelebihannya banyak sekali….Link Download
Silahkan
Software yang ada diblog ini tidak boleh digunakan untuk hal-hal yang dilarang agama dan negara.
An Amazing Story – Trust in Allah
http://abdurrahmanorg.wordpress.com
Al Haafidh ibn Rajab mentioned in the commentary of the tabiqaat of Al Hanaabila (196/1) in the biography of Al Qaadi Abi Bakr Muhammad Abdul Al Baaqi Al Bazzaz who died in the year 535 from the migration of the Messenger of ALLAH, peace and blessing be upon him. Sheik Saalih Abu Al Qaasim Al Khazaz Al Bagdadi said, “I heard Al Qaadi Abi Bakr Muhammad Abdul Al Baaqi Al Bazzaz Al Ansaari say”…
Al Hafidh bin Rajab menyebutkan dalam komentar tabiqaat Al Hanaabila (196 / 1) dalam biografi Al Qadhi Abi Bakar Muhammad Abdul Al Baaqi Al Bazzaz yang meninggal pada tahun 535 setelah hijrah Rasul ALLAH , Shalallohu'alaihi wassalam. Syekh Saalih Abu Al Qaasim Al Khazaz Al Bagdadi berkata, "Aku mendengar Al Qadhi Abi Bakar Muhammad Abdul Al Baaqi Al Bazzaz Al Ansaari mengatakan" ...
I used to live in the vicinity of Mecca, may ALLAH the Exalted protect it, so one day I was stricken with severe hunger and I did not find anything to fight against this hunger. So I found a bag made from silk, tied with a tassel that was also made from silk, so I grabbed it and took it to my house. When I unfasten it I found in it a necklace made from pearl such that I had not seen the like of it before. So when I exited my house I saw an old man that was seeking this bag. With him was a torn rag containing five hundred dinar and he was saying, “This is for the one who returns to me the bag containing the pearls.” So I said, “I am in need, I am hungry, so I will take this money and benefit from it and return to him the bag”. So I said to him, “Come to me”, so I took him and brought him to my home. So he gave me the description of the bag, and the description of the tassel, and the description of the pearls along with their number, and the description of the thread that fasten it. So I removed it from the bag and gave it to him, so he gave me the five hundred dinar, but I did not take it. Then I said to him, “It is incumbent upon me to return this to you and I will not take any reward for it.” He said to me, “You must take it”, and he persisted in this, but I would not take it from him so he left me and went about his way.Al Hafidh bin Rajab menyebutkan dalam komentar tabiqaat Al Hanaabila (196 / 1) dalam biografi Al Qadhi Abi Bakar Muhammad Abdul Al Baaqi Al Bazzaz yang meninggal pada tahun 535 setelah hijrah Rasul ALLAH , Shalallohu'alaihi wassalam. Syekh Saalih Abu Al Qaasim Al Khazaz Al Bagdadi berkata, "Aku mendengar Al Qadhi Abi Bakar Muhammad Abdul Al Baaqi Al Bazzaz Al Ansaari mengatakan" ...
Aku dulu tinggal di sekitar Mekkah, semoga ALLAH Ta'ala melindunginya, suatu hari saya mengalami kelaparan yang parah dan aku tidak menemukan apa pun untuk memerangi kelaparan ini. Maka saya menemukan sebuah tas yang terbuat dari sutera, diikat dengan rumbai yang juga terbuat dari sutra, jadi aku mengambilnya dan membawanya ke rumah saya. Ketika saya membuka tas itu saya menemukan di dalamnya sebuah kalung terbuat dari mutiara yang belum pernah aku lihat semisal ini sebelumnya. Lalu, ketika saya keluar rumah, saya melihat seorang lelaki tua yang sedang mencari tas ini. Dia membawa seikat kain usang berisi lima ratus dinar dan ia berkata, "Ini untuk orang yang mengembalikan kepada saya tas berisi mutiara" Maka saya berkata (dalam hati), "Saya orang yang membutuhkan..., aku lapar, jadi saya akan mengambil uang ini dan imbalan darinya dan mengembalikan tas itu kepadanya ". Jadi aku berkata kepadanya, "Kemari bersamaku", jadi aku mengajak dia dan membawanya ke rumahku. Lalu dia memberitahu saya gambaran tas, dan deskripsi rumbai, dan deskripsi dari mutiara bersama dengan jumlahnya, serta gambaran benang yang mengikatnya. Kemudian aku mengambil tas itu dan memberikannya, maka dia memberi saya lima ratus dinar, tetapi aku tidak mengambilnya. Lalu aku berkata kepadanya, "Adalah kewajiban saya untuk mengembalikan tas ini kepada Anda dan saya tidak akan mengambil hadiah apapun untuk itu" Dia berkata padaku, "Anda harus menerimanya.", Dan ia tetap memaksa, tapi aku tidak mengambilnya dari dia, maka dia meninggalkanku dan pergi ke jalan.
As for me, I didn’t have anything so I left Mecca and began sailing in the sea. So the ship tore apart and everyone aboard it drowned and their wealth was destroyed. I was saved by holding onto a piece of the ship. So I remained for a time period in the sea not knowing where I was going. I then arrived at an island that was inhabited by people. I sat in some of the masjids and the people heard me reading, and there did not remain anyone on the island except that he came to me and said, “Teach me the Koran”, so I acquired from the people a lot of wealth. Then I saw in the masjid some paper from a Mushaf, so I took it and began to read it.Sedangkan diriku, aku tidak memiliki sesuatupun maka aku tinggalkan Mekkah dan mulai berlayar di laut. Maka kapal itu pecah dan semua orang tenggelam dan harta mereka hancur. Aku diselamatkan dengan (sebab) berpegangan pada sebuah potongan kapal. Maka aku (terdampar) selama beberapa waktu di lautan tanpa tahu kemana akan pergi. Kemudian aku tiba di sebuah pulau yang telah didiami orang. Aku duduk di sebuah masjid dan orang-orang mendengar saya membaca, dan di sana tidak ada seorangpun di pulau kecuali ia datang kepadaku dan berkata, "Ajarkan saya" Alquran, jadi aku memperoleh dari orang-orang banyak benda. Lalu aku melihat Al Qura'an di masjid beberapa dari Mushaf, jadi aku mengambilnya dan mulai membacanya.
They said to me, “Do you have good handwriting?” I said yes. So they said, “Teach me handwriting”. So they came to me with their children from amongst the small kids and the young men and I used to teach them. I acquired from this also, a lot of wealth.Mereka berkata padaku, "Apakah Anda memiliki tulisan tangan yang baik" kataku ya. Maka mereka berkata, "Ajari aku menulis". Jadi mereka datang kepadaku bersama anak-anak mereka mulai dari anak-anak kecil dan anak-anak muda dan saya dimanfaatkan untuk mengajar mereka. Aku juga memperoleh dari hal ini banyak barang.
After this they said to me, “We have a young orphan girl who has some things from the dunya, (worldly wealth) we would like for you to marry her. I refused, but they said, “It is a must!” And they made this incumbent upon me, so I agreed. After they married her to me, I turned my glance toward her and I found that exact same necklace hanging around her neck! At this time I did not busy myself with anything except staring at this necklace. So they said to me, “Oh Sheik! You have broken this young orphan girl’s heart by looking at this necklace, and you have not even looked at her. So I relayed to them the story of the necklace. So they screamed and yelled out, “There is no deity worthy of worship except ALLAH, ALLAHU AKBAR, until it reached everyone on the island. So I said, “What is with you?” They said, “The old man that took the necklace from you is the father of this young girl.” He used to say, “I have not found in the dunya (world) a Muslim (what is meant here is a trustworthy, kindhearted, one who knows the rights of found property) except the one who returned to me this necklace.” And he used to make dua (supplication) saying, “Oh ALLAH, join me and him together so that I may marry him to my daughter”, and now it has happened. So I remained with her for a time period and I was provided with two sons by her. Then she passed away, so I inherited the necklace, me and my two sons. Then my two sons died, therefore the necklace became mine. So I sold the necklace for one hundred thousand dinar, and the money that you see me with now is what is left over from that money.
Setelah itu mereka berkata padaku, "Kami memiliki seorang gadis yatim piatu yang memiliki beberapa hal dari dunia ini, (kekayaan duniawi) kami ingin Anda menikahinya. Aku menolak, tetapi mereka berkata, "Ini adalah suatu keharusan" Dan mereka mewajibkannya atas diri saya, jadi saya setuju. Setelah mereka menikahkan gadis itu untukku, saya melirik - berbalik ke arahnya dan saya menemukan kalung yang sama persis menggantung di lehernya! Saat ini aku tidak menyibukkan diri dengan apa pun kecuali menatap kalung itu. Jadi mereka berkata padaku, "Oh Sheik! Anda telah mematah hati anak yatim piatu ini dengan melihat kalung ini, dan Anda bahkan belum menatapnya. Jadi Saya sampaikan kepada mereka kisah kalung itu. Jadi, mereka berteriak dan berteriak, "Tidak ada yang berhak disembah kecuali ALLAH, Allahu Akbar, sampai kabar tersebar ke semua orang di pulau itu. Jadi aku berkata, "Ada apa dengan Anda ?" Mereka menjawab, "Orang tua yang mengambil kalung itu dari Anda adalah ayah dari gadis muda ini" Dia selalu berkata, "Aku tidak menemukan seorang muslim di dunia ( dimaksudkan di sini adalah yang dapat dipercaya, baik hati, orang yang mengetahui hak-hak barang temuan) kecuali orang yang mengembalikan kalung ini kepada saya. "Dan dia telah berdoa (permohonan)," Ya ALLAH, gabungkanlah antara saya dan dia sehingga saya bisa menikahkannya dengan putri saya", dan sekarang telah terjadi. Jadi aku tetap bersamanya untuk beberapa lama dan saya diberikan dua putra dengan dia. Lalu ia meninggal, jadi aku mewarisi kalung itu, saya dan dua putraku. Kemudian dua putra saya meninggal, maka kalung itu menjadi milikku. Jadi aku menjual kalung itu untuk seratus ribu dinar, dan uang yang Anda lihat bersama saya sekarang adalah apa yang tersisa dari uang itu.Taken from: http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=11&Topic=3927
Al-Qur’an digital
http://warisansalaf.wordpress.com
Software: Al-Qur’an Syamilah (4 Qori’, Tafsir, Tajwid, Pencarian, dll)
on Maret 28, 2010 by warisansalaf
Keunggulan:
- Dikemas dalam 3 bahasa (arab, inggris, dan Perancis)
- Bacaan Al-Qur’an 30 Juz oleh 4 Qori’ ternama (Ali Hudzaifi, Sudais dan Syuraim, Ahmad Al-’Ajmi, dan Sa’d Al-Ghomidi)
- Tersedia 4 tafsir Al-Qur’an dan Asbabun Nuzul
- Do’a khatam Al-Qur’an oleh 4 qori’ diatas.
- Tambahan beberapa surat Juz ‘Amma pilihan oleh 5 qori’ unggulan (Musyari, Muhaisini, Qohthoni, Asy-Syatiri, Al-Mathrud)
- Hukum-hukum tajwid
- Program tahfizh (untuk tujuan menghafal bisa mengulang-ulang ayat yang anda inginkan dari qori’ yang tersedia diatas).
- Pencarian ayat yang anda inginkan.
- Anda bisa berpindah dari surat kelainnya, atau ayat, atau halaman mushaf.
- Dan beberapa keunggulan lainnya.
Penting…
File ini dibagi menjadi 12 bagian. Anda harus berhasil mengunduh kesemuanya kemudian di kestrak kedalam satu folder.Link Download
Dibagi menjadi 12 bagian, pilih salah satu link dibawah ini:http://www.mediafire.com
zshare (dalam satu link 594.58MB)
Mushaf Madinah Gratis
http://warisansalaf.wordpress.com/
Contoh hasil paste in word
Aplikasi Mushaf Madinah khusus komputer yang disusun oleh Pihak Percetakan Al-Qur’an milik Raja Fahd di Madinah, Dzahran, Arab Saudi, untuk kepentingan Kompleks Percetakan Alquran di Madinah milik Raja Fahd . Aplikasi ini akan dibagikan gratis di semua bagian dunia untuk menyebarkan Al-Quranul Karim.
Pertama: Download Mushaf Madinah dalam satu link (67MB) Klik di sini, kemudian instal program dari folder yang Anda men-download perangkat lunak untuk itu.
Kedua: Download Mushaf Madinah untuk publikasi Komputer terfragmentasi:
A – Download bagian pertama (8MB)
B – Bagian II .. Download (56MB)
C – Gabungkanlah dua bagian diatas dalam satu folder.
D – Install program dari folder di mana bagian dikumpulkan dan ikuti instruksi.
Catatan Penting: tidak akan bekerja dengan benar jika program tersebut tidak mengeksekusi instruksi di atas.
Program ini Khusus Windows, adapun untuk Apple Macintosh masih dalam perampungan oleh pihak penyedia.
Kunjungi Situs Percetakan al-quran raja Fahd versi Indonesia:
http://qurancomplex.com/default.asp?l=ind
Software Syar’i: Mushaf Madinah Gratis,
Menulis dengan Teks Al-Qur’an Madinah
Posted on Mei 8, 2010 by warisansalaf
Contoh hasil paste in word
Aplikasi Mushaf Madinah khusus komputer yang disusun oleh Pihak Percetakan Al-Qur’an milik Raja Fahd di Madinah, Dzahran, Arab Saudi, untuk kepentingan Kompleks Percetakan Alquran di Madinah milik Raja Fahd . Aplikasi ini akan dibagikan gratis di semua bagian dunia untuk menyebarkan Al-Quranul Karim.
Link Download
Untuk men-download program ini, gunakan salah satu pilihan berikut, tergantung pada kecepatan koneksi internet yang tersedia bagi Anda: -Pertama: Download Mushaf Madinah dalam satu link (67MB) Klik di sini, kemudian instal program dari folder yang Anda men-download perangkat lunak untuk itu.
Kedua: Download Mushaf Madinah untuk publikasi Komputer terfragmentasi:
A – Download bagian pertama (8MB)
B – Bagian II .. Download (56MB)
C – Gabungkanlah dua bagian diatas dalam satu folder.
D – Install program dari folder di mana bagian dikumpulkan dan ikuti instruksi.
Catatan Penting: tidak akan bekerja dengan benar jika program tersebut tidak mengeksekusi instruksi di atas.
Program ini Khusus Windows, adapun untuk Apple Macintosh masih dalam perampungan oleh pihak penyedia.
Kunjungi Situs Percetakan al-quran raja Fahd versi Indonesia:
http://qurancomplex.com/default.asp?l=ind
Saudariku, Aku Menggugah Rasa Malumu,...
http://www.raudhatulmuhibbin.org
Judul Asli: I Appeal to Your Sense of Shame My Muslim Sister, Will You Not Respond?
Penulis: Nawaal Bint Abdullah
Penerbit: Al-Haramain Foundation
Halaman: v + 13 hal pdf
E-Book yang berikut ini adalah sebuah jeritan pilu dari seorang Muslimah, yang menyaksikan kemunduran yang terus-menerus menimpa saudarinya. Sebuah keprihatinan yang mendalam, ketika menyaksikan betapa banyak kaum Muslimah yang terjerat pada tipu daya dan propaganda yang dilancarkan oleh musuh-musuh Islam untuk merusak kehormatan mereka. Betapa cepat dan mudahnya keburukan menerpa, kerusakan menimpa, ketika pakaian malu telah ditanggalkan.
Sebuah tulisan singkat yang sangat menggugah, yang didalamnya berisi nasihat bagi wanita Muslimah, untuk mempertahankan kehormatannya dan kembali mengenakan perhiasan malu, karena sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam: "Malu itu adalah baik keseluruhannya." (HR Muslim)
Semoga bermanfaat!
Menjaga pandangan mata
Menjaga pandangan mata dari memandang hal-hal yang diharamkan oleh Allah merupakan akhlak yang mulia, bahkan Rasulullah r menjamin masuk surga bagi orang-orang yang salah satu dari sifat-sifat mereka dalah menjaga pandangan.
Abu Umamah berkata,”Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اُكْفُلُوا لِي بِسِتٍ أَكْفُلْ لَكُمْ بِالْجَنَّةِ, إِذَا حَدَّثَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَكْذِبْ, وَ إِذَا اؤْتُمِنَ فَلاَ يَخُنْ, وَ إِذَا وَعَدَ فَلاَ يُخْلِفْ, غُضُّوْا أَبْصَارَكُمْ, وَكُفُّوْا أَيْدِيَكُمْ, وَاحْفَظُوْا فُرُوْجَكُمْ
“Berilah jaminan padaku enam perkara, maka aku jamin bagi kalian surga. Jika salah seorang kalian berkata maka janganlah berdusta, dan jika diberi amanah janganlah berkhianat, dan jika dia berjanji janganlah menyelisihinya, dan tundukkanlah pandangan kalian, cegahlah tangan-tangan kalian (dari menyakiti orang lain), dan jagalah kemaluan kalian.”[2]
Bahkan orang jahiliyahpun mengetahui bahwa menjaga pandangan adalah akhlak yang mulia. Berkata ‘Antarah bin Syaddad seorang penyair di zaman jahiliyah:
وَأَغُضُّ طَرْفِي مَا بَادَتْ لِي جَارَتِي حَتَّى يُوَارِيَ جَارَتِي مَأْوَاهَا
“Dan akupun terus menundukkan pandanganku tatkala tampak istri tetanggaku sampai masuklah dia ke rumahnya”[3]
Syaikh Abdurrazzaq bin Abdilmuhsin Al-'Abbad –Hafidzohumulloh- berkata,”Inilah salah satu akhlak mulia yang dipraktekkan oleh orang pada zaman jahiliyah, namun yang sangat memprihatinkan justru kaum muslimin di zaman sekarang meninggalkannya.”
Abu Umamah berkata,”Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اُكْفُلُوا لِي بِسِتٍ أَكْفُلْ لَكُمْ بِالْجَنَّةِ, إِذَا حَدَّثَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَكْذِبْ, وَ إِذَا اؤْتُمِنَ فَلاَ يَخُنْ, وَ إِذَا وَعَدَ فَلاَ يُخْلِفْ, غُضُّوْا أَبْصَارَكُمْ, وَكُفُّوْا أَيْدِيَكُمْ, وَاحْفَظُوْا فُرُوْجَكُمْ
“Berilah jaminan padaku enam perkara, maka aku jamin bagi kalian surga. Jika salah seorang kalian berkata maka janganlah berdusta, dan jika diberi amanah janganlah berkhianat, dan jika dia berjanji janganlah menyelisihinya, dan tundukkanlah pandangan kalian, cegahlah tangan-tangan kalian (dari menyakiti orang lain), dan jagalah kemaluan kalian.”[2]
Bahkan orang jahiliyahpun mengetahui bahwa menjaga pandangan adalah akhlak yang mulia. Berkata ‘Antarah bin Syaddad seorang penyair di zaman jahiliyah:
وَأَغُضُّ طَرْفِي مَا بَادَتْ لِي جَارَتِي حَتَّى يُوَارِيَ جَارَتِي مَأْوَاهَا
“Dan akupun terus menundukkan pandanganku tatkala tampak istri tetanggaku sampai masuklah dia ke rumahnya”[3]
Syaikh Abdurrazzaq bin Abdilmuhsin Al-'Abbad –Hafidzohumulloh- berkata,”Inilah salah satu akhlak mulia yang dipraktekkan oleh orang pada zaman jahiliyah, namun yang sangat memprihatinkan justru kaum muslimin di zaman sekarang meninggalkannya.”
Proposal Bakti Sosial “Kesabaran dan Kemurahan Hati untuk Membantu Sesama”.
Proposal Bakti Sosial “Kesabaran dan Kemurahan Hati untuk Membantu Sesama”.
http://muslim.or.id
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dengan memiliki sifat yang mulia ini yaitu selalu memandang orang di bawahnya dalam masalah dunia, seseorang akan merealisasikan syukur dengan sebenarnya.
Maka Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari (YPIA) Yogyakarta bekerjasama dengan Lembaga Sosial Al Qois merasa tergerak dengan keadaan saudara kita sesama muslim yang keadaannya berada di bawah kita dengan mengadakan Bakti Sosial “Kesabaran dan Kemurahan Hati untuk Membantu Sesama”. Dengan diadakannya Bakti Sosial ini kami berharap dapat meringankan sedikit beban yang ditanggung mereka, sehingga mereka bisa menikmati makanan sebagaimana yang kita makan, bisa menikmati pakaian sebagaimana yang kita pakai, dan bisa memenuhi kebutuhan sebagaimana ketika kita mempunyai uang.
BENTUK KEGIATAN
Bentuk Kegiatan Bakti Sosial ini berupa pembagian sembako, pakaian layak pakai, uang tunai, dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak mampu di Desa Nglarang, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Dan terdapat selingan Tausiyah Agama Islam yang disampaikan oleh Ustadz.
http://muslim.or.id
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dengan memiliki sifat yang mulia ini yaitu selalu memandang orang di bawahnya dalam masalah dunia, seseorang akan merealisasikan syukur dengan sebenarnya.
Maka Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari (YPIA) Yogyakarta bekerjasama dengan Lembaga Sosial Al Qois merasa tergerak dengan keadaan saudara kita sesama muslim yang keadaannya berada di bawah kita dengan mengadakan Bakti Sosial “Kesabaran dan Kemurahan Hati untuk Membantu Sesama”. Dengan diadakannya Bakti Sosial ini kami berharap dapat meringankan sedikit beban yang ditanggung mereka, sehingga mereka bisa menikmati makanan sebagaimana yang kita makan, bisa menikmati pakaian sebagaimana yang kita pakai, dan bisa memenuhi kebutuhan sebagaimana ketika kita mempunyai uang.
NAMA KEGIATAN
Bakti Sosial “Kesabaran dan Kemurahan Hati untuk Membantu Sesama”.
BENTUK KEGIATAN
Bentuk Kegiatan Bakti Sosial ini berupa pembagian sembako, pakaian layak pakai, uang tunai, dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak mampu di Desa Nglarang, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Dan terdapat selingan Tausiyah Agama Islam yang disampaikan oleh Ustadz.
Pelajaran dari Perang Badar
Pelajaran dari Perang Badar
http://muslim.or.id
Mereka…
Mereka menang bukan karena kekuatan senjata
Mereka menang bukan karena kekuatan jumlah personilnya
Mereka MENANG karena berperang dalam rangka menegakkan kalimat Allah dan membela agamaNya…
Allahu Al Musta’an…
http://muslim.or.id
كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ
“…Betapa banyak golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Qs. Al Baqarah: 249)Mereka…
Mereka menang bukan karena kekuatan senjata
Mereka menang bukan karena kekuatan jumlah personilnya
Mereka MENANG karena berperang dalam rangka menegakkan kalimat Allah dan membela agamaNya…
Allahu Al Musta’an…
Secercah Nasehat ‘Tuk Para Pemuda
Sumber: Situs Buletin Al-Ilmu Jember

Para pembaca, semoga Allah ‘azza wajalla selalu mencurahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Tidak diragukan lagi bahwa manusia yang memiliki fitrah yang suci pasti mencita-citakan kebahagiaan dan ketentraman dalam kehidupannya, terkhusus pada zaman sekarang yang penuh dengan fitnah. Sesuatu yang diharamkan Allah ‘azza wajalla dianggap sebagai sesuatu yang halal, perbuatan yang melanggar norma-norma agama dianggap sebagai hal yang lumrah dan wajar. Masyarakat pun bertambah hari semakin jauh dari bimbingan Allah ‘azza wajalla dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam. Sungguh dalam kondisi seperti ini seorang hamba sangat butuh dengan pertolongan Allah ‘azza wajalla.
Saudaraku seiman…
Merupakan fitrah yang telah Allah jadikan pada diri manusia bahwa kaum lelaki memiliki ketertarikan (kecintaan) kepada kaum wanita dan juga sebaliknya, Allah ‘azza wajalla dalam Al-Qur’an menyatakan (artinya);
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada sesuatu yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (Ali Imran: 14)
Allah ‘azza wajalla memberitakan bahwa kecintaan kepada kenikmatan-kenikmatan dunia tersebut ditampakkan indah dan menarik di mata manusia. Allah ‘azza wajalla menyebutkan beberapa jenis kenikmatan dunia secara khusus, karena ia merupakan ujian yang paling dahsyat, sedangkan yang selainnya mengikuti. Tatkala ia ditampakkan indah dan menarik kepada manusia, kemudian disertai faktor lain yang menghiasinya, maka jiwa-jiwa mereka akan bergantung dengannya. Hati-hati mereka pun akan cenderung kepadanya. (Lihat Taisir Al Karimirrahman, hal. 124)
Dengan demikian Allah ‘azza wajalla telah menjadikan kecenderungan atau kecintaan kepada wanita dalam hati para lelaki dan tertarik ketika melihatnya.
Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan dalam sebuah haditsnya;
مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً هِيَ أَضَرُّ عَلىَ الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
“Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada (fitnahnya) wanita.” (HR. Al Bukhari no. 5096 dan Muslim no. 6880)
Akan tetapi Allah ‘azza wajalla dengan hikmah-Nya memiliki syari’at yang mengatur hubungan keduanya (laki-laki dan wanita). Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh shahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَر وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لمَ ْيَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
“Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian telah mampu untuk menikah, hendaknya bersegera menikah, karena yang demikian itu lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Barangsiapa yang tidak mampu hendaknya dia bershaum (puasa) karena itu adalah pemutus syahwatnya.” (HR. Al Bukhari no. 1905 dan Muslim no. 1400)
Asy Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Alu Bassam hafizhahullah menjelaskan bahwa pengkhususan para pemuda dalam hadits diatas karena kebanyakan yang memiliki syahwat kuat adalah para pemuda, dibanding orang lanjut usia. (Taudhihul Ahkam hal. 214)
Adapun yang dimaksud dengan البَاءَةَ (kemampuan) disini adalah kemampuan untuk menikah baik fisik, maupun harta, berupa pemberian mahar dan nafkah. (Lihat Syarh Bulughul Maram Ibnu ‘Utsaimin)
Sungguh mulianya agama ini, dengan bimbingan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam manusia termulia dan paling bertaqwa yang senantiasa membimbing umatnya agar selamat dari makar syaithan yang berupaya menjerumuskan anak manusia kepada kemaksiatan. Dengan menikah, seseorang dapat meraih ketenangan jiwa serta melahirkan kasih sayang antara laki-laki dan wanita dengan penuh keridhaan Ilahi.
DEFINISI NIKAH
Asy Syaikh Al ‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa nikah secara bahasa artinya berkumpul. Adapun secara istilah syari’at adalah berkumpulnya antara laki-laki dan wanita yang dibangun diatas aturan syari’at yang khusus, berupa akad nikah dan syarat-syarat yang sudah diketahui bersama. (Syarh Bulughul Maram, Kitabun Nikah hal. 419)
Nikah juga bisa diistilahkan dengan sebuah ikatan (akad) antara seorang laki-laki dan wanita yang apabila terpenuhi segala rukun dan syaratnya, maka halal bagi keduanya (untuk bersentuhan atau yang selainnya) dari apa yang dibolehkan dan dihalalkan dalam ketentuan syari’at. Adapun sebelum adanya akad, maka tidak diperbolehkan. Sebagaimana yang dijelaskan Asy Syaikh Abdullah Al Bukhari hafizhahullah.
DISYARI’ATKANNYA NIKAH
Menikah, wahai saudaraku muslim merupakan sunnah yang diajarkan dan ditekankan dalam agama ini. Bahkan, ketika seseorang telah menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh dari agamanya. (Lihat Ash Shahihah 2/199). Menikah juga merupakan sunnah para rasul ‘alaihimussalam terdahulu. Allah ‘azza wajalla berfirman (artinya);
“Sungguh Kami telah mengutus para rasul sebelummu dan Kami jadikan untuk mereka istri-istri dan anak keturunan.” (Ar-Ra’d: 38)
Dalam ayat-Nya yang lain pula Allah ‘azza wajalla memerintahkan para wali (orang tua/wali) untuk menikahkan putra-putrinya yang telah mampu untuk menikah. Allah ‘azza wajalla berfirman (artinya);
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kalian, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahaya (budak) kalian yang lelaki dan hamba-hamba sahaya yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (An-Nur: 32)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai penyampai dan penjelas wahyu ilahi, telah menyampaikan dan menjelaskan tentang sunnah (nikah) tersebut kepada umat ini. Suatu hari datang 3 (tiga) orang kepada istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya tentang ibadah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ketika diberi kabar bagaimana ibadah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sepertinya mereka menganggap sedikit apa yang mereka amalkan. Maka diantara mereka berkata, “Adapun saya, akan shalat malam dan tak akan tidur.” Yang lain berkata, “Aku akan puasa terus menerus dan tak akan berbuka.” Yang lainnya lagi berkata, “Aku tak akan menikahi wanita.” Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang dan diberitahu tentang ucapan mereka ini, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;
أَنْتُمُ الَّذِينَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا، أَمَا وَاللهِ إِنِّي لأَخْشَاكُمْ ِللهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفْطِرُ وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِيْ فَلَيْسَ مِنِّيْ
“Kalian yang berkata demikian dan demikian, ketahuilah aku adalah orang yang paling takut kepada Allah ‘azza wajalla daripada kalian dan yang paling bertaqwa. Akan tetapi aku sholat malam dan tidur, aku berpuasa serta berbuka, dan aku menikahi wanita. Barangsiapa yang membenci sunnahku maka dia bukan golonganku (bukan berada diatas sunnahku dan jalanku).” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
MANFAAT PERNIKAHAN
Merupakan suatu yang mustahil jika Allah ‘azza wajalla Yang Maha Pencipta, Pengatur dan Pemelihara alam semesta ini dan juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai pengemban risalah agama ini memerintahkan sebuah amalan ibadah tanpa ada hikmah dan tujuan. Tidak ada amalan ibadah yang diperintahkan dalam syari’at ini melainkan dibalik itu mengandung manfaat yang besar, termasuk pernikahan. Diantara hikmah dan manfaat pernikahan adalah kesempatan menjalankan perintah Allah ‘azza wajalla dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam, yang hakekatnya merupakan puncak kebahagiaan seorang hamba di dunia dan di akhirat. Selain itu akan terjalin kasih sayang antara suami dan istri yang diridhoi oleh Allah ‘azza wajalla, sebagaimana firman-Nya (artinya);
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikannya diantara kalian rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (Ar-Rum: 21)
Asy Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah berkata ketika menafsirkan ayat diatas, “Maka dengan adanya istri tersebut dapat diraih kenikmatan dan kelezatan dalam hidup, diperoleh kemanfaatan yang besar berupa (lahirnya) anak-anak, adanya pendidikan terhadap mereka, dan diperoleh juga ketenangan hidup bersamanya (istri). Maka tidaklah engkau dapati pada diri seseorang secara umum seperti yang didapati pada sepasang suami istri dalam hal kasih sayang.” (Taisir Al Karimirrahman hal. 639).
Islam telah menjadikan pernikahan sebagai ibadah, sebab dengan pernikahan tersebut seseorang dapat menjaga dirinya dari keburukan fitnah, membatasi pandangan dari hal-hal yang diharamkan. Pernikahan juga dapat menjaga dan membentengi diri seseorang dari syaithan yang selalu mengajak dan menjerumuskan anak adam ke dalam perbuatan keji (zina).
NASEHAT
Wahai para pemuda rahimakumullah…
Ketahuilah, seseorang tidak akan menemukan kekecewaan bila ia menjadikan bimbingan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai prinsip dalam meniti sebuah kehidupan. Karena dengan mengikuti bimbingannya seseorang akan terbimbing untuk menempuh jalan yang lurus, dan tidak akan tersesat. Allah ‘azza wajalla menyatakan (artinya);
“Dan jika kalian menaatinya (Rasulullah) niscaya kalian akan mendapatkan petunjuk” (An-Nur: 54)
Jika engkau sudah mampu untuk menikah, menikahlah karena menikah merupakan perintah Allah ‘azza wajalla dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam. Janganlah seseorang takut dan tidak menikah karena terpengaruh dengan bisikan syaithan dengan dibayangi kesulitan ekonomi dan kemiskinan. Hati-hatilah dari membujang (menahan diri dari menikah) hanya karena khawatir tidak mampu menanggung beban hidup. Bertawakallah kepada Allah ‘azza wajalla dengan disertai ikhtiar, niscaya Allah ‘azza wajalla akan mewujudkan janji-Nya. Sebagaimana dalam firman-Nya (artinya);
“Dan barangsiapa yang bertawakkal (menyandarkan dirinya) kepada Allah niscaya Allah akan cukupkan keperluannya.” (At-Thalaq: 3)
Juga Allah ‘azza wajalla berjanji dalam firman-Nya:
“Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (An-Nuur: 32)
Dalam sebuah hadits, sebagaimana diriwayatkan dari shahabat yang mulia Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;
ثَلاَثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللهِ عزَّ وَجَلَّ عَوْنُهُمْ: اَلْمُكَاتَبُ الَّذِيْ يُرِيْدُ الأَدَاءَ، وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيْدُ العَفَافَ، وَالْمُجَاهِدُ فِي سَبِيْلِ اللهِ.
“Tiga golongan yang Allah pasti akan menolong mereka: budak yang hendak menebus dirinya, seorang yang menikah dengan tujuan menjaga kehormatanya dari perkara-perkara yang diharamkan, dan seorang yang berjihad di jalan Allah.” (HR. An-Nasa’i, Kitabun Nikah, Bab Ma’unatullah An-Nakih Al ladzi Yuridul ‘Afaf, no. 3218, 3120).
Hilangkan bayangan kemiskinan dan kesengsaraan, sebab semua urusan di tangan Allah ‘azza wajalla, Allah akan bukakan jalan keluar dari berbagai kesulitan dalam hidup ini jika kita berusaha sekuat tenaga untuk bertaqwa kepada-Nya. Allah ‘azza wajalla berfirman (artinya);
“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan jadikan untuknya jalan keluar. Dan memberi rizqi dari arah yang tidak disangka-sangka.” (At-Thalaq: 2-3)
Para pemuda, semoga Allah ‘azza wajalla merahmati kita semua. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga telah memberi solusi bagi pemuda yang belum mampu untuk menikah agar ia berpuasa. Dengan berpuasa ia lebih mampu untuk mengendalikan hawa nafsunya, lebih menjaga kehormatan dan pandangannya dari perkara yang diharamkan, sebagaimana disebutkan dalam hadits diatas. Bukan dengan cara-cara yang tidak syar’i, seperti onani, karena yang demikian juga diharamkan.
PENUTUP
Para pembaca yang kami cintai, dengan ini marilah kita bersama-sama berusaha menjadikan petunjuk Allah ‘azza wajalla dan bimbingan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana yang telah di pahami dan dipraktekkan para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagai jalan satu-satunya meraih keselamatan dan kebahagiaan dalam hidup ini. Dengan mengamalkannya, hidup kita akan senantiasa terjaga dan diliputi ridha dari Yang Maha Pencipta, Pemilik, Pengatur dan Pemelihara alam ini.
Wallahu a’lam bish shawaab.
Buletin Islam AL ILMU Edisi: 11/III/VIII/1431
Para pembaca, semoga Allah ‘azza wajalla selalu mencurahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Tidak diragukan lagi bahwa manusia yang memiliki fitrah yang suci pasti mencita-citakan kebahagiaan dan ketentraman dalam kehidupannya, terkhusus pada zaman sekarang yang penuh dengan fitnah. Sesuatu yang diharamkan Allah ‘azza wajalla dianggap sebagai sesuatu yang halal, perbuatan yang melanggar norma-norma agama dianggap sebagai hal yang lumrah dan wajar. Masyarakat pun bertambah hari semakin jauh dari bimbingan Allah ‘azza wajalla dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam. Sungguh dalam kondisi seperti ini seorang hamba sangat butuh dengan pertolongan Allah ‘azza wajalla.
Saudaraku seiman…
Merupakan fitrah yang telah Allah jadikan pada diri manusia bahwa kaum lelaki memiliki ketertarikan (kecintaan) kepada kaum wanita dan juga sebaliknya, Allah ‘azza wajalla dalam Al-Qur’an menyatakan (artinya);
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada sesuatu yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (Ali Imran: 14)
Allah ‘azza wajalla memberitakan bahwa kecintaan kepada kenikmatan-kenikmatan dunia tersebut ditampakkan indah dan menarik di mata manusia. Allah ‘azza wajalla menyebutkan beberapa jenis kenikmatan dunia secara khusus, karena ia merupakan ujian yang paling dahsyat, sedangkan yang selainnya mengikuti. Tatkala ia ditampakkan indah dan menarik kepada manusia, kemudian disertai faktor lain yang menghiasinya, maka jiwa-jiwa mereka akan bergantung dengannya. Hati-hati mereka pun akan cenderung kepadanya. (Lihat Taisir Al Karimirrahman, hal. 124)
Dengan demikian Allah ‘azza wajalla telah menjadikan kecenderungan atau kecintaan kepada wanita dalam hati para lelaki dan tertarik ketika melihatnya.
Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan dalam sebuah haditsnya;
مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً هِيَ أَضَرُّ عَلىَ الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
“Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada (fitnahnya) wanita.” (HR. Al Bukhari no. 5096 dan Muslim no. 6880)
Akan tetapi Allah ‘azza wajalla dengan hikmah-Nya memiliki syari’at yang mengatur hubungan keduanya (laki-laki dan wanita). Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh shahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَر وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لمَ ْيَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
“Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian telah mampu untuk menikah, hendaknya bersegera menikah, karena yang demikian itu lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Barangsiapa yang tidak mampu hendaknya dia bershaum (puasa) karena itu adalah pemutus syahwatnya.” (HR. Al Bukhari no. 1905 dan Muslim no. 1400)
Asy Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Alu Bassam hafizhahullah menjelaskan bahwa pengkhususan para pemuda dalam hadits diatas karena kebanyakan yang memiliki syahwat kuat adalah para pemuda, dibanding orang lanjut usia. (Taudhihul Ahkam hal. 214)
Adapun yang dimaksud dengan البَاءَةَ (kemampuan) disini adalah kemampuan untuk menikah baik fisik, maupun harta, berupa pemberian mahar dan nafkah. (Lihat Syarh Bulughul Maram Ibnu ‘Utsaimin)
Sungguh mulianya agama ini, dengan bimbingan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam manusia termulia dan paling bertaqwa yang senantiasa membimbing umatnya agar selamat dari makar syaithan yang berupaya menjerumuskan anak manusia kepada kemaksiatan. Dengan menikah, seseorang dapat meraih ketenangan jiwa serta melahirkan kasih sayang antara laki-laki dan wanita dengan penuh keridhaan Ilahi.
DEFINISI NIKAH
Asy Syaikh Al ‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa nikah secara bahasa artinya berkumpul. Adapun secara istilah syari’at adalah berkumpulnya antara laki-laki dan wanita yang dibangun diatas aturan syari’at yang khusus, berupa akad nikah dan syarat-syarat yang sudah diketahui bersama. (Syarh Bulughul Maram, Kitabun Nikah hal. 419)
Nikah juga bisa diistilahkan dengan sebuah ikatan (akad) antara seorang laki-laki dan wanita yang apabila terpenuhi segala rukun dan syaratnya, maka halal bagi keduanya (untuk bersentuhan atau yang selainnya) dari apa yang dibolehkan dan dihalalkan dalam ketentuan syari’at. Adapun sebelum adanya akad, maka tidak diperbolehkan. Sebagaimana yang dijelaskan Asy Syaikh Abdullah Al Bukhari hafizhahullah.
DISYARI’ATKANNYA NIKAH
Menikah, wahai saudaraku muslim merupakan sunnah yang diajarkan dan ditekankan dalam agama ini. Bahkan, ketika seseorang telah menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh dari agamanya. (Lihat Ash Shahihah 2/199). Menikah juga merupakan sunnah para rasul ‘alaihimussalam terdahulu. Allah ‘azza wajalla berfirman (artinya);
“Sungguh Kami telah mengutus para rasul sebelummu dan Kami jadikan untuk mereka istri-istri dan anak keturunan.” (Ar-Ra’d: 38)
Dalam ayat-Nya yang lain pula Allah ‘azza wajalla memerintahkan para wali (orang tua/wali) untuk menikahkan putra-putrinya yang telah mampu untuk menikah. Allah ‘azza wajalla berfirman (artinya);
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kalian, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahaya (budak) kalian yang lelaki dan hamba-hamba sahaya yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (An-Nur: 32)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai penyampai dan penjelas wahyu ilahi, telah menyampaikan dan menjelaskan tentang sunnah (nikah) tersebut kepada umat ini. Suatu hari datang 3 (tiga) orang kepada istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya tentang ibadah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ketika diberi kabar bagaimana ibadah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sepertinya mereka menganggap sedikit apa yang mereka amalkan. Maka diantara mereka berkata, “Adapun saya, akan shalat malam dan tak akan tidur.” Yang lain berkata, “Aku akan puasa terus menerus dan tak akan berbuka.” Yang lainnya lagi berkata, “Aku tak akan menikahi wanita.” Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang dan diberitahu tentang ucapan mereka ini, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;
أَنْتُمُ الَّذِينَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا، أَمَا وَاللهِ إِنِّي لأَخْشَاكُمْ ِللهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفْطِرُ وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِيْ فَلَيْسَ مِنِّيْ
“Kalian yang berkata demikian dan demikian, ketahuilah aku adalah orang yang paling takut kepada Allah ‘azza wajalla daripada kalian dan yang paling bertaqwa. Akan tetapi aku sholat malam dan tidur, aku berpuasa serta berbuka, dan aku menikahi wanita. Barangsiapa yang membenci sunnahku maka dia bukan golonganku (bukan berada diatas sunnahku dan jalanku).” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
MANFAAT PERNIKAHAN
Merupakan suatu yang mustahil jika Allah ‘azza wajalla Yang Maha Pencipta, Pengatur dan Pemelihara alam semesta ini dan juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai pengemban risalah agama ini memerintahkan sebuah amalan ibadah tanpa ada hikmah dan tujuan. Tidak ada amalan ibadah yang diperintahkan dalam syari’at ini melainkan dibalik itu mengandung manfaat yang besar, termasuk pernikahan. Diantara hikmah dan manfaat pernikahan adalah kesempatan menjalankan perintah Allah ‘azza wajalla dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam, yang hakekatnya merupakan puncak kebahagiaan seorang hamba di dunia dan di akhirat. Selain itu akan terjalin kasih sayang antara suami dan istri yang diridhoi oleh Allah ‘azza wajalla, sebagaimana firman-Nya (artinya);
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikannya diantara kalian rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (Ar-Rum: 21)
Asy Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah berkata ketika menafsirkan ayat diatas, “Maka dengan adanya istri tersebut dapat diraih kenikmatan dan kelezatan dalam hidup, diperoleh kemanfaatan yang besar berupa (lahirnya) anak-anak, adanya pendidikan terhadap mereka, dan diperoleh juga ketenangan hidup bersamanya (istri). Maka tidaklah engkau dapati pada diri seseorang secara umum seperti yang didapati pada sepasang suami istri dalam hal kasih sayang.” (Taisir Al Karimirrahman hal. 639).
Islam telah menjadikan pernikahan sebagai ibadah, sebab dengan pernikahan tersebut seseorang dapat menjaga dirinya dari keburukan fitnah, membatasi pandangan dari hal-hal yang diharamkan. Pernikahan juga dapat menjaga dan membentengi diri seseorang dari syaithan yang selalu mengajak dan menjerumuskan anak adam ke dalam perbuatan keji (zina).
NASEHAT
Wahai para pemuda rahimakumullah…
Ketahuilah, seseorang tidak akan menemukan kekecewaan bila ia menjadikan bimbingan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai prinsip dalam meniti sebuah kehidupan. Karena dengan mengikuti bimbingannya seseorang akan terbimbing untuk menempuh jalan yang lurus, dan tidak akan tersesat. Allah ‘azza wajalla menyatakan (artinya);
“Dan jika kalian menaatinya (Rasulullah) niscaya kalian akan mendapatkan petunjuk” (An-Nur: 54)
Jika engkau sudah mampu untuk menikah, menikahlah karena menikah merupakan perintah Allah ‘azza wajalla dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam. Janganlah seseorang takut dan tidak menikah karena terpengaruh dengan bisikan syaithan dengan dibayangi kesulitan ekonomi dan kemiskinan. Hati-hatilah dari membujang (menahan diri dari menikah) hanya karena khawatir tidak mampu menanggung beban hidup. Bertawakallah kepada Allah ‘azza wajalla dengan disertai ikhtiar, niscaya Allah ‘azza wajalla akan mewujudkan janji-Nya. Sebagaimana dalam firman-Nya (artinya);
“Dan barangsiapa yang bertawakkal (menyandarkan dirinya) kepada Allah niscaya Allah akan cukupkan keperluannya.” (At-Thalaq: 3)
Juga Allah ‘azza wajalla berjanji dalam firman-Nya:
“Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (An-Nuur: 32)
Dalam sebuah hadits, sebagaimana diriwayatkan dari shahabat yang mulia Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;
ثَلاَثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللهِ عزَّ وَجَلَّ عَوْنُهُمْ: اَلْمُكَاتَبُ الَّذِيْ يُرِيْدُ الأَدَاءَ، وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيْدُ العَفَافَ، وَالْمُجَاهِدُ فِي سَبِيْلِ اللهِ.
“Tiga golongan yang Allah pasti akan menolong mereka: budak yang hendak menebus dirinya, seorang yang menikah dengan tujuan menjaga kehormatanya dari perkara-perkara yang diharamkan, dan seorang yang berjihad di jalan Allah.” (HR. An-Nasa’i, Kitabun Nikah, Bab Ma’unatullah An-Nakih Al ladzi Yuridul ‘Afaf, no. 3218, 3120).
Hilangkan bayangan kemiskinan dan kesengsaraan, sebab semua urusan di tangan Allah ‘azza wajalla, Allah akan bukakan jalan keluar dari berbagai kesulitan dalam hidup ini jika kita berusaha sekuat tenaga untuk bertaqwa kepada-Nya. Allah ‘azza wajalla berfirman (artinya);
“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan jadikan untuknya jalan keluar. Dan memberi rizqi dari arah yang tidak disangka-sangka.” (At-Thalaq: 2-3)
Para pemuda, semoga Allah ‘azza wajalla merahmati kita semua. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga telah memberi solusi bagi pemuda yang belum mampu untuk menikah agar ia berpuasa. Dengan berpuasa ia lebih mampu untuk mengendalikan hawa nafsunya, lebih menjaga kehormatan dan pandangannya dari perkara yang diharamkan, sebagaimana disebutkan dalam hadits diatas. Bukan dengan cara-cara yang tidak syar’i, seperti onani, karena yang demikian juga diharamkan.
PENUTUP
Para pembaca yang kami cintai, dengan ini marilah kita bersama-sama berusaha menjadikan petunjuk Allah ‘azza wajalla dan bimbingan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana yang telah di pahami dan dipraktekkan para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagai jalan satu-satunya meraih keselamatan dan kebahagiaan dalam hidup ini. Dengan mengamalkannya, hidup kita akan senantiasa terjaga dan diliputi ridha dari Yang Maha Pencipta, Pemilik, Pengatur dan Pemelihara alam ini.
Wallahu a’lam bish shawaab.
Buletin Islam AL ILMU Edisi: 11/III/VIII/1431
Software: Bacaan Al-Qur’an
Software: Bacaan Al-Qur’an 30 Juz bersama Asy-Syaikh Ali Al-Hudzaifi
by http://warisansalaf.wordpress.com
Software Al-Qur’anul Karim, cocok untuk membantu menghafal Al-Qur’an
Kelebihan :
- Bacaan Al-Qur’an 30 Juz oleh Asy-Syaikh Ali Al-Hudzaifi, Imam dan Khotib Masjid Nabawi
- Menyimak bacaan dengan teks Al-Qur’an
- Mencari kalimat, ayat, surat, atau halaman Al-Qur’an yang anda kehendaki
- Mendengarkan ayat mana saja yang anda kehendaki hanya dengan cara menekan teks ayat
- Tersedia dalam tiga bahasa: Arab, Inggris, dan Perancis.
- Program Tahfizh: anda bisa mengulang-ulang secara otomatis ayat yang anda kehendaki.
- Tersedia beberapa kitab tafsir Al-Qur’an, yang memungkinkan anda menyimak Al-Qur’an sekaligus memahami maknanya.
- Tersedia pula kitab Asbabun Nuzul.
- Dilengkapi dengan do’a khatam Al-Qur’an oleh Asy-Syaikh Ali Al-Hudzaifi pada tahun 1427 H/2007 M.
- Tersedia terjemah dalam dua bahasa: Inggris dan Perancis
- dan kelebihan lainnya banyak sekali….
Penting…
Si pembuat program ini memberikan amanah, bahwa program ini 100% gratis tis tis…. dengan syarat tidak boleh diperjual belikan atau dengan kata lain tidak boleh di komersilkan.Jadi jangan ada yang beranggapan bahwa program ini milik Allah sehingga bebas baginya untuk di copy dan diperjualbelikan….
Kalau anda ingin memperjualbelikan ahsan antum pergi ke masjid Nabawi, merekam sendiri kemudian dikemas sendiri, Insya Allah halal bagi antum untuk mengcopy dan menjual belikannya. Adapun program ini antum hanya dipersilahkan menggunakan baik pribadi, instansi, atau keluarga, tanpa untuk diperjualbelikan.
Maaf kalau ada kata yang kurang berkenan, tapi demikianlah amanah si pembuat “Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu untuk menunaikan amanah kepada pemiliknya.” (QS. An-Nisa’)
Link Download
Silahkan
Di MediaFire
Juz Pertama
Juz Kedua
Link Download Update
Link langsung download kami sediakan tiga, anda pilih salah satu link dibawa ini:Silahkan
atau Silahkan
atau Silahkan
File Send
Rumahku Telah Berubah Menjadi Neraka
http://konsultasisyariah.com/*Pertanyaan: *
Aku adalah seorang pemuda yang telah menikah, dan Alhamdulillah aku
mempunyai beberapa anak. Dulu aku sangat ingin memilih istri yang berakhlak
dan beragama. Sehingga aku pun menikah dengan seorang wanita dari keluarga
mulia. Hubungan kami pada bulan-bulan pertama dibangun di atas saling
menghormati.
Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, istriku mulai bersikap buruk
sedikit demi sedikit, hingga hidupku berubah menjadi neraka menurut istilah
bahasa. Dia mulai menyusahkan keluargaku, sengaja menghina mereka, menyambut
mereka dengan dingin, tidak lagi menghiraukan dan memperdulikan
perintah-perintahku , meskipun aku secara bertahap telah menerapkan berbagai
metode dari nasihat hingga omelan, kemudian boikot dan kemarahan. Terkadang
aku terpaksa memukulnya, tetapi dengan semua itu dia tidak peduli, dan tidak
melihat apa pun kecuali dirinya dan keinginannya. Dia juga tidak mengabulkan
hasratku sebagai suaminya dengan sebenar-benarnya kepatuhan. Aku telah
sering berusaha menasihatinya dengan cara yang lebih baik, tetapi tidak ada
gunanya. Sehari dia taat, kemudian kembali seperti sebelumnya. Dia merasa
yakin – seperti yang dia sangka – bahwa aku tidak akan menceraikannya; yang
pertama karena sulitnya untuk menikah lagi, yang kedua karena
ketergantunganku dengan anak-anak. Tiada satu metode pun melainkan telah
kutetapkan terhadapnya, dengan tujuan untuk mengadakan perbaikan; dari mulai
nasihat, ucapan yang lembut, kemarahan hingga boikot.
Tetapi semua itu tiada guna. Pernah aku berpikir untuk memberitahu
keluarganya, namun aku khawatir mereka tidak akan percaya dan berdiam diri
terhadap sifat anak perempuan mereka. Aku bingung dengan urusanku ini dan
hidupku menjadi hitam legam meskipun aku adalah orang yang optimis. Aku
menginginkan bantuan orang lain. Berikan bimbingan kepadaku, apa yang harus
kulakukan? Dulu aku selalu mendoakan kebaikan baginya, tetapi sekarang aku
mendoakan kecelakaan untuknya, karena pada prakteknya dia telah mengubah
hidupku menjadi keputusasaan, kebinasaan dan neraka.
*Jawaban:*
Sehubungan dengan permintaan saran yang anda ajukan, maka anda memberikan
beberapa catatan dari beberapa catatan dari beberapa segi:
Pertama: Semoga Allah membantu anda, karena pada hakikatnya aku merasakan
besarnya rasa sakit dan penderitaan anda. Bagaimana tidak, sementara anda
mengalami hal itu di dalam rumah anda dan bersama istri anda, yang
seharusnya menjadi tempat pelarian anda jika dunia terasa sempit bagi anda
dan bagai tekanan bertumpuk menindih anda, agar anda mendapatkan apa yang
melonggarkan jiwa anda dan membuat anda lupa akan kesedihan anda.
Kedua: Kehidupan itu, hai saudaraku yang mulia – dan kukatakan ini
berdasarkan kenyataan – adalah ujian yang penuh dengan permasalahan dan
hal-hal yang mengganggu. Masalah-masalah keluarga di antara suami-istri
secara khusus tidak terhitung jumlahnya yang disebabkan oleh banyak hal,
baik penyebab sosial. Mental, edukasional, yang kadar kembalinya kepada
perbedaan tingkat kedua belah pihak. Bisa jadi perbedaan dalam masalah ilmu,
status sosial, atau perbedaan kepedulian dan sifat kepribadian, atau faktor
lainnya. Mungkin juga adanya talbis dan godaan setan, baik dari kalangan jin
maupun manusia. Tetapi terkadang ia lenyap sendiri seiring berlalunya waktu.
Sangat diperlukan pemahaman masing-masing pihak mengenal tabiat pasangannya
dan kesediaan mengabaikan beberapa tuntutan yang dilakukan masing-masing
pihak, agar keduanya bisa bertemu bersama di pertengahan jalan, meskipun
menurut kami laki-laki yang memiliki hak kepemimpinannya, pada umumnya
kurang bisa mengabaikan tuntutan-tuntutanny a. Hanya saja, akal dan pemahaman
laki-laki mengenai tabiat wanita serta kekurangannya dalam hal akal dan juga
kekurangan agamanya, membuat dia mampu menutup mata terhadap banyak hal.
Ketiga: Ingatlah, hai saudaraku yang mulia, hadits *al-Musthafa
shalawatullah wa salamuhu alaih*: “Wanita diciptakan dari tulang rusuk yang
paling bengkok,” sampai beliau bersabda, “Dan pecahnya adalah cerainya… “
al-hadits.
Ingat juga bahwa cerai adalah perkara halal yang paling dibenci oleh Allah.
Ingat pula bahwa setan berusaha keras bersama begundal-begundalny a untuk
menyebarkan kerusakan dan kehinaan. Tiada ia merasa gembira dengan suatu
kesenangan yang menyamai kesenangannya ketika seorang lelaki menceraikan
istrinya, seperti yang telah disebutkan dalam hadits sahih. Ingat pula
anak-anak anda yang masih kecil,semoga Allah menjaga keduanya, menshalihkan
keduanya, menjadikan keduanya sebagai simpanan untuk akhirat dan dunia, dan
mencicipkan manisnya kebaktian dan kesalihan keduanya kepada kalian. Karena
itu, pikiran akan perceraian merupakan pilihan yan pahit; jadikan ia terapi
terakhir, karena masih banyak pilihan lainnya, diantaranya adalah poligami.
Keempat: Kejadian antara dia dengan keluarga anda dan kepeduliannya yang
sangat besar kepada keluarganya, serta urusan-urusan lainnya, aku percaya
seringkali terjadi. Hal itu merupakan tanda kekurangan dan sempitnya
pandangan istri anda itu. Seolusianya di sini adalah anda timbang urusan ini
dengan parameter yang teliti, jelas lagi riil.
Perhatikan urusan tersebut, khususnya perlakuan istri anda terhadap keluarga
anda, saudari-saudari anda khusunya, dan anak-anak mereka. Karena aku
khawatir urusan ini dibesar-besarkan dari pihak pembawa ceritanya; dan ini
yang kadang-kadang terjadi. Maka jangan anda timpa kecuali menurut apa yang
anda lihat dengan mata anda. Bila telah terbukti, maka tetapkan hukuman yang
jelas untuk urusan itu; diawalai dengan peringatan, kemudiaan celaan, lalu
boikot.
Kelima: Hai saudaraku yang mulia, anda harus berembug dengan salah satu
orang yang pandai di kalangan keluarganya. Bisa ayahnya, atau salah satu
saudaranya, atau pamannya, atau bibinya, untuk menjelaskan sudut pandang
anda dan menyampaikan pemikiran anda kepada mereka dengan jelas. Tidak
masalah mengadakan pertemuan lagi sesudah pertemuan pertama bersama
kerabatnya itu. Kemudian pada pertemuan ketiga, antara anda, isti anda dan
kerabatnya yang pandai tersebut. Di pertemuan itu, jika kalian berdua saling
mengkritik dan masing-masing dari kalian berdua mengatakan terus terang apa
yang dikehendaki dari pasangannya, agar celah-celah tertutup sempurna dan
hal-hal yang samar menjadi jelas, jika memang ada. Tidak ada larangan
mengulangi pertemuan-pertemuan seperti itu. Jika pertemuan-pertemuan itu
berguna, maka itulah yang kita inginkan. Jika tidak, maka berarti anda telah
mengerahkan semua yang anda mampu, dan meyampaikan uzur atau alas an kepada
keluarganya jika terjadi sesuatu yang ditakutkan -karena takdir Allah-
misalnya perceraian atau hal lainnya. Tetapi aku pesankan kepada anda hai
saudara yang mulia, untuk bersikap adil kepada diri anda semampu anda dan
merenungkan beberapa perkara dari sudut pandang istri anda. Berusahalah, dan
anda tidak akan rugi, dengan izin Allah.
Keenam: Tidak masalah untuk menghadirkan beberapa catatan, buku-buku kecil,
dan kaset-kaset yang mengutarakan hak suami atas istrinya, pentingnya hal
tersebut, dan cara-cara ideal untuk bergaul di antara suami-istri. Letakkan
itu semua di tempat yang mudah diambil oleh semua orang di dalam rumah.
Mudah-mudahan dia mau melihatnya atau mendengarnya, lalu bertepatan dengan
telinganya mau mendengar, atau hatinya mau merenung, sehingga dia
terpengaruh dengan hal-hal itu, dan akhirnya Allah mengadakan sesuatu yang
baru sesudah itu.
Ketujuh: Jangan berputus asa, hai saudaraku yang mulia, untuk berusaha
mengadakan perbaikan; dan jangan berputus asa dari rahmat Allah dan
pertolongan- Nya, karena ini semua adalah takdir anda, maka terimalah dengan
ridha dan harapkan pahal-pahalnya di sisi Allah. Jangan mendoakan keburukan
atas dirinya, namun doakan kebaikan untuknya, dan anda tidak akan rugi
sedikit pun. Jangan pula menganggap terkabulnya doa anda sangat lambat.
Tetapi perbanyaklah doa, carilah waktu-waktu yang mustajab, dan ingatlah
selalu bahwa *Nabiyyul Huda shalawatullah wa salamuhu ‘alaih* pernah dibuat
marah oleh istri-istrinya, dikarenakan peristiwa itu turunlah ayat-ayat
mulia yang akan terus dibaca sampai hari kiamat. Padahal beliau adalah
panutan, sedangkan para istri beliau adalah ummahatul mu’minin (ibunda
orang-orang beriman), sementara generasi beliau adalah sebaik-baik generasi.
Maka bagaimana dengan kita yang ada di masa kini, berusaha menggapai derajat
tersebut?
Kedelapan: Berusahalah, hai saudaraku yang mulia untuk melihat segi-segi
positif pada diri istri anda. Barangkali hal itu bisa meringankan beberapa
hal yang anda derita. Semoga Allah memberi anda taufik dan meluruskan
langkah anda di atas jalan kebaikan
Sumber: *Setiap Problem Suami-Istri Ada Solusinya, Solusi atas 500 Problem
Istri dan 300 Problem Suami oleh Sekelompok Ulama: Syaikhul Islam Ibn
Taimiyah, Syaikh bin Baz, Syaikh Muhammad bin Ibrahim, Syaikh Abdullah bin
Utsaimin, Syaikh Abdullah bin Jibrin dll*, Mitra Pustaka, 2008
Dipublikasikan oleh: KonsultasiSyariah. Com <http://konsultasisy ariah.com/>
Disalin dari:
http://konsultasisy ariah.com/ fikih/pernikahan /rumah-tangga/ rumahku-telah- berubah-menjadi- neraka.html
Aku adalah seorang pemuda yang telah menikah, dan Alhamdulillah aku
mempunyai beberapa anak. Dulu aku sangat ingin memilih istri yang berakhlak
dan beragama. Sehingga aku pun menikah dengan seorang wanita dari keluarga
mulia. Hubungan kami pada bulan-bulan pertama dibangun di atas saling
menghormati.
Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, istriku mulai bersikap buruk
sedikit demi sedikit, hingga hidupku berubah menjadi neraka menurut istilah
bahasa. Dia mulai menyusahkan keluargaku, sengaja menghina mereka, menyambut
mereka dengan dingin, tidak lagi menghiraukan dan memperdulikan
perintah-perintahku , meskipun aku secara bertahap telah menerapkan berbagai
metode dari nasihat hingga omelan, kemudian boikot dan kemarahan. Terkadang
aku terpaksa memukulnya, tetapi dengan semua itu dia tidak peduli, dan tidak
melihat apa pun kecuali dirinya dan keinginannya. Dia juga tidak mengabulkan
hasratku sebagai suaminya dengan sebenar-benarnya kepatuhan. Aku telah
sering berusaha menasihatinya dengan cara yang lebih baik, tetapi tidak ada
gunanya. Sehari dia taat, kemudian kembali seperti sebelumnya. Dia merasa
yakin – seperti yang dia sangka – bahwa aku tidak akan menceraikannya; yang
pertama karena sulitnya untuk menikah lagi, yang kedua karena
ketergantunganku dengan anak-anak. Tiada satu metode pun melainkan telah
kutetapkan terhadapnya, dengan tujuan untuk mengadakan perbaikan; dari mulai
nasihat, ucapan yang lembut, kemarahan hingga boikot.
Tetapi semua itu tiada guna. Pernah aku berpikir untuk memberitahu
keluarganya, namun aku khawatir mereka tidak akan percaya dan berdiam diri
terhadap sifat anak perempuan mereka. Aku bingung dengan urusanku ini dan
hidupku menjadi hitam legam meskipun aku adalah orang yang optimis. Aku
menginginkan bantuan orang lain. Berikan bimbingan kepadaku, apa yang harus
kulakukan? Dulu aku selalu mendoakan kebaikan baginya, tetapi sekarang aku
mendoakan kecelakaan untuknya, karena pada prakteknya dia telah mengubah
hidupku menjadi keputusasaan, kebinasaan dan neraka.
*Jawaban:*
Sehubungan dengan permintaan saran yang anda ajukan, maka anda memberikan
beberapa catatan dari beberapa catatan dari beberapa segi:
Pertama: Semoga Allah membantu anda, karena pada hakikatnya aku merasakan
besarnya rasa sakit dan penderitaan anda. Bagaimana tidak, sementara anda
mengalami hal itu di dalam rumah anda dan bersama istri anda, yang
seharusnya menjadi tempat pelarian anda jika dunia terasa sempit bagi anda
dan bagai tekanan bertumpuk menindih anda, agar anda mendapatkan apa yang
melonggarkan jiwa anda dan membuat anda lupa akan kesedihan anda.
Kedua: Kehidupan itu, hai saudaraku yang mulia – dan kukatakan ini
berdasarkan kenyataan – adalah ujian yang penuh dengan permasalahan dan
hal-hal yang mengganggu. Masalah-masalah keluarga di antara suami-istri
secara khusus tidak terhitung jumlahnya yang disebabkan oleh banyak hal,
baik penyebab sosial. Mental, edukasional, yang kadar kembalinya kepada
perbedaan tingkat kedua belah pihak. Bisa jadi perbedaan dalam masalah ilmu,
status sosial, atau perbedaan kepedulian dan sifat kepribadian, atau faktor
lainnya. Mungkin juga adanya talbis dan godaan setan, baik dari kalangan jin
maupun manusia. Tetapi terkadang ia lenyap sendiri seiring berlalunya waktu.
Sangat diperlukan pemahaman masing-masing pihak mengenal tabiat pasangannya
dan kesediaan mengabaikan beberapa tuntutan yang dilakukan masing-masing
pihak, agar keduanya bisa bertemu bersama di pertengahan jalan, meskipun
menurut kami laki-laki yang memiliki hak kepemimpinannya, pada umumnya
kurang bisa mengabaikan tuntutan-tuntutanny a. Hanya saja, akal dan pemahaman
laki-laki mengenai tabiat wanita serta kekurangannya dalam hal akal dan juga
kekurangan agamanya, membuat dia mampu menutup mata terhadap banyak hal.
Ketiga: Ingatlah, hai saudaraku yang mulia, hadits *al-Musthafa
shalawatullah wa salamuhu alaih*: “Wanita diciptakan dari tulang rusuk yang
paling bengkok,” sampai beliau bersabda, “Dan pecahnya adalah cerainya… “
al-hadits.
Ingat juga bahwa cerai adalah perkara halal yang paling dibenci oleh Allah.
Ingat pula bahwa setan berusaha keras bersama begundal-begundalny a untuk
menyebarkan kerusakan dan kehinaan. Tiada ia merasa gembira dengan suatu
kesenangan yang menyamai kesenangannya ketika seorang lelaki menceraikan
istrinya, seperti yang telah disebutkan dalam hadits sahih. Ingat pula
anak-anak anda yang masih kecil,semoga Allah menjaga keduanya, menshalihkan
keduanya, menjadikan keduanya sebagai simpanan untuk akhirat dan dunia, dan
mencicipkan manisnya kebaktian dan kesalihan keduanya kepada kalian. Karena
itu, pikiran akan perceraian merupakan pilihan yan pahit; jadikan ia terapi
terakhir, karena masih banyak pilihan lainnya, diantaranya adalah poligami.
Keempat: Kejadian antara dia dengan keluarga anda dan kepeduliannya yang
sangat besar kepada keluarganya, serta urusan-urusan lainnya, aku percaya
seringkali terjadi. Hal itu merupakan tanda kekurangan dan sempitnya
pandangan istri anda itu. Seolusianya di sini adalah anda timbang urusan ini
dengan parameter yang teliti, jelas lagi riil.
Perhatikan urusan tersebut, khususnya perlakuan istri anda terhadap keluarga
anda, saudari-saudari anda khusunya, dan anak-anak mereka. Karena aku
khawatir urusan ini dibesar-besarkan dari pihak pembawa ceritanya; dan ini
yang kadang-kadang terjadi. Maka jangan anda timpa kecuali menurut apa yang
anda lihat dengan mata anda. Bila telah terbukti, maka tetapkan hukuman yang
jelas untuk urusan itu; diawalai dengan peringatan, kemudiaan celaan, lalu
boikot.
Kelima: Hai saudaraku yang mulia, anda harus berembug dengan salah satu
orang yang pandai di kalangan keluarganya. Bisa ayahnya, atau salah satu
saudaranya, atau pamannya, atau bibinya, untuk menjelaskan sudut pandang
anda dan menyampaikan pemikiran anda kepada mereka dengan jelas. Tidak
masalah mengadakan pertemuan lagi sesudah pertemuan pertama bersama
kerabatnya itu. Kemudian pada pertemuan ketiga, antara anda, isti anda dan
kerabatnya yang pandai tersebut. Di pertemuan itu, jika kalian berdua saling
mengkritik dan masing-masing dari kalian berdua mengatakan terus terang apa
yang dikehendaki dari pasangannya, agar celah-celah tertutup sempurna dan
hal-hal yang samar menjadi jelas, jika memang ada. Tidak ada larangan
mengulangi pertemuan-pertemuan seperti itu. Jika pertemuan-pertemuan itu
berguna, maka itulah yang kita inginkan. Jika tidak, maka berarti anda telah
mengerahkan semua yang anda mampu, dan meyampaikan uzur atau alas an kepada
keluarganya jika terjadi sesuatu yang ditakutkan -karena takdir Allah-
misalnya perceraian atau hal lainnya. Tetapi aku pesankan kepada anda hai
saudara yang mulia, untuk bersikap adil kepada diri anda semampu anda dan
merenungkan beberapa perkara dari sudut pandang istri anda. Berusahalah, dan
anda tidak akan rugi, dengan izin Allah.
Keenam: Tidak masalah untuk menghadirkan beberapa catatan, buku-buku kecil,
dan kaset-kaset yang mengutarakan hak suami atas istrinya, pentingnya hal
tersebut, dan cara-cara ideal untuk bergaul di antara suami-istri. Letakkan
itu semua di tempat yang mudah diambil oleh semua orang di dalam rumah.
Mudah-mudahan dia mau melihatnya atau mendengarnya, lalu bertepatan dengan
telinganya mau mendengar, atau hatinya mau merenung, sehingga dia
terpengaruh dengan hal-hal itu, dan akhirnya Allah mengadakan sesuatu yang
baru sesudah itu.
Ketujuh: Jangan berputus asa, hai saudaraku yang mulia, untuk berusaha
mengadakan perbaikan; dan jangan berputus asa dari rahmat Allah dan
pertolongan- Nya, karena ini semua adalah takdir anda, maka terimalah dengan
ridha dan harapkan pahal-pahalnya di sisi Allah. Jangan mendoakan keburukan
atas dirinya, namun doakan kebaikan untuknya, dan anda tidak akan rugi
sedikit pun. Jangan pula menganggap terkabulnya doa anda sangat lambat.
Tetapi perbanyaklah doa, carilah waktu-waktu yang mustajab, dan ingatlah
selalu bahwa *Nabiyyul Huda shalawatullah wa salamuhu ‘alaih* pernah dibuat
marah oleh istri-istrinya, dikarenakan peristiwa itu turunlah ayat-ayat
mulia yang akan terus dibaca sampai hari kiamat. Padahal beliau adalah
panutan, sedangkan para istri beliau adalah ummahatul mu’minin (ibunda
orang-orang beriman), sementara generasi beliau adalah sebaik-baik generasi.
Maka bagaimana dengan kita yang ada di masa kini, berusaha menggapai derajat
tersebut?
Kedelapan: Berusahalah, hai saudaraku yang mulia untuk melihat segi-segi
positif pada diri istri anda. Barangkali hal itu bisa meringankan beberapa
hal yang anda derita. Semoga Allah memberi anda taufik dan meluruskan
langkah anda di atas jalan kebaikan
Sumber: *Setiap Problem Suami-Istri Ada Solusinya, Solusi atas 500 Problem
Istri dan 300 Problem Suami oleh Sekelompok Ulama: Syaikhul Islam Ibn
Taimiyah, Syaikh bin Baz, Syaikh Muhammad bin Ibrahim, Syaikh Abdullah bin
Utsaimin, Syaikh Abdullah bin Jibrin dll*, Mitra Pustaka, 2008
Dipublikasikan oleh: KonsultasiSyariah. Com <http://konsultasisy ariah.com/>
Disalin dari:
http://konsultasisy ariah.com/ fikih/pernikahan /rumah-tangga/ rumahku-telah- berubah-menjadi- neraka.html
Muslims in Europe
Langganan:
Komentar (Atom)
Saat Hidayah Tiba
Download Audio: Kisah Yang Menajubkan, Ambillah Pelajaran
Dikisahkan adalah seorang pemuda Yaman yang tinggal di Jeddah bersama keluarganya, sering meninggalkan sholat, berani kepada orang tua dan banyak berbuat maksiat. Karena kebiasaan buruknya tersebut, Alloh Ta’ala mendatangkan adzabnya. Karena suatu kecelakaan lehernya patah dan dia menjadi lumpuh total. Tetapi dengan sebab ini, pemuda tadi menjadi orang yang bertaubat, berdakwah dan menasehati manusia agar tidak mengalami seperti dirinya. Pemuda itu adalah Ustadz Abdullloh Bani’mah, usia beliau sekarang 36 tahun, giat berdakwah bersama Ust Fariq di kota Jeddah Saudi Arabia. Simak kisah selengkapnya, semoga kita termasuk orang-orang yang bisa mengambil pelajaran.
Kisah Menakjubkan_ Ust Fariq Gasim
Mp3 | 1:46 | 12MB |
Sumber: Radio Suara Qur’an 94,4 FM
Software Menghapal Al-Qur’an
Software: Al-Qur’an Mua’llim oleh Mahmud Khalil Al-Hushari (Memudahkan Anda Menghapal Al-Qur’an)
by http://warisansalaf.wordpress.com
Murottal Pengajaran Al-Qur’an
Syaikh Mahmud Khalil Al-Hushari
Hadiah untuk Anda, Mushaf Mu’allim oleh Syaikh Mahmud bin Khalil Al-Hushari Rahimahullah. Disusun oleh Kementerian Wakaf Mesir dan Dewan Tertinggi Urusan Islam, Republik Arab Mesir. Program ini dibuat untuk memudahkan anda menghafal Alquran Al-Karim.Kapasitas: 479,96 MB
Link Download
Silahkan
Tidak diperkenankan mendownload software apa saja dari blog kami ini untuk tujuan komersial.
Jika ada link yang tidak berfungsi segera hubungi kami….Kami sarankan segera download software ini, dikhawatirkan link download akan dihapus oleh pihak penyedia atau pemilik server…
Mereka yang Mabuk Kekuasaan
http://muslim.or.id
Dakwah, sebuah tugas mulia yang diemban oleh para pengikut nabi yang setia. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah: Inilah jalanku, aku mengajak kepada Allah di atas landasan bashirah/ilmu, inilah jalanku dan orang-orang yang setia mengikutiku. Maha suci Allah, aku bukan termasuk orang-orang musyrik.” (QS. Yusuf: 108).
Bahkan, kita pun tahu bahwa jalan dakwah merupakan jalannya orang-orang yang beruntung, orang-orang yang selamat dari kerugian. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Demi masa, sesungguhnya semua orang benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasehati dalam kebenaran (berdakwah) dan saling menasehati untuk menetapi kesabaran.” (QS. al-‘Ashr: 1-3)
Namun, satu hal yang perlu diingat pula oleh setiap orang yang menisbatkan dirinya kepada dakwah yang agung ini, bahwa dakwah para nabi dan rasul di sepanjang jaman tidak pernah mengalami perubahan asas dan tujuan. Sebagaimana telah ditegaskan oleh Allah -yang telah mengutus mereka- di dalam firman-Nya (yang artinya), “Sungguh, Kami telah mengutus kepada setiap umat, seorang rasul yang menyerukan; sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” (QS. an-Nahl: 36).
Artinya, dakwah tauhid dan pemberantasan syirik merupakan agenda utama dakwah yang sama sekali tidak boleh disepelekan, apalagi dianggap tidak relevan atau isu masa silam yang sudah ketinggalan jaman[?!]
Kita semua ingat, tidaklah mulia suatu kaum -di sisi Allah, meskipun tampak hina di mata manusia- kecuali karena tauhid, ketakwaan, dan komitmen mereka terhadap ajaran Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya agama yang sah di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran: 19). Allah ‘azza wa jalla juga berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang mencari agama selain Islam maka tidak akan diterima darinya, dan di akherat kelak dia pasti termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (QS. Ali Imran: 85). Allah tabaraka wa ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertakwa.” (QS. al-Hujurat: 15).
Sebab tauhid, keimanan dan bimbingan al-Qur’an itulah yang menjadi pondasi kebaikan umat manusia. Yang dengannya mereka hidup dan bahagia, yang dengannya mereka akan bisa merasakan indahnya surga. Allah jalla dzikruhu menyatakan (yang artinya), “Tidaklah mereka diperintahkan melainkan supaya beribadah kepada Allah dengan ikhlas dalam menjalankan agama secara lurus,…” (QS. al-Bayyinah: 5).
Allah ta’ala juga berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya maka sungguh dia akan mendapatkan kemenangan yang sangat besar.” (QS. al-Ahzab: 71).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah akan mengangkat kedudukan sebagian kaum karena Kitab ini dan menghinakan yang lain juga karenanya.” (HR. Muslim)
Maka sungguh amat menyedihkan, apabila ada sebagian golongan umat ini yang berjuang mengatasnamakan dakwah dan Islam kemudian menyingkirkan agenda besar umat Islam yaitu dakwah tauhid dan sunnah serta pemberantasan syirik dan bid’ah demi meraih kursi dan jabatan. Subhanallah!
Tidak layak bagi mereka untuk mencatut firman Allah –yang mengisahkan ucapan Nabi Syu’aib ‘alaihis salam- (yang artinya), “Tiada yang kuinginkan melainkan melakukan perbaikan selama aku masih berkemampuan…” (QS. Huud: 88).
Wahai saudaraku -fillah- dakwah macam apakah ini? Mengorbankan agama demi mendapatkan ceceran kesenangan dunia dan fatamorgana… Kembalilah kepada Allah dan Rasul-Nya, kembalilah kepada para ulama Rabbani pengikut pemahaman generasi utama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersegeralah melakukan amal-amal sebelum datangnya terpaan fitnah laksana potongan-potongan malam yang gelap gulita, sehingga membuat seorang yang pada pagi harinya beriman namun pada sore harinya berubah menjadi kafir, atau sorenya beriman namun pagi hari kemudian menjadi kafir. Dia rela menjual agamanya demi mendapatkan kesenangan dunia.” (HR. Muslim).
Dakwah, sebuah tugas mulia yang diemban oleh para pengikut nabi yang setia. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah: Inilah jalanku, aku mengajak kepada Allah di atas landasan bashirah/ilmu, inilah jalanku dan orang-orang yang setia mengikutiku. Maha suci Allah, aku bukan termasuk orang-orang musyrik.” (QS. Yusuf: 108).
Bahkan, kita pun tahu bahwa jalan dakwah merupakan jalannya orang-orang yang beruntung, orang-orang yang selamat dari kerugian. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Demi masa, sesungguhnya semua orang benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal salih, saling menasehati dalam kebenaran (berdakwah) dan saling menasehati untuk menetapi kesabaran.” (QS. al-‘Ashr: 1-3)
Namun, satu hal yang perlu diingat pula oleh setiap orang yang menisbatkan dirinya kepada dakwah yang agung ini, bahwa dakwah para nabi dan rasul di sepanjang jaman tidak pernah mengalami perubahan asas dan tujuan. Sebagaimana telah ditegaskan oleh Allah -yang telah mengutus mereka- di dalam firman-Nya (yang artinya), “Sungguh, Kami telah mengutus kepada setiap umat, seorang rasul yang menyerukan; sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” (QS. an-Nahl: 36).
Artinya, dakwah tauhid dan pemberantasan syirik merupakan agenda utama dakwah yang sama sekali tidak boleh disepelekan, apalagi dianggap tidak relevan atau isu masa silam yang sudah ketinggalan jaman[?!]
Kita semua ingat, tidaklah mulia suatu kaum -di sisi Allah, meskipun tampak hina di mata manusia- kecuali karena tauhid, ketakwaan, dan komitmen mereka terhadap ajaran Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya agama yang sah di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran: 19). Allah ‘azza wa jalla juga berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang mencari agama selain Islam maka tidak akan diterima darinya, dan di akherat kelak dia pasti termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (QS. Ali Imran: 85). Allah tabaraka wa ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling bertakwa.” (QS. al-Hujurat: 15).
Sebab tauhid, keimanan dan bimbingan al-Qur’an itulah yang menjadi pondasi kebaikan umat manusia. Yang dengannya mereka hidup dan bahagia, yang dengannya mereka akan bisa merasakan indahnya surga. Allah jalla dzikruhu menyatakan (yang artinya), “Tidaklah mereka diperintahkan melainkan supaya beribadah kepada Allah dengan ikhlas dalam menjalankan agama secara lurus,…” (QS. al-Bayyinah: 5).
Allah ta’ala juga berfirman (yang artinya), “Barangsiapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya maka sungguh dia akan mendapatkan kemenangan yang sangat besar.” (QS. al-Ahzab: 71).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah akan mengangkat kedudukan sebagian kaum karena Kitab ini dan menghinakan yang lain juga karenanya.” (HR. Muslim)
Maka sungguh amat menyedihkan, apabila ada sebagian golongan umat ini yang berjuang mengatasnamakan dakwah dan Islam kemudian menyingkirkan agenda besar umat Islam yaitu dakwah tauhid dan sunnah serta pemberantasan syirik dan bid’ah demi meraih kursi dan jabatan. Subhanallah!
Tidak layak bagi mereka untuk mencatut firman Allah –yang mengisahkan ucapan Nabi Syu’aib ‘alaihis salam- (yang artinya), “Tiada yang kuinginkan melainkan melakukan perbaikan selama aku masih berkemampuan…” (QS. Huud: 88).
Wahai saudaraku -fillah- dakwah macam apakah ini? Mengorbankan agama demi mendapatkan ceceran kesenangan dunia dan fatamorgana… Kembalilah kepada Allah dan Rasul-Nya, kembalilah kepada para ulama Rabbani pengikut pemahaman generasi utama. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bersegeralah melakukan amal-amal sebelum datangnya terpaan fitnah laksana potongan-potongan malam yang gelap gulita, sehingga membuat seorang yang pada pagi harinya beriman namun pada sore harinya berubah menjadi kafir, atau sorenya beriman namun pagi hari kemudian menjadi kafir. Dia rela menjual agamanya demi mendapatkan kesenangan dunia.” (HR. Muslim).
Aplikasi Al-Qur’an Gratis
Pocket Qur’an : Aplikasi Al-Qur’an Gratis untuk HP Anda
http://mumtazanas.wordpress.comBerikut ini beberapa daftar software AlQuran untuk gadget Anda ;
Palm:
- Besar file: 256.1 kb
- Jenis File: zip
- Download link : http://www.pocketquran.com/PalmQuran.zip
- Besar File: 820.5 kb
- Jenis File: zip
- Download link: http://www.pocketquran.com/PocketQuran.zip
- Besar File: 289.3 kb
- Jenis File: zip
- Download link: http://www.pocketquran.com/PocketQuranSP.zip
- Besar File: 252.3 kb
- Jenis File: zip
- Download link: http://www.pocketquran.com/PocketQuranS60.zip
- Besar File: 253.2 kb
- Jenis File: zip
- Download link: http://www.pocketquran.com/PocketQuran9200.zip
- Besar File: 251.6 kb
- Jenis File: zip
- Download link: http://www.pocketquran.com/PocketQuranUIQ.zip
- Besar File: 265.7 kb
- Jenis File: zip
- Download link: http://www.pocketquran.com/PocketQuranS90.zip
- Besar File: 303.7 kb
- Jenis File: zip
- Download link: http://www.pocketquran.com/PocketQuran-j2me.zip
- Besar File: 269.7 kb
- Jenis File: zip
- Download link: http://www.pocketquran.com/PocketQuran-BB.zip
Untuk Versi Java dapat berjalan baik di layar beresolusi 128×128 pixels(ex motorola C380)
Selamat Mencoba!
patung Yesus di Ohio disambar petir
http://theclearsunnah.wordpress.com
And what the statue looks like now after the lightning strike…
Dan bagaimana penampakan patung itu setelah sambaran petir ...
6-story Jesus statue in Ohio struck by lightning 6-cerita patung Yesus di Ohio disambar petir
MONROE, Ohio – A six-story statue of Jesus Christ was struck by lightning and burned to the ground, leaving only a blackened steel skeleton and pieces of foam that were scooped up by curious onlookers Tuesday.Monroe, Ohio - enam-kisah patung Yesus Kristus yang disambar petir dan terbakar habis, hanya menyisakan kerangka baja hitam dan potongan-potongan busa yang dipungut oleh penonton yang penasaran Selasa.
The “King of Kings” statue, one of southwest Ohio's most familiar landmarks, had stood since 2004 at the evangelical Solid Rock Church along Interstate 75 in Monroe, just north of Cincinnati. The patung "Raja segala Raja", salah satu dari landmark di Ohio barat daya yang paling dikenal, telah berdiri sejak tahun 2004 di Gereja evangelis Rock Solid di sepanjang Interstate 75 di Monroe, tepat di utara Cincinnati.
The lightning strike set the statue ablaze around 11:15 pm Monday, Monroe police dispatchers said. Sambaran kilat membakar patung sekitar 11:15 Senin, kata polisi Monroe dispatcher. The sculpture, about 62 feet tall and 40 feet wide at the base, showed Jesus from the torso up and was nicknamed Touchdown Jesus because of the way the arms were raised, similar to a referee signaling a touchdown.
Patung, tinggi sekitar 62 m dan lebar 40 kaki di dasar, menggambarkan Yesus dari batang tubuh dan dijuluki Touchdown Yesus karena cara lengan terangkat, mirip dengan wasit pensinyalan touchdown.
It was made of plastic foam and fiberglass over a steel frame, which is all that remained Tuesday.
Patung itu terbuat dari busa plastik dan fiberglass dengan rangka baja, yang ada tetap Selasa.
The nickname is the same used for a famous mural of the resurrected Jesus that overlooks the Notre Dame football stadium.
Nama panggilan yang sama digunakan untuk mural terkenal dari Yesus dibangkitkan bahwa mengabaikan stadion sepak bola Notre Dame.
The fire spread from the statue to an adjacent amphitheater but was confined to the attic area, and no one was injured, police Chief Mark Neu said.
Penyebaran api dari patung itu ke amfiteater berdekatan tetapi terbatas pada daerah loteng, dan tak ada yang terluka, kata Kepala polisi Mark Neu.
Estimated damage from the fire was set at $700,000 — $300,000 for the statue and $400,000 for the amphitheater, Fire Capt. Richard Mascarella said Tuesday. Perkiraan kerusakan dari kebakaran itu ditetapkan sebesar $ 700,000 - $ 300,000 untuk patung dan $ 400.000 untuk amfiteater, Kapten pemadam kebakaran Richard Mascarella mengatakan Selasa.
The Ohio State Highway Patrol was at the scene Tuesday to prevent traffic jams and potential accidents from motorists stopping along the highway to take photographs. The Ohio State Highway Patrol berada di TKP Selasa untuk mencegah kemacetan lalu lintas dan kecelakaan potensial dari pengendara yang berhenti di sepanjang jalan raya untuk mengambil foto.
The patrol began issuing citations about 4 pm Tuesday to motorists for stopping on the side of the highway, dispatcher Adam Brown said. Patroli itu mulai mengeluarkan kutipan sekitar jam 4 Selasa sore bagi pengendara untuk berhenti di sisi jalan raya, operator Adam Brown mengatakan.
The number of gawkers coupled with construction had slowed I-75 traffic in the area to a crawl, the state Highway Patrol said. Jumlah gawkers digabungkan dengan konstruksi telah diperlambat I-75 lalu lintas di wilayah itu merangkak, negara Highway Patrol kata.
Some people were scooping up pieces of the statue's foam from the nearby pond to take home with them, said church co-pastor Darlene Bishop.
Beberapa orang meraup potongan-potongan patung busa dari kolam terdekat untuk dibawa pulang dengan mereka, kata co-pastor gereja Darlene Bishop.
“This meant a lot to a lot of people,” she said.
"Ini berarti banyak bagi banyak orang," katanya.
Keith Lewis, of nearby Middletown, arrived at the church around 7 am Tuesday to photograph the remains for his wife.
Keith Lewis, dari Middletown di dekatnya, tiba di gereja sekitar 07:00 Selasa pagi untuk foto tetap untuk istrinya.
Lewis said he had viewed the statue as both an oddity and an inspiration.
Lewis mengatakan telah melihat patung itu sebagai keanehan dan inspirasi.
Cassie Browning, a church member from Dayton, said she was driving home when she saw smoke and noticed the statue was missing. Cassie Browning, seorang anggota gereja dari Dayton, kata dia sedang dalam perjalanan pulang ketika ia melihat asap dan melihat patung itu hilang.
Travelers on I-75 often were startled to come upon the huge statue by the roadside, but many said America needs more symbols like it. Wisatawan di I-75 tiba-tiba terkejut datang atas patung besar di tepi jalan, tapi banyak kata Amerika membutuhkan simbol lebih seperti itu.
So many people stopped at the church campus that church officials had to build a walkway to accommodate them.
Begitu banyak orang berhenti di kampus gereja yang pejabat gereja harus membangun jalan setapak untuk menampung mereka.
Bishop said the statue will be rebuilt. Uskup mengatakan patung itu akan dibangun kembali.
“It will be back, but this time we are going to try for something fireproof,” she said.
"Ini akan kembali, tapi kali ini kita akan mencoba sesuatu yang tahan api," katanya.
The 4,000-member, nondenominational church was founded by Bishop and her husband, former horse trader Lawrence Bishop.
Para anggota, 4.000 gereja nondenominasional didirikan oleh Uskup dan suaminya, mantan Uskup Lawrence pedagang kuda.
Lawrence Bishop said in 2004 he was trying to help people, not impress them, with the statue.
Uskup Lawrence mengatakan pada tahun 2004 dia berusaha membantu orang, tidak terkesan mereka, dengan patung.
He said his wife proposed the Jesus figure as a beacon of hope and salvation.
Dia mengatakan istrinya yang diusulkan sosok Yesus sebagai mercusuar harapan dan keselamatan.
http://news.yahoo.com/s/ap/us_lightning_strikes_jesus_statue
——————- -------
Commentary: Komentar:
Think, O Christian, may Allah guide you to the straight path, if you consider Jesus Christ to be God, then why would he destroy his own statue?
Pikirkan, Orang Kristen, semoga Allah membimbing Anda ke jalan yang lurus, jika Anda menganggap Yesus Kristus sebagai Allah, maka mengapa ia menghancurkan patung sendiri?
Would he not be proud of those who built it?
Apakah ia tidak bangga dengan orang-orang yang membangunnya?
Would he not marvel over it?
Apakah ia tidak heran atas itu?
And those who consider Jesus to be the son of God, think…
Dan orang-orang yang menganggap Yesus sebagai anak Allah, berpikir ...
If he is the son of God, would He (God) not feel proud of a statue built for his son?
Jika ia adalah anak Allah, akan Dia (Allah) tidak merasa bangga dengan patung dibangun untuk anaknya?
If God was pleased with the concept that you cling to so dearly (Jesus being the son of God), then why would He destroy an icon that calls to that message?
Jika Allah senang dengan konsep bahwa Anda berpegang teguh kepada begitu mahal (Yesus adalah anak Allah), maka mengapa Dia menghancurkan sebuah ikon yang memanggil pesan tersebut?
Ponder over this… renungkan ini ...
Penerjemah ke 41 Bahasa
Software Gratis: Penerjemah ke 41 Bahasa Dunia
on April 3, 2010 by http://warisansalaf.wordpress.com
Segera Download, software gratis penerjemah ke sekitar 41 bahasa dunia.
Program ini berstandar Google.translate. Walaupun terkadang hasil terjemahan google agak membingungkan terkhusus terjemahan dari bahasa arab ke bahasa indonesia namun begitu program ini sangat membantu kita, minimal kita masih bisa meraba maksud sebuah kalimat asing….Catatan: Program ini hanya berfungsi jika komputer kita terhubung dengan internet.
Kelebihan:
Kelebihannya banyak sekali….Link Download
Silahkan
Software yang ada diblog ini tidak boleh digunakan untuk hal-hal yang dilarang agama dan negara.
An Amazing Story – Trust in Allah
http://abdurrahmanorg.wordpress.com
Al Haafidh ibn Rajab mentioned in the commentary of the tabiqaat of Al Hanaabila (196/1) in the biography of Al Qaadi Abi Bakr Muhammad Abdul Al Baaqi Al Bazzaz who died in the year 535 from the migration of the Messenger of ALLAH, peace and blessing be upon him. Sheik Saalih Abu Al Qaasim Al Khazaz Al Bagdadi said, “I heard Al Qaadi Abi Bakr Muhammad Abdul Al Baaqi Al Bazzaz Al Ansaari say”…
Al Hafidh bin Rajab menyebutkan dalam komentar tabiqaat Al Hanaabila (196 / 1) dalam biografi Al Qadhi Abi Bakar Muhammad Abdul Al Baaqi Al Bazzaz yang meninggal pada tahun 535 setelah hijrah Rasul ALLAH , Shalallohu'alaihi wassalam. Syekh Saalih Abu Al Qaasim Al Khazaz Al Bagdadi berkata, "Aku mendengar Al Qadhi Abi Bakar Muhammad Abdul Al Baaqi Al Bazzaz Al Ansaari mengatakan" ...
I used to live in the vicinity of Mecca, may ALLAH the Exalted protect it, so one day I was stricken with severe hunger and I did not find anything to fight against this hunger. So I found a bag made from silk, tied with a tassel that was also made from silk, so I grabbed it and took it to my house. When I unfasten it I found in it a necklace made from pearl such that I had not seen the like of it before. So when I exited my house I saw an old man that was seeking this bag. With him was a torn rag containing five hundred dinar and he was saying, “This is for the one who returns to me the bag containing the pearls.” So I said, “I am in need, I am hungry, so I will take this money and benefit from it and return to him the bag”. So I said to him, “Come to me”, so I took him and brought him to my home. So he gave me the description of the bag, and the description of the tassel, and the description of the pearls along with their number, and the description of the thread that fasten it. So I removed it from the bag and gave it to him, so he gave me the five hundred dinar, but I did not take it. Then I said to him, “It is incumbent upon me to return this to you and I will not take any reward for it.” He said to me, “You must take it”, and he persisted in this, but I would not take it from him so he left me and went about his way.Al Hafidh bin Rajab menyebutkan dalam komentar tabiqaat Al Hanaabila (196 / 1) dalam biografi Al Qadhi Abi Bakar Muhammad Abdul Al Baaqi Al Bazzaz yang meninggal pada tahun 535 setelah hijrah Rasul ALLAH , Shalallohu'alaihi wassalam. Syekh Saalih Abu Al Qaasim Al Khazaz Al Bagdadi berkata, "Aku mendengar Al Qadhi Abi Bakar Muhammad Abdul Al Baaqi Al Bazzaz Al Ansaari mengatakan" ...
Aku dulu tinggal di sekitar Mekkah, semoga ALLAH Ta'ala melindunginya, suatu hari saya mengalami kelaparan yang parah dan aku tidak menemukan apa pun untuk memerangi kelaparan ini. Maka saya menemukan sebuah tas yang terbuat dari sutera, diikat dengan rumbai yang juga terbuat dari sutra, jadi aku mengambilnya dan membawanya ke rumah saya. Ketika saya membuka tas itu saya menemukan di dalamnya sebuah kalung terbuat dari mutiara yang belum pernah aku lihat semisal ini sebelumnya. Lalu, ketika saya keluar rumah, saya melihat seorang lelaki tua yang sedang mencari tas ini. Dia membawa seikat kain usang berisi lima ratus dinar dan ia berkata, "Ini untuk orang yang mengembalikan kepada saya tas berisi mutiara" Maka saya berkata (dalam hati), "Saya orang yang membutuhkan..., aku lapar, jadi saya akan mengambil uang ini dan imbalan darinya dan mengembalikan tas itu kepadanya ". Jadi aku berkata kepadanya, "Kemari bersamaku", jadi aku mengajak dia dan membawanya ke rumahku. Lalu dia memberitahu saya gambaran tas, dan deskripsi rumbai, dan deskripsi dari mutiara bersama dengan jumlahnya, serta gambaran benang yang mengikatnya. Kemudian aku mengambil tas itu dan memberikannya, maka dia memberi saya lima ratus dinar, tetapi aku tidak mengambilnya. Lalu aku berkata kepadanya, "Adalah kewajiban saya untuk mengembalikan tas ini kepada Anda dan saya tidak akan mengambil hadiah apapun untuk itu" Dia berkata padaku, "Anda harus menerimanya.", Dan ia tetap memaksa, tapi aku tidak mengambilnya dari dia, maka dia meninggalkanku dan pergi ke jalan.
As for me, I didn’t have anything so I left Mecca and began sailing in the sea. So the ship tore apart and everyone aboard it drowned and their wealth was destroyed. I was saved by holding onto a piece of the ship. So I remained for a time period in the sea not knowing where I was going. I then arrived at an island that was inhabited by people. I sat in some of the masjids and the people heard me reading, and there did not remain anyone on the island except that he came to me and said, “Teach me the Koran”, so I acquired from the people a lot of wealth. Then I saw in the masjid some paper from a Mushaf, so I took it and began to read it.Sedangkan diriku, aku tidak memiliki sesuatupun maka aku tinggalkan Mekkah dan mulai berlayar di laut. Maka kapal itu pecah dan semua orang tenggelam dan harta mereka hancur. Aku diselamatkan dengan (sebab) berpegangan pada sebuah potongan kapal. Maka aku (terdampar) selama beberapa waktu di lautan tanpa tahu kemana akan pergi. Kemudian aku tiba di sebuah pulau yang telah didiami orang. Aku duduk di sebuah masjid dan orang-orang mendengar saya membaca, dan di sana tidak ada seorangpun di pulau kecuali ia datang kepadaku dan berkata, "Ajarkan saya" Alquran, jadi aku memperoleh dari orang-orang banyak benda. Lalu aku melihat Al Qura'an di masjid beberapa dari Mushaf, jadi aku mengambilnya dan mulai membacanya.
They said to me, “Do you have good handwriting?” I said yes. So they said, “Teach me handwriting”. So they came to me with their children from amongst the small kids and the young men and I used to teach them. I acquired from this also, a lot of wealth.Mereka berkata padaku, "Apakah Anda memiliki tulisan tangan yang baik" kataku ya. Maka mereka berkata, "Ajari aku menulis". Jadi mereka datang kepadaku bersama anak-anak mereka mulai dari anak-anak kecil dan anak-anak muda dan saya dimanfaatkan untuk mengajar mereka. Aku juga memperoleh dari hal ini banyak barang.
After this they said to me, “We have a young orphan girl who has some things from the dunya, (worldly wealth) we would like for you to marry her. I refused, but they said, “It is a must!” And they made this incumbent upon me, so I agreed. After they married her to me, I turned my glance toward her and I found that exact same necklace hanging around her neck! At this time I did not busy myself with anything except staring at this necklace. So they said to me, “Oh Sheik! You have broken this young orphan girl’s heart by looking at this necklace, and you have not even looked at her. So I relayed to them the story of the necklace. So they screamed and yelled out, “There is no deity worthy of worship except ALLAH, ALLAHU AKBAR, until it reached everyone on the island. So I said, “What is with you?” They said, “The old man that took the necklace from you is the father of this young girl.” He used to say, “I have not found in the dunya (world) a Muslim (what is meant here is a trustworthy, kindhearted, one who knows the rights of found property) except the one who returned to me this necklace.” And he used to make dua (supplication) saying, “Oh ALLAH, join me and him together so that I may marry him to my daughter”, and now it has happened. So I remained with her for a time period and I was provided with two sons by her. Then she passed away, so I inherited the necklace, me and my two sons. Then my two sons died, therefore the necklace became mine. So I sold the necklace for one hundred thousand dinar, and the money that you see me with now is what is left over from that money.
Setelah itu mereka berkata padaku, "Kami memiliki seorang gadis yatim piatu yang memiliki beberapa hal dari dunia ini, (kekayaan duniawi) kami ingin Anda menikahinya. Aku menolak, tetapi mereka berkata, "Ini adalah suatu keharusan" Dan mereka mewajibkannya atas diri saya, jadi saya setuju. Setelah mereka menikahkan gadis itu untukku, saya melirik - berbalik ke arahnya dan saya menemukan kalung yang sama persis menggantung di lehernya! Saat ini aku tidak menyibukkan diri dengan apa pun kecuali menatap kalung itu. Jadi mereka berkata padaku, "Oh Sheik! Anda telah mematah hati anak yatim piatu ini dengan melihat kalung ini, dan Anda bahkan belum menatapnya. Jadi Saya sampaikan kepada mereka kisah kalung itu. Jadi, mereka berteriak dan berteriak, "Tidak ada yang berhak disembah kecuali ALLAH, Allahu Akbar, sampai kabar tersebar ke semua orang di pulau itu. Jadi aku berkata, "Ada apa dengan Anda ?" Mereka menjawab, "Orang tua yang mengambil kalung itu dari Anda adalah ayah dari gadis muda ini" Dia selalu berkata, "Aku tidak menemukan seorang muslim di dunia ( dimaksudkan di sini adalah yang dapat dipercaya, baik hati, orang yang mengetahui hak-hak barang temuan) kecuali orang yang mengembalikan kalung ini kepada saya. "Dan dia telah berdoa (permohonan)," Ya ALLAH, gabungkanlah antara saya dan dia sehingga saya bisa menikahkannya dengan putri saya", dan sekarang telah terjadi. Jadi aku tetap bersamanya untuk beberapa lama dan saya diberikan dua putra dengan dia. Lalu ia meninggal, jadi aku mewarisi kalung itu, saya dan dua putraku. Kemudian dua putra saya meninggal, maka kalung itu menjadi milikku. Jadi aku menjual kalung itu untuk seratus ribu dinar, dan uang yang Anda lihat bersama saya sekarang adalah apa yang tersisa dari uang itu.Taken from: http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=11&Topic=3927
Al-Qur’an digital
http://warisansalaf.wordpress.com
Software: Al-Qur’an Syamilah (4 Qori’, Tafsir, Tajwid, Pencarian, dll)
on Maret 28, 2010 by warisansalaf
Keunggulan:
- Dikemas dalam 3 bahasa (arab, inggris, dan Perancis)
- Bacaan Al-Qur’an 30 Juz oleh 4 Qori’ ternama (Ali Hudzaifi, Sudais dan Syuraim, Ahmad Al-’Ajmi, dan Sa’d Al-Ghomidi)
- Tersedia 4 tafsir Al-Qur’an dan Asbabun Nuzul
- Do’a khatam Al-Qur’an oleh 4 qori’ diatas.
- Tambahan beberapa surat Juz ‘Amma pilihan oleh 5 qori’ unggulan (Musyari, Muhaisini, Qohthoni, Asy-Syatiri, Al-Mathrud)
- Hukum-hukum tajwid
- Program tahfizh (untuk tujuan menghafal bisa mengulang-ulang ayat yang anda inginkan dari qori’ yang tersedia diatas).
- Pencarian ayat yang anda inginkan.
- Anda bisa berpindah dari surat kelainnya, atau ayat, atau halaman mushaf.
- Dan beberapa keunggulan lainnya.
Penting…
File ini dibagi menjadi 12 bagian. Anda harus berhasil mengunduh kesemuanya kemudian di kestrak kedalam satu folder.Link Download
Dibagi menjadi 12 bagian, pilih salah satu link dibawah ini:http://www.mediafire.com
zshare (dalam satu link 594.58MB)
Mushaf Madinah Gratis
http://warisansalaf.wordpress.com/
Contoh hasil paste in word
Aplikasi Mushaf Madinah khusus komputer yang disusun oleh Pihak Percetakan Al-Qur’an milik Raja Fahd di Madinah, Dzahran, Arab Saudi, untuk kepentingan Kompleks Percetakan Alquran di Madinah milik Raja Fahd . Aplikasi ini akan dibagikan gratis di semua bagian dunia untuk menyebarkan Al-Quranul Karim.
Pertama: Download Mushaf Madinah dalam satu link (67MB) Klik di sini, kemudian instal program dari folder yang Anda men-download perangkat lunak untuk itu.
Kedua: Download Mushaf Madinah untuk publikasi Komputer terfragmentasi:
A – Download bagian pertama (8MB)
B – Bagian II .. Download (56MB)
C – Gabungkanlah dua bagian diatas dalam satu folder.
D – Install program dari folder di mana bagian dikumpulkan dan ikuti instruksi.
Catatan Penting: tidak akan bekerja dengan benar jika program tersebut tidak mengeksekusi instruksi di atas.
Program ini Khusus Windows, adapun untuk Apple Macintosh masih dalam perampungan oleh pihak penyedia.
Kunjungi Situs Percetakan al-quran raja Fahd versi Indonesia:
http://qurancomplex.com/default.asp?l=ind
Software Syar’i: Mushaf Madinah Gratis,
Menulis dengan Teks Al-Qur’an Madinah
Posted on Mei 8, 2010 by warisansalaf
Contoh hasil paste in word
Aplikasi Mushaf Madinah khusus komputer yang disusun oleh Pihak Percetakan Al-Qur’an milik Raja Fahd di Madinah, Dzahran, Arab Saudi, untuk kepentingan Kompleks Percetakan Alquran di Madinah milik Raja Fahd . Aplikasi ini akan dibagikan gratis di semua bagian dunia untuk menyebarkan Al-Quranul Karim.
Link Download
Untuk men-download program ini, gunakan salah satu pilihan berikut, tergantung pada kecepatan koneksi internet yang tersedia bagi Anda: -Pertama: Download Mushaf Madinah dalam satu link (67MB) Klik di sini, kemudian instal program dari folder yang Anda men-download perangkat lunak untuk itu.
Kedua: Download Mushaf Madinah untuk publikasi Komputer terfragmentasi:
A – Download bagian pertama (8MB)
B – Bagian II .. Download (56MB)
C – Gabungkanlah dua bagian diatas dalam satu folder.
D – Install program dari folder di mana bagian dikumpulkan dan ikuti instruksi.
Catatan Penting: tidak akan bekerja dengan benar jika program tersebut tidak mengeksekusi instruksi di atas.
Program ini Khusus Windows, adapun untuk Apple Macintosh masih dalam perampungan oleh pihak penyedia.
Kunjungi Situs Percetakan al-quran raja Fahd versi Indonesia:
http://qurancomplex.com/default.asp?l=ind
Saudariku, Aku Menggugah Rasa Malumu,...
http://www.raudhatulmuhibbin.org
Judul Asli: I Appeal to Your Sense of Shame My Muslim Sister, Will You Not Respond?
Penulis: Nawaal Bint Abdullah
Penerbit: Al-Haramain Foundation
Halaman: v + 13 hal pdf
E-Book yang berikut ini adalah sebuah jeritan pilu dari seorang Muslimah, yang menyaksikan kemunduran yang terus-menerus menimpa saudarinya. Sebuah keprihatinan yang mendalam, ketika menyaksikan betapa banyak kaum Muslimah yang terjerat pada tipu daya dan propaganda yang dilancarkan oleh musuh-musuh Islam untuk merusak kehormatan mereka. Betapa cepat dan mudahnya keburukan menerpa, kerusakan menimpa, ketika pakaian malu telah ditanggalkan.
Sebuah tulisan singkat yang sangat menggugah, yang didalamnya berisi nasihat bagi wanita Muslimah, untuk mempertahankan kehormatannya dan kembali mengenakan perhiasan malu, karena sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam: "Malu itu adalah baik keseluruhannya." (HR Muslim)
Semoga bermanfaat!
Menjaga pandangan mata
Menjaga pandangan mata dari memandang hal-hal yang diharamkan oleh Allah merupakan akhlak yang mulia, bahkan Rasulullah r menjamin masuk surga bagi orang-orang yang salah satu dari sifat-sifat mereka dalah menjaga pandangan.
Abu Umamah berkata,”Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اُكْفُلُوا لِي بِسِتٍ أَكْفُلْ لَكُمْ بِالْجَنَّةِ, إِذَا حَدَّثَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَكْذِبْ, وَ إِذَا اؤْتُمِنَ فَلاَ يَخُنْ, وَ إِذَا وَعَدَ فَلاَ يُخْلِفْ, غُضُّوْا أَبْصَارَكُمْ, وَكُفُّوْا أَيْدِيَكُمْ, وَاحْفَظُوْا فُرُوْجَكُمْ
“Berilah jaminan padaku enam perkara, maka aku jamin bagi kalian surga. Jika salah seorang kalian berkata maka janganlah berdusta, dan jika diberi amanah janganlah berkhianat, dan jika dia berjanji janganlah menyelisihinya, dan tundukkanlah pandangan kalian, cegahlah tangan-tangan kalian (dari menyakiti orang lain), dan jagalah kemaluan kalian.”[2]
Bahkan orang jahiliyahpun mengetahui bahwa menjaga pandangan adalah akhlak yang mulia. Berkata ‘Antarah bin Syaddad seorang penyair di zaman jahiliyah:
وَأَغُضُّ طَرْفِي مَا بَادَتْ لِي جَارَتِي حَتَّى يُوَارِيَ جَارَتِي مَأْوَاهَا
“Dan akupun terus menundukkan pandanganku tatkala tampak istri tetanggaku sampai masuklah dia ke rumahnya”[3]
Syaikh Abdurrazzaq bin Abdilmuhsin Al-'Abbad –Hafidzohumulloh- berkata,”Inilah salah satu akhlak mulia yang dipraktekkan oleh orang pada zaman jahiliyah, namun yang sangat memprihatinkan justru kaum muslimin di zaman sekarang meninggalkannya.”
Abu Umamah berkata,”Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اُكْفُلُوا لِي بِسِتٍ أَكْفُلْ لَكُمْ بِالْجَنَّةِ, إِذَا حَدَّثَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَكْذِبْ, وَ إِذَا اؤْتُمِنَ فَلاَ يَخُنْ, وَ إِذَا وَعَدَ فَلاَ يُخْلِفْ, غُضُّوْا أَبْصَارَكُمْ, وَكُفُّوْا أَيْدِيَكُمْ, وَاحْفَظُوْا فُرُوْجَكُمْ
“Berilah jaminan padaku enam perkara, maka aku jamin bagi kalian surga. Jika salah seorang kalian berkata maka janganlah berdusta, dan jika diberi amanah janganlah berkhianat, dan jika dia berjanji janganlah menyelisihinya, dan tundukkanlah pandangan kalian, cegahlah tangan-tangan kalian (dari menyakiti orang lain), dan jagalah kemaluan kalian.”[2]
Bahkan orang jahiliyahpun mengetahui bahwa menjaga pandangan adalah akhlak yang mulia. Berkata ‘Antarah bin Syaddad seorang penyair di zaman jahiliyah:
وَأَغُضُّ طَرْفِي مَا بَادَتْ لِي جَارَتِي حَتَّى يُوَارِيَ جَارَتِي مَأْوَاهَا
“Dan akupun terus menundukkan pandanganku tatkala tampak istri tetanggaku sampai masuklah dia ke rumahnya”[3]
Syaikh Abdurrazzaq bin Abdilmuhsin Al-'Abbad –Hafidzohumulloh- berkata,”Inilah salah satu akhlak mulia yang dipraktekkan oleh orang pada zaman jahiliyah, namun yang sangat memprihatinkan justru kaum muslimin di zaman sekarang meninggalkannya.”
Proposal Bakti Sosial “Kesabaran dan Kemurahan Hati untuk Membantu Sesama”.
Proposal Bakti Sosial “Kesabaran dan Kemurahan Hati untuk Membantu Sesama”.
http://muslim.or.id
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dengan memiliki sifat yang mulia ini yaitu selalu memandang orang di bawahnya dalam masalah dunia, seseorang akan merealisasikan syukur dengan sebenarnya.
Maka Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari (YPIA) Yogyakarta bekerjasama dengan Lembaga Sosial Al Qois merasa tergerak dengan keadaan saudara kita sesama muslim yang keadaannya berada di bawah kita dengan mengadakan Bakti Sosial “Kesabaran dan Kemurahan Hati untuk Membantu Sesama”. Dengan diadakannya Bakti Sosial ini kami berharap dapat meringankan sedikit beban yang ditanggung mereka, sehingga mereka bisa menikmati makanan sebagaimana yang kita makan, bisa menikmati pakaian sebagaimana yang kita pakai, dan bisa memenuhi kebutuhan sebagaimana ketika kita mempunyai uang.
BENTUK KEGIATAN
Bentuk Kegiatan Bakti Sosial ini berupa pembagian sembako, pakaian layak pakai, uang tunai, dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak mampu di Desa Nglarang, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Dan terdapat selingan Tausiyah Agama Islam yang disampaikan oleh Ustadz.
http://muslim.or.id
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dengan memiliki sifat yang mulia ini yaitu selalu memandang orang di bawahnya dalam masalah dunia, seseorang akan merealisasikan syukur dengan sebenarnya.
Maka Yayasan Pendidikan Islam Al Atsari (YPIA) Yogyakarta bekerjasama dengan Lembaga Sosial Al Qois merasa tergerak dengan keadaan saudara kita sesama muslim yang keadaannya berada di bawah kita dengan mengadakan Bakti Sosial “Kesabaran dan Kemurahan Hati untuk Membantu Sesama”. Dengan diadakannya Bakti Sosial ini kami berharap dapat meringankan sedikit beban yang ditanggung mereka, sehingga mereka bisa menikmati makanan sebagaimana yang kita makan, bisa menikmati pakaian sebagaimana yang kita pakai, dan bisa memenuhi kebutuhan sebagaimana ketika kita mempunyai uang.
NAMA KEGIATAN
Bakti Sosial “Kesabaran dan Kemurahan Hati untuk Membantu Sesama”.
BENTUK KEGIATAN
Bentuk Kegiatan Bakti Sosial ini berupa pembagian sembako, pakaian layak pakai, uang tunai, dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak mampu di Desa Nglarang, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Dan terdapat selingan Tausiyah Agama Islam yang disampaikan oleh Ustadz.
Pelajaran dari Perang Badar
Pelajaran dari Perang Badar
http://muslim.or.id
Mereka…
Mereka menang bukan karena kekuatan senjata
Mereka menang bukan karena kekuatan jumlah personilnya
Mereka MENANG karena berperang dalam rangka menegakkan kalimat Allah dan membela agamaNya…
Allahu Al Musta’an…
http://muslim.or.id
كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ
“…Betapa banyak golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Qs. Al Baqarah: 249)Mereka…
Mereka menang bukan karena kekuatan senjata
Mereka menang bukan karena kekuatan jumlah personilnya
Mereka MENANG karena berperang dalam rangka menegakkan kalimat Allah dan membela agamaNya…
Allahu Al Musta’an…
Secercah Nasehat ‘Tuk Para Pemuda
Sumber: Situs Buletin Al-Ilmu Jember

Para pembaca, semoga Allah ‘azza wajalla selalu mencurahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Tidak diragukan lagi bahwa manusia yang memiliki fitrah yang suci pasti mencita-citakan kebahagiaan dan ketentraman dalam kehidupannya, terkhusus pada zaman sekarang yang penuh dengan fitnah. Sesuatu yang diharamkan Allah ‘azza wajalla dianggap sebagai sesuatu yang halal, perbuatan yang melanggar norma-norma agama dianggap sebagai hal yang lumrah dan wajar. Masyarakat pun bertambah hari semakin jauh dari bimbingan Allah ‘azza wajalla dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam. Sungguh dalam kondisi seperti ini seorang hamba sangat butuh dengan pertolongan Allah ‘azza wajalla.
Saudaraku seiman…
Merupakan fitrah yang telah Allah jadikan pada diri manusia bahwa kaum lelaki memiliki ketertarikan (kecintaan) kepada kaum wanita dan juga sebaliknya, Allah ‘azza wajalla dalam Al-Qur’an menyatakan (artinya);
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada sesuatu yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (Ali Imran: 14)
Allah ‘azza wajalla memberitakan bahwa kecintaan kepada kenikmatan-kenikmatan dunia tersebut ditampakkan indah dan menarik di mata manusia. Allah ‘azza wajalla menyebutkan beberapa jenis kenikmatan dunia secara khusus, karena ia merupakan ujian yang paling dahsyat, sedangkan yang selainnya mengikuti. Tatkala ia ditampakkan indah dan menarik kepada manusia, kemudian disertai faktor lain yang menghiasinya, maka jiwa-jiwa mereka akan bergantung dengannya. Hati-hati mereka pun akan cenderung kepadanya. (Lihat Taisir Al Karimirrahman, hal. 124)
Dengan demikian Allah ‘azza wajalla telah menjadikan kecenderungan atau kecintaan kepada wanita dalam hati para lelaki dan tertarik ketika melihatnya.
Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan dalam sebuah haditsnya;
مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً هِيَ أَضَرُّ عَلىَ الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
“Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada (fitnahnya) wanita.” (HR. Al Bukhari no. 5096 dan Muslim no. 6880)
Akan tetapi Allah ‘azza wajalla dengan hikmah-Nya memiliki syari’at yang mengatur hubungan keduanya (laki-laki dan wanita). Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh shahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَر وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لمَ ْيَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
“Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian telah mampu untuk menikah, hendaknya bersegera menikah, karena yang demikian itu lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Barangsiapa yang tidak mampu hendaknya dia bershaum (puasa) karena itu adalah pemutus syahwatnya.” (HR. Al Bukhari no. 1905 dan Muslim no. 1400)
Asy Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Alu Bassam hafizhahullah menjelaskan bahwa pengkhususan para pemuda dalam hadits diatas karena kebanyakan yang memiliki syahwat kuat adalah para pemuda, dibanding orang lanjut usia. (Taudhihul Ahkam hal. 214)
Adapun yang dimaksud dengan البَاءَةَ (kemampuan) disini adalah kemampuan untuk menikah baik fisik, maupun harta, berupa pemberian mahar dan nafkah. (Lihat Syarh Bulughul Maram Ibnu ‘Utsaimin)
Sungguh mulianya agama ini, dengan bimbingan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam manusia termulia dan paling bertaqwa yang senantiasa membimbing umatnya agar selamat dari makar syaithan yang berupaya menjerumuskan anak manusia kepada kemaksiatan. Dengan menikah, seseorang dapat meraih ketenangan jiwa serta melahirkan kasih sayang antara laki-laki dan wanita dengan penuh keridhaan Ilahi.
DEFINISI NIKAH
Asy Syaikh Al ‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa nikah secara bahasa artinya berkumpul. Adapun secara istilah syari’at adalah berkumpulnya antara laki-laki dan wanita yang dibangun diatas aturan syari’at yang khusus, berupa akad nikah dan syarat-syarat yang sudah diketahui bersama. (Syarh Bulughul Maram, Kitabun Nikah hal. 419)
Nikah juga bisa diistilahkan dengan sebuah ikatan (akad) antara seorang laki-laki dan wanita yang apabila terpenuhi segala rukun dan syaratnya, maka halal bagi keduanya (untuk bersentuhan atau yang selainnya) dari apa yang dibolehkan dan dihalalkan dalam ketentuan syari’at. Adapun sebelum adanya akad, maka tidak diperbolehkan. Sebagaimana yang dijelaskan Asy Syaikh Abdullah Al Bukhari hafizhahullah.
DISYARI’ATKANNYA NIKAH
Menikah, wahai saudaraku muslim merupakan sunnah yang diajarkan dan ditekankan dalam agama ini. Bahkan, ketika seseorang telah menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh dari agamanya. (Lihat Ash Shahihah 2/199). Menikah juga merupakan sunnah para rasul ‘alaihimussalam terdahulu. Allah ‘azza wajalla berfirman (artinya);
“Sungguh Kami telah mengutus para rasul sebelummu dan Kami jadikan untuk mereka istri-istri dan anak keturunan.” (Ar-Ra’d: 38)
Dalam ayat-Nya yang lain pula Allah ‘azza wajalla memerintahkan para wali (orang tua/wali) untuk menikahkan putra-putrinya yang telah mampu untuk menikah. Allah ‘azza wajalla berfirman (artinya);
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kalian, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahaya (budak) kalian yang lelaki dan hamba-hamba sahaya yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (An-Nur: 32)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai penyampai dan penjelas wahyu ilahi, telah menyampaikan dan menjelaskan tentang sunnah (nikah) tersebut kepada umat ini. Suatu hari datang 3 (tiga) orang kepada istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya tentang ibadah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ketika diberi kabar bagaimana ibadah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sepertinya mereka menganggap sedikit apa yang mereka amalkan. Maka diantara mereka berkata, “Adapun saya, akan shalat malam dan tak akan tidur.” Yang lain berkata, “Aku akan puasa terus menerus dan tak akan berbuka.” Yang lainnya lagi berkata, “Aku tak akan menikahi wanita.” Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang dan diberitahu tentang ucapan mereka ini, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;
أَنْتُمُ الَّذِينَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا، أَمَا وَاللهِ إِنِّي لأَخْشَاكُمْ ِللهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفْطِرُ وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِيْ فَلَيْسَ مِنِّيْ
“Kalian yang berkata demikian dan demikian, ketahuilah aku adalah orang yang paling takut kepada Allah ‘azza wajalla daripada kalian dan yang paling bertaqwa. Akan tetapi aku sholat malam dan tidur, aku berpuasa serta berbuka, dan aku menikahi wanita. Barangsiapa yang membenci sunnahku maka dia bukan golonganku (bukan berada diatas sunnahku dan jalanku).” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
MANFAAT PERNIKAHAN
Merupakan suatu yang mustahil jika Allah ‘azza wajalla Yang Maha Pencipta, Pengatur dan Pemelihara alam semesta ini dan juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai pengemban risalah agama ini memerintahkan sebuah amalan ibadah tanpa ada hikmah dan tujuan. Tidak ada amalan ibadah yang diperintahkan dalam syari’at ini melainkan dibalik itu mengandung manfaat yang besar, termasuk pernikahan. Diantara hikmah dan manfaat pernikahan adalah kesempatan menjalankan perintah Allah ‘azza wajalla dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam, yang hakekatnya merupakan puncak kebahagiaan seorang hamba di dunia dan di akhirat. Selain itu akan terjalin kasih sayang antara suami dan istri yang diridhoi oleh Allah ‘azza wajalla, sebagaimana firman-Nya (artinya);
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikannya diantara kalian rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (Ar-Rum: 21)
Asy Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah berkata ketika menafsirkan ayat diatas, “Maka dengan adanya istri tersebut dapat diraih kenikmatan dan kelezatan dalam hidup, diperoleh kemanfaatan yang besar berupa (lahirnya) anak-anak, adanya pendidikan terhadap mereka, dan diperoleh juga ketenangan hidup bersamanya (istri). Maka tidaklah engkau dapati pada diri seseorang secara umum seperti yang didapati pada sepasang suami istri dalam hal kasih sayang.” (Taisir Al Karimirrahman hal. 639).
Islam telah menjadikan pernikahan sebagai ibadah, sebab dengan pernikahan tersebut seseorang dapat menjaga dirinya dari keburukan fitnah, membatasi pandangan dari hal-hal yang diharamkan. Pernikahan juga dapat menjaga dan membentengi diri seseorang dari syaithan yang selalu mengajak dan menjerumuskan anak adam ke dalam perbuatan keji (zina).
NASEHAT
Wahai para pemuda rahimakumullah…
Ketahuilah, seseorang tidak akan menemukan kekecewaan bila ia menjadikan bimbingan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai prinsip dalam meniti sebuah kehidupan. Karena dengan mengikuti bimbingannya seseorang akan terbimbing untuk menempuh jalan yang lurus, dan tidak akan tersesat. Allah ‘azza wajalla menyatakan (artinya);
“Dan jika kalian menaatinya (Rasulullah) niscaya kalian akan mendapatkan petunjuk” (An-Nur: 54)
Jika engkau sudah mampu untuk menikah, menikahlah karena menikah merupakan perintah Allah ‘azza wajalla dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam. Janganlah seseorang takut dan tidak menikah karena terpengaruh dengan bisikan syaithan dengan dibayangi kesulitan ekonomi dan kemiskinan. Hati-hatilah dari membujang (menahan diri dari menikah) hanya karena khawatir tidak mampu menanggung beban hidup. Bertawakallah kepada Allah ‘azza wajalla dengan disertai ikhtiar, niscaya Allah ‘azza wajalla akan mewujudkan janji-Nya. Sebagaimana dalam firman-Nya (artinya);
“Dan barangsiapa yang bertawakkal (menyandarkan dirinya) kepada Allah niscaya Allah akan cukupkan keperluannya.” (At-Thalaq: 3)
Juga Allah ‘azza wajalla berjanji dalam firman-Nya:
“Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (An-Nuur: 32)
Dalam sebuah hadits, sebagaimana diriwayatkan dari shahabat yang mulia Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;
ثَلاَثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللهِ عزَّ وَجَلَّ عَوْنُهُمْ: اَلْمُكَاتَبُ الَّذِيْ يُرِيْدُ الأَدَاءَ، وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيْدُ العَفَافَ، وَالْمُجَاهِدُ فِي سَبِيْلِ اللهِ.
“Tiga golongan yang Allah pasti akan menolong mereka: budak yang hendak menebus dirinya, seorang yang menikah dengan tujuan menjaga kehormatanya dari perkara-perkara yang diharamkan, dan seorang yang berjihad di jalan Allah.” (HR. An-Nasa’i, Kitabun Nikah, Bab Ma’unatullah An-Nakih Al ladzi Yuridul ‘Afaf, no. 3218, 3120).
Hilangkan bayangan kemiskinan dan kesengsaraan, sebab semua urusan di tangan Allah ‘azza wajalla, Allah akan bukakan jalan keluar dari berbagai kesulitan dalam hidup ini jika kita berusaha sekuat tenaga untuk bertaqwa kepada-Nya. Allah ‘azza wajalla berfirman (artinya);
“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan jadikan untuknya jalan keluar. Dan memberi rizqi dari arah yang tidak disangka-sangka.” (At-Thalaq: 2-3)
Para pemuda, semoga Allah ‘azza wajalla merahmati kita semua. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga telah memberi solusi bagi pemuda yang belum mampu untuk menikah agar ia berpuasa. Dengan berpuasa ia lebih mampu untuk mengendalikan hawa nafsunya, lebih menjaga kehormatan dan pandangannya dari perkara yang diharamkan, sebagaimana disebutkan dalam hadits diatas. Bukan dengan cara-cara yang tidak syar’i, seperti onani, karena yang demikian juga diharamkan.
PENUTUP
Para pembaca yang kami cintai, dengan ini marilah kita bersama-sama berusaha menjadikan petunjuk Allah ‘azza wajalla dan bimbingan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana yang telah di pahami dan dipraktekkan para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagai jalan satu-satunya meraih keselamatan dan kebahagiaan dalam hidup ini. Dengan mengamalkannya, hidup kita akan senantiasa terjaga dan diliputi ridha dari Yang Maha Pencipta, Pemilik, Pengatur dan Pemelihara alam ini.
Wallahu a’lam bish shawaab.
Buletin Islam AL ILMU Edisi: 11/III/VIII/1431
Para pembaca, semoga Allah ‘azza wajalla selalu mencurahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Tidak diragukan lagi bahwa manusia yang memiliki fitrah yang suci pasti mencita-citakan kebahagiaan dan ketentraman dalam kehidupannya, terkhusus pada zaman sekarang yang penuh dengan fitnah. Sesuatu yang diharamkan Allah ‘azza wajalla dianggap sebagai sesuatu yang halal, perbuatan yang melanggar norma-norma agama dianggap sebagai hal yang lumrah dan wajar. Masyarakat pun bertambah hari semakin jauh dari bimbingan Allah ‘azza wajalla dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam. Sungguh dalam kondisi seperti ini seorang hamba sangat butuh dengan pertolongan Allah ‘azza wajalla.
Saudaraku seiman…
Merupakan fitrah yang telah Allah jadikan pada diri manusia bahwa kaum lelaki memiliki ketertarikan (kecintaan) kepada kaum wanita dan juga sebaliknya, Allah ‘azza wajalla dalam Al-Qur’an menyatakan (artinya);
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada sesuatu yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (Ali Imran: 14)
Allah ‘azza wajalla memberitakan bahwa kecintaan kepada kenikmatan-kenikmatan dunia tersebut ditampakkan indah dan menarik di mata manusia. Allah ‘azza wajalla menyebutkan beberapa jenis kenikmatan dunia secara khusus, karena ia merupakan ujian yang paling dahsyat, sedangkan yang selainnya mengikuti. Tatkala ia ditampakkan indah dan menarik kepada manusia, kemudian disertai faktor lain yang menghiasinya, maka jiwa-jiwa mereka akan bergantung dengannya. Hati-hati mereka pun akan cenderung kepadanya. (Lihat Taisir Al Karimirrahman, hal. 124)
Dengan demikian Allah ‘azza wajalla telah menjadikan kecenderungan atau kecintaan kepada wanita dalam hati para lelaki dan tertarik ketika melihatnya.
Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyatakan dalam sebuah haditsnya;
مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً هِيَ أَضَرُّ عَلىَ الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
“Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada (fitnahnya) wanita.” (HR. Al Bukhari no. 5096 dan Muslim no. 6880)
Akan tetapi Allah ‘azza wajalla dengan hikmah-Nya memiliki syari’at yang mengatur hubungan keduanya (laki-laki dan wanita). Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh shahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَر وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لمَ ْيَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
“Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian telah mampu untuk menikah, hendaknya bersegera menikah, karena yang demikian itu lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Barangsiapa yang tidak mampu hendaknya dia bershaum (puasa) karena itu adalah pemutus syahwatnya.” (HR. Al Bukhari no. 1905 dan Muslim no. 1400)
Asy Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Alu Bassam hafizhahullah menjelaskan bahwa pengkhususan para pemuda dalam hadits diatas karena kebanyakan yang memiliki syahwat kuat adalah para pemuda, dibanding orang lanjut usia. (Taudhihul Ahkam hal. 214)
Adapun yang dimaksud dengan البَاءَةَ (kemampuan) disini adalah kemampuan untuk menikah baik fisik, maupun harta, berupa pemberian mahar dan nafkah. (Lihat Syarh Bulughul Maram Ibnu ‘Utsaimin)
Sungguh mulianya agama ini, dengan bimbingan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam manusia termulia dan paling bertaqwa yang senantiasa membimbing umatnya agar selamat dari makar syaithan yang berupaya menjerumuskan anak manusia kepada kemaksiatan. Dengan menikah, seseorang dapat meraih ketenangan jiwa serta melahirkan kasih sayang antara laki-laki dan wanita dengan penuh keridhaan Ilahi.
DEFINISI NIKAH
Asy Syaikh Al ‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa nikah secara bahasa artinya berkumpul. Adapun secara istilah syari’at adalah berkumpulnya antara laki-laki dan wanita yang dibangun diatas aturan syari’at yang khusus, berupa akad nikah dan syarat-syarat yang sudah diketahui bersama. (Syarh Bulughul Maram, Kitabun Nikah hal. 419)
Nikah juga bisa diistilahkan dengan sebuah ikatan (akad) antara seorang laki-laki dan wanita yang apabila terpenuhi segala rukun dan syaratnya, maka halal bagi keduanya (untuk bersentuhan atau yang selainnya) dari apa yang dibolehkan dan dihalalkan dalam ketentuan syari’at. Adapun sebelum adanya akad, maka tidak diperbolehkan. Sebagaimana yang dijelaskan Asy Syaikh Abdullah Al Bukhari hafizhahullah.
DISYARI’ATKANNYA NIKAH
Menikah, wahai saudaraku muslim merupakan sunnah yang diajarkan dan ditekankan dalam agama ini. Bahkan, ketika seseorang telah menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh dari agamanya. (Lihat Ash Shahihah 2/199). Menikah juga merupakan sunnah para rasul ‘alaihimussalam terdahulu. Allah ‘azza wajalla berfirman (artinya);
“Sungguh Kami telah mengutus para rasul sebelummu dan Kami jadikan untuk mereka istri-istri dan anak keturunan.” (Ar-Ra’d: 38)
Dalam ayat-Nya yang lain pula Allah ‘azza wajalla memerintahkan para wali (orang tua/wali) untuk menikahkan putra-putrinya yang telah mampu untuk menikah. Allah ‘azza wajalla berfirman (artinya);
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian diantara kalian, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahaya (budak) kalian yang lelaki dan hamba-hamba sahaya yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (An-Nur: 32)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai penyampai dan penjelas wahyu ilahi, telah menyampaikan dan menjelaskan tentang sunnah (nikah) tersebut kepada umat ini. Suatu hari datang 3 (tiga) orang kepada istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya tentang ibadah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Ketika diberi kabar bagaimana ibadah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sepertinya mereka menganggap sedikit apa yang mereka amalkan. Maka diantara mereka berkata, “Adapun saya, akan shalat malam dan tak akan tidur.” Yang lain berkata, “Aku akan puasa terus menerus dan tak akan berbuka.” Yang lainnya lagi berkata, “Aku tak akan menikahi wanita.” Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang dan diberitahu tentang ucapan mereka ini, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;
أَنْتُمُ الَّذِينَ قُلْتُمْ كَذَا وَكَذَا، أَمَا وَاللهِ إِنِّي لأَخْشَاكُمْ ِللهِ وَأَتْقَاكُمْ لَهُ لَكِنِّي أَصُومُ وَأُفْطِرُ وَأُصَلِّي وَأَرْقُدُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِيْ فَلَيْسَ مِنِّيْ
“Kalian yang berkata demikian dan demikian, ketahuilah aku adalah orang yang paling takut kepada Allah ‘azza wajalla daripada kalian dan yang paling bertaqwa. Akan tetapi aku sholat malam dan tidur, aku berpuasa serta berbuka, dan aku menikahi wanita. Barangsiapa yang membenci sunnahku maka dia bukan golonganku (bukan berada diatas sunnahku dan jalanku).” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
MANFAAT PERNIKAHAN
Merupakan suatu yang mustahil jika Allah ‘azza wajalla Yang Maha Pencipta, Pengatur dan Pemelihara alam semesta ini dan juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai pengemban risalah agama ini memerintahkan sebuah amalan ibadah tanpa ada hikmah dan tujuan. Tidak ada amalan ibadah yang diperintahkan dalam syari’at ini melainkan dibalik itu mengandung manfaat yang besar, termasuk pernikahan. Diantara hikmah dan manfaat pernikahan adalah kesempatan menjalankan perintah Allah ‘azza wajalla dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam, yang hakekatnya merupakan puncak kebahagiaan seorang hamba di dunia dan di akhirat. Selain itu akan terjalin kasih sayang antara suami dan istri yang diridhoi oleh Allah ‘azza wajalla, sebagaimana firman-Nya (artinya);
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikannya diantara kalian rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (Ar-Rum: 21)
Asy Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah berkata ketika menafsirkan ayat diatas, “Maka dengan adanya istri tersebut dapat diraih kenikmatan dan kelezatan dalam hidup, diperoleh kemanfaatan yang besar berupa (lahirnya) anak-anak, adanya pendidikan terhadap mereka, dan diperoleh juga ketenangan hidup bersamanya (istri). Maka tidaklah engkau dapati pada diri seseorang secara umum seperti yang didapati pada sepasang suami istri dalam hal kasih sayang.” (Taisir Al Karimirrahman hal. 639).
Islam telah menjadikan pernikahan sebagai ibadah, sebab dengan pernikahan tersebut seseorang dapat menjaga dirinya dari keburukan fitnah, membatasi pandangan dari hal-hal yang diharamkan. Pernikahan juga dapat menjaga dan membentengi diri seseorang dari syaithan yang selalu mengajak dan menjerumuskan anak adam ke dalam perbuatan keji (zina).
NASEHAT
Wahai para pemuda rahimakumullah…
Ketahuilah, seseorang tidak akan menemukan kekecewaan bila ia menjadikan bimbingan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai prinsip dalam meniti sebuah kehidupan. Karena dengan mengikuti bimbingannya seseorang akan terbimbing untuk menempuh jalan yang lurus, dan tidak akan tersesat. Allah ‘azza wajalla menyatakan (artinya);
“Dan jika kalian menaatinya (Rasulullah) niscaya kalian akan mendapatkan petunjuk” (An-Nur: 54)
Jika engkau sudah mampu untuk menikah, menikahlah karena menikah merupakan perintah Allah ‘azza wajalla dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam. Janganlah seseorang takut dan tidak menikah karena terpengaruh dengan bisikan syaithan dengan dibayangi kesulitan ekonomi dan kemiskinan. Hati-hatilah dari membujang (menahan diri dari menikah) hanya karena khawatir tidak mampu menanggung beban hidup. Bertawakallah kepada Allah ‘azza wajalla dengan disertai ikhtiar, niscaya Allah ‘azza wajalla akan mewujudkan janji-Nya. Sebagaimana dalam firman-Nya (artinya);
“Dan barangsiapa yang bertawakkal (menyandarkan dirinya) kepada Allah niscaya Allah akan cukupkan keperluannya.” (At-Thalaq: 3)
Juga Allah ‘azza wajalla berjanji dalam firman-Nya:
“Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (An-Nuur: 32)
Dalam sebuah hadits, sebagaimana diriwayatkan dari shahabat yang mulia Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;
ثَلاَثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللهِ عزَّ وَجَلَّ عَوْنُهُمْ: اَلْمُكَاتَبُ الَّذِيْ يُرِيْدُ الأَدَاءَ، وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيْدُ العَفَافَ، وَالْمُجَاهِدُ فِي سَبِيْلِ اللهِ.
“Tiga golongan yang Allah pasti akan menolong mereka: budak yang hendak menebus dirinya, seorang yang menikah dengan tujuan menjaga kehormatanya dari perkara-perkara yang diharamkan, dan seorang yang berjihad di jalan Allah.” (HR. An-Nasa’i, Kitabun Nikah, Bab Ma’unatullah An-Nakih Al ladzi Yuridul ‘Afaf, no. 3218, 3120).
Hilangkan bayangan kemiskinan dan kesengsaraan, sebab semua urusan di tangan Allah ‘azza wajalla, Allah akan bukakan jalan keluar dari berbagai kesulitan dalam hidup ini jika kita berusaha sekuat tenaga untuk bertaqwa kepada-Nya. Allah ‘azza wajalla berfirman (artinya);
“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan jadikan untuknya jalan keluar. Dan memberi rizqi dari arah yang tidak disangka-sangka.” (At-Thalaq: 2-3)
Para pemuda, semoga Allah ‘azza wajalla merahmati kita semua. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga telah memberi solusi bagi pemuda yang belum mampu untuk menikah agar ia berpuasa. Dengan berpuasa ia lebih mampu untuk mengendalikan hawa nafsunya, lebih menjaga kehormatan dan pandangannya dari perkara yang diharamkan, sebagaimana disebutkan dalam hadits diatas. Bukan dengan cara-cara yang tidak syar’i, seperti onani, karena yang demikian juga diharamkan.
PENUTUP
Para pembaca yang kami cintai, dengan ini marilah kita bersama-sama berusaha menjadikan petunjuk Allah ‘azza wajalla dan bimbingan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana yang telah di pahami dan dipraktekkan para shahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagai jalan satu-satunya meraih keselamatan dan kebahagiaan dalam hidup ini. Dengan mengamalkannya, hidup kita akan senantiasa terjaga dan diliputi ridha dari Yang Maha Pencipta, Pemilik, Pengatur dan Pemelihara alam ini.
Wallahu a’lam bish shawaab.
Buletin Islam AL ILMU Edisi: 11/III/VIII/1431
Software: Bacaan Al-Qur’an
Software: Bacaan Al-Qur’an 30 Juz bersama Asy-Syaikh Ali Al-Hudzaifi
by http://warisansalaf.wordpress.com
Software Al-Qur’anul Karim, cocok untuk membantu menghafal Al-Qur’an
Kelebihan :
- Bacaan Al-Qur’an 30 Juz oleh Asy-Syaikh Ali Al-Hudzaifi, Imam dan Khotib Masjid Nabawi
- Menyimak bacaan dengan teks Al-Qur’an
- Mencari kalimat, ayat, surat, atau halaman Al-Qur’an yang anda kehendaki
- Mendengarkan ayat mana saja yang anda kehendaki hanya dengan cara menekan teks ayat
- Tersedia dalam tiga bahasa: Arab, Inggris, dan Perancis.
- Program Tahfizh: anda bisa mengulang-ulang secara otomatis ayat yang anda kehendaki.
- Tersedia beberapa kitab tafsir Al-Qur’an, yang memungkinkan anda menyimak Al-Qur’an sekaligus memahami maknanya.
- Tersedia pula kitab Asbabun Nuzul.
- Dilengkapi dengan do’a khatam Al-Qur’an oleh Asy-Syaikh Ali Al-Hudzaifi pada tahun 1427 H/2007 M.
- Tersedia terjemah dalam dua bahasa: Inggris dan Perancis
- dan kelebihan lainnya banyak sekali….
Penting…
Si pembuat program ini memberikan amanah, bahwa program ini 100% gratis tis tis…. dengan syarat tidak boleh diperjual belikan atau dengan kata lain tidak boleh di komersilkan.Jadi jangan ada yang beranggapan bahwa program ini milik Allah sehingga bebas baginya untuk di copy dan diperjualbelikan….
Kalau anda ingin memperjualbelikan ahsan antum pergi ke masjid Nabawi, merekam sendiri kemudian dikemas sendiri, Insya Allah halal bagi antum untuk mengcopy dan menjual belikannya. Adapun program ini antum hanya dipersilahkan menggunakan baik pribadi, instansi, atau keluarga, tanpa untuk diperjualbelikan.
Maaf kalau ada kata yang kurang berkenan, tapi demikianlah amanah si pembuat “Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu untuk menunaikan amanah kepada pemiliknya.” (QS. An-Nisa’)
Link Download
Silahkan
Di MediaFire
Juz Pertama
Juz Kedua
Link Download Update
Link langsung download kami sediakan tiga, anda pilih salah satu link dibawa ini:Silahkan
atau Silahkan
atau Silahkan
File Send
Rumahku Telah Berubah Menjadi Neraka
http://konsultasisyariah.com/*Pertanyaan: *
Aku adalah seorang pemuda yang telah menikah, dan Alhamdulillah aku
mempunyai beberapa anak. Dulu aku sangat ingin memilih istri yang berakhlak
dan beragama. Sehingga aku pun menikah dengan seorang wanita dari keluarga
mulia. Hubungan kami pada bulan-bulan pertama dibangun di atas saling
menghormati.
Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, istriku mulai bersikap buruk
sedikit demi sedikit, hingga hidupku berubah menjadi neraka menurut istilah
bahasa. Dia mulai menyusahkan keluargaku, sengaja menghina mereka, menyambut
mereka dengan dingin, tidak lagi menghiraukan dan memperdulikan
perintah-perintahku , meskipun aku secara bertahap telah menerapkan berbagai
metode dari nasihat hingga omelan, kemudian boikot dan kemarahan. Terkadang
aku terpaksa memukulnya, tetapi dengan semua itu dia tidak peduli, dan tidak
melihat apa pun kecuali dirinya dan keinginannya. Dia juga tidak mengabulkan
hasratku sebagai suaminya dengan sebenar-benarnya kepatuhan. Aku telah
sering berusaha menasihatinya dengan cara yang lebih baik, tetapi tidak ada
gunanya. Sehari dia taat, kemudian kembali seperti sebelumnya. Dia merasa
yakin – seperti yang dia sangka – bahwa aku tidak akan menceraikannya; yang
pertama karena sulitnya untuk menikah lagi, yang kedua karena
ketergantunganku dengan anak-anak. Tiada satu metode pun melainkan telah
kutetapkan terhadapnya, dengan tujuan untuk mengadakan perbaikan; dari mulai
nasihat, ucapan yang lembut, kemarahan hingga boikot.
Tetapi semua itu tiada guna. Pernah aku berpikir untuk memberitahu
keluarganya, namun aku khawatir mereka tidak akan percaya dan berdiam diri
terhadap sifat anak perempuan mereka. Aku bingung dengan urusanku ini dan
hidupku menjadi hitam legam meskipun aku adalah orang yang optimis. Aku
menginginkan bantuan orang lain. Berikan bimbingan kepadaku, apa yang harus
kulakukan? Dulu aku selalu mendoakan kebaikan baginya, tetapi sekarang aku
mendoakan kecelakaan untuknya, karena pada prakteknya dia telah mengubah
hidupku menjadi keputusasaan, kebinasaan dan neraka.
*Jawaban:*
Sehubungan dengan permintaan saran yang anda ajukan, maka anda memberikan
beberapa catatan dari beberapa catatan dari beberapa segi:
Pertama: Semoga Allah membantu anda, karena pada hakikatnya aku merasakan
besarnya rasa sakit dan penderitaan anda. Bagaimana tidak, sementara anda
mengalami hal itu di dalam rumah anda dan bersama istri anda, yang
seharusnya menjadi tempat pelarian anda jika dunia terasa sempit bagi anda
dan bagai tekanan bertumpuk menindih anda, agar anda mendapatkan apa yang
melonggarkan jiwa anda dan membuat anda lupa akan kesedihan anda.
Kedua: Kehidupan itu, hai saudaraku yang mulia – dan kukatakan ini
berdasarkan kenyataan – adalah ujian yang penuh dengan permasalahan dan
hal-hal yang mengganggu. Masalah-masalah keluarga di antara suami-istri
secara khusus tidak terhitung jumlahnya yang disebabkan oleh banyak hal,
baik penyebab sosial. Mental, edukasional, yang kadar kembalinya kepada
perbedaan tingkat kedua belah pihak. Bisa jadi perbedaan dalam masalah ilmu,
status sosial, atau perbedaan kepedulian dan sifat kepribadian, atau faktor
lainnya. Mungkin juga adanya talbis dan godaan setan, baik dari kalangan jin
maupun manusia. Tetapi terkadang ia lenyap sendiri seiring berlalunya waktu.
Sangat diperlukan pemahaman masing-masing pihak mengenal tabiat pasangannya
dan kesediaan mengabaikan beberapa tuntutan yang dilakukan masing-masing
pihak, agar keduanya bisa bertemu bersama di pertengahan jalan, meskipun
menurut kami laki-laki yang memiliki hak kepemimpinannya, pada umumnya
kurang bisa mengabaikan tuntutan-tuntutanny a. Hanya saja, akal dan pemahaman
laki-laki mengenai tabiat wanita serta kekurangannya dalam hal akal dan juga
kekurangan agamanya, membuat dia mampu menutup mata terhadap banyak hal.
Ketiga: Ingatlah, hai saudaraku yang mulia, hadits *al-Musthafa
shalawatullah wa salamuhu alaih*: “Wanita diciptakan dari tulang rusuk yang
paling bengkok,” sampai beliau bersabda, “Dan pecahnya adalah cerainya… “
al-hadits.
Ingat juga bahwa cerai adalah perkara halal yang paling dibenci oleh Allah.
Ingat pula bahwa setan berusaha keras bersama begundal-begundalny a untuk
menyebarkan kerusakan dan kehinaan. Tiada ia merasa gembira dengan suatu
kesenangan yang menyamai kesenangannya ketika seorang lelaki menceraikan
istrinya, seperti yang telah disebutkan dalam hadits sahih. Ingat pula
anak-anak anda yang masih kecil,semoga Allah menjaga keduanya, menshalihkan
keduanya, menjadikan keduanya sebagai simpanan untuk akhirat dan dunia, dan
mencicipkan manisnya kebaktian dan kesalihan keduanya kepada kalian. Karena
itu, pikiran akan perceraian merupakan pilihan yan pahit; jadikan ia terapi
terakhir, karena masih banyak pilihan lainnya, diantaranya adalah poligami.
Keempat: Kejadian antara dia dengan keluarga anda dan kepeduliannya yang
sangat besar kepada keluarganya, serta urusan-urusan lainnya, aku percaya
seringkali terjadi. Hal itu merupakan tanda kekurangan dan sempitnya
pandangan istri anda itu. Seolusianya di sini adalah anda timbang urusan ini
dengan parameter yang teliti, jelas lagi riil.
Perhatikan urusan tersebut, khususnya perlakuan istri anda terhadap keluarga
anda, saudari-saudari anda khusunya, dan anak-anak mereka. Karena aku
khawatir urusan ini dibesar-besarkan dari pihak pembawa ceritanya; dan ini
yang kadang-kadang terjadi. Maka jangan anda timpa kecuali menurut apa yang
anda lihat dengan mata anda. Bila telah terbukti, maka tetapkan hukuman yang
jelas untuk urusan itu; diawalai dengan peringatan, kemudiaan celaan, lalu
boikot.
Kelima: Hai saudaraku yang mulia, anda harus berembug dengan salah satu
orang yang pandai di kalangan keluarganya. Bisa ayahnya, atau salah satu
saudaranya, atau pamannya, atau bibinya, untuk menjelaskan sudut pandang
anda dan menyampaikan pemikiran anda kepada mereka dengan jelas. Tidak
masalah mengadakan pertemuan lagi sesudah pertemuan pertama bersama
kerabatnya itu. Kemudian pada pertemuan ketiga, antara anda, isti anda dan
kerabatnya yang pandai tersebut. Di pertemuan itu, jika kalian berdua saling
mengkritik dan masing-masing dari kalian berdua mengatakan terus terang apa
yang dikehendaki dari pasangannya, agar celah-celah tertutup sempurna dan
hal-hal yang samar menjadi jelas, jika memang ada. Tidak ada larangan
mengulangi pertemuan-pertemuan seperti itu. Jika pertemuan-pertemuan itu
berguna, maka itulah yang kita inginkan. Jika tidak, maka berarti anda telah
mengerahkan semua yang anda mampu, dan meyampaikan uzur atau alas an kepada
keluarganya jika terjadi sesuatu yang ditakutkan -karena takdir Allah-
misalnya perceraian atau hal lainnya. Tetapi aku pesankan kepada anda hai
saudara yang mulia, untuk bersikap adil kepada diri anda semampu anda dan
merenungkan beberapa perkara dari sudut pandang istri anda. Berusahalah, dan
anda tidak akan rugi, dengan izin Allah.
Keenam: Tidak masalah untuk menghadirkan beberapa catatan, buku-buku kecil,
dan kaset-kaset yang mengutarakan hak suami atas istrinya, pentingnya hal
tersebut, dan cara-cara ideal untuk bergaul di antara suami-istri. Letakkan
itu semua di tempat yang mudah diambil oleh semua orang di dalam rumah.
Mudah-mudahan dia mau melihatnya atau mendengarnya, lalu bertepatan dengan
telinganya mau mendengar, atau hatinya mau merenung, sehingga dia
terpengaruh dengan hal-hal itu, dan akhirnya Allah mengadakan sesuatu yang
baru sesudah itu.
Ketujuh: Jangan berputus asa, hai saudaraku yang mulia, untuk berusaha
mengadakan perbaikan; dan jangan berputus asa dari rahmat Allah dan
pertolongan- Nya, karena ini semua adalah takdir anda, maka terimalah dengan
ridha dan harapkan pahal-pahalnya di sisi Allah. Jangan mendoakan keburukan
atas dirinya, namun doakan kebaikan untuknya, dan anda tidak akan rugi
sedikit pun. Jangan pula menganggap terkabulnya doa anda sangat lambat.
Tetapi perbanyaklah doa, carilah waktu-waktu yang mustajab, dan ingatlah
selalu bahwa *Nabiyyul Huda shalawatullah wa salamuhu ‘alaih* pernah dibuat
marah oleh istri-istrinya, dikarenakan peristiwa itu turunlah ayat-ayat
mulia yang akan terus dibaca sampai hari kiamat. Padahal beliau adalah
panutan, sedangkan para istri beliau adalah ummahatul mu’minin (ibunda
orang-orang beriman), sementara generasi beliau adalah sebaik-baik generasi.
Maka bagaimana dengan kita yang ada di masa kini, berusaha menggapai derajat
tersebut?
Kedelapan: Berusahalah, hai saudaraku yang mulia untuk melihat segi-segi
positif pada diri istri anda. Barangkali hal itu bisa meringankan beberapa
hal yang anda derita. Semoga Allah memberi anda taufik dan meluruskan
langkah anda di atas jalan kebaikan
Sumber: *Setiap Problem Suami-Istri Ada Solusinya, Solusi atas 500 Problem
Istri dan 300 Problem Suami oleh Sekelompok Ulama: Syaikhul Islam Ibn
Taimiyah, Syaikh bin Baz, Syaikh Muhammad bin Ibrahim, Syaikh Abdullah bin
Utsaimin, Syaikh Abdullah bin Jibrin dll*, Mitra Pustaka, 2008
Dipublikasikan oleh: KonsultasiSyariah. Com <http://konsultasisy ariah.com/>
Disalin dari:
http://konsultasisy ariah.com/ fikih/pernikahan /rumah-tangga/ rumahku-telah- berubah-menjadi- neraka.html
Aku adalah seorang pemuda yang telah menikah, dan Alhamdulillah aku
mempunyai beberapa anak. Dulu aku sangat ingin memilih istri yang berakhlak
dan beragama. Sehingga aku pun menikah dengan seorang wanita dari keluarga
mulia. Hubungan kami pada bulan-bulan pertama dibangun di atas saling
menghormati.
Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, istriku mulai bersikap buruk
sedikit demi sedikit, hingga hidupku berubah menjadi neraka menurut istilah
bahasa. Dia mulai menyusahkan keluargaku, sengaja menghina mereka, menyambut
mereka dengan dingin, tidak lagi menghiraukan dan memperdulikan
perintah-perintahku , meskipun aku secara bertahap telah menerapkan berbagai
metode dari nasihat hingga omelan, kemudian boikot dan kemarahan. Terkadang
aku terpaksa memukulnya, tetapi dengan semua itu dia tidak peduli, dan tidak
melihat apa pun kecuali dirinya dan keinginannya. Dia juga tidak mengabulkan
hasratku sebagai suaminya dengan sebenar-benarnya kepatuhan. Aku telah
sering berusaha menasihatinya dengan cara yang lebih baik, tetapi tidak ada
gunanya. Sehari dia taat, kemudian kembali seperti sebelumnya. Dia merasa
yakin – seperti yang dia sangka – bahwa aku tidak akan menceraikannya; yang
pertama karena sulitnya untuk menikah lagi, yang kedua karena
ketergantunganku dengan anak-anak. Tiada satu metode pun melainkan telah
kutetapkan terhadapnya, dengan tujuan untuk mengadakan perbaikan; dari mulai
nasihat, ucapan yang lembut, kemarahan hingga boikot.
Tetapi semua itu tiada guna. Pernah aku berpikir untuk memberitahu
keluarganya, namun aku khawatir mereka tidak akan percaya dan berdiam diri
terhadap sifat anak perempuan mereka. Aku bingung dengan urusanku ini dan
hidupku menjadi hitam legam meskipun aku adalah orang yang optimis. Aku
menginginkan bantuan orang lain. Berikan bimbingan kepadaku, apa yang harus
kulakukan? Dulu aku selalu mendoakan kebaikan baginya, tetapi sekarang aku
mendoakan kecelakaan untuknya, karena pada prakteknya dia telah mengubah
hidupku menjadi keputusasaan, kebinasaan dan neraka.
*Jawaban:*
Sehubungan dengan permintaan saran yang anda ajukan, maka anda memberikan
beberapa catatan dari beberapa catatan dari beberapa segi:
Pertama: Semoga Allah membantu anda, karena pada hakikatnya aku merasakan
besarnya rasa sakit dan penderitaan anda. Bagaimana tidak, sementara anda
mengalami hal itu di dalam rumah anda dan bersama istri anda, yang
seharusnya menjadi tempat pelarian anda jika dunia terasa sempit bagi anda
dan bagai tekanan bertumpuk menindih anda, agar anda mendapatkan apa yang
melonggarkan jiwa anda dan membuat anda lupa akan kesedihan anda.
Kedua: Kehidupan itu, hai saudaraku yang mulia – dan kukatakan ini
berdasarkan kenyataan – adalah ujian yang penuh dengan permasalahan dan
hal-hal yang mengganggu. Masalah-masalah keluarga di antara suami-istri
secara khusus tidak terhitung jumlahnya yang disebabkan oleh banyak hal,
baik penyebab sosial. Mental, edukasional, yang kadar kembalinya kepada
perbedaan tingkat kedua belah pihak. Bisa jadi perbedaan dalam masalah ilmu,
status sosial, atau perbedaan kepedulian dan sifat kepribadian, atau faktor
lainnya. Mungkin juga adanya talbis dan godaan setan, baik dari kalangan jin
maupun manusia. Tetapi terkadang ia lenyap sendiri seiring berlalunya waktu.
Sangat diperlukan pemahaman masing-masing pihak mengenal tabiat pasangannya
dan kesediaan mengabaikan beberapa tuntutan yang dilakukan masing-masing
pihak, agar keduanya bisa bertemu bersama di pertengahan jalan, meskipun
menurut kami laki-laki yang memiliki hak kepemimpinannya, pada umumnya
kurang bisa mengabaikan tuntutan-tuntutanny a. Hanya saja, akal dan pemahaman
laki-laki mengenai tabiat wanita serta kekurangannya dalam hal akal dan juga
kekurangan agamanya, membuat dia mampu menutup mata terhadap banyak hal.
Ketiga: Ingatlah, hai saudaraku yang mulia, hadits *al-Musthafa
shalawatullah wa salamuhu alaih*: “Wanita diciptakan dari tulang rusuk yang
paling bengkok,” sampai beliau bersabda, “Dan pecahnya adalah cerainya… “
al-hadits.
Ingat juga bahwa cerai adalah perkara halal yang paling dibenci oleh Allah.
Ingat pula bahwa setan berusaha keras bersama begundal-begundalny a untuk
menyebarkan kerusakan dan kehinaan. Tiada ia merasa gembira dengan suatu
kesenangan yang menyamai kesenangannya ketika seorang lelaki menceraikan
istrinya, seperti yang telah disebutkan dalam hadits sahih. Ingat pula
anak-anak anda yang masih kecil,semoga Allah menjaga keduanya, menshalihkan
keduanya, menjadikan keduanya sebagai simpanan untuk akhirat dan dunia, dan
mencicipkan manisnya kebaktian dan kesalihan keduanya kepada kalian. Karena
itu, pikiran akan perceraian merupakan pilihan yan pahit; jadikan ia terapi
terakhir, karena masih banyak pilihan lainnya, diantaranya adalah poligami.
Keempat: Kejadian antara dia dengan keluarga anda dan kepeduliannya yang
sangat besar kepada keluarganya, serta urusan-urusan lainnya, aku percaya
seringkali terjadi. Hal itu merupakan tanda kekurangan dan sempitnya
pandangan istri anda itu. Seolusianya di sini adalah anda timbang urusan ini
dengan parameter yang teliti, jelas lagi riil.
Perhatikan urusan tersebut, khususnya perlakuan istri anda terhadap keluarga
anda, saudari-saudari anda khusunya, dan anak-anak mereka. Karena aku
khawatir urusan ini dibesar-besarkan dari pihak pembawa ceritanya; dan ini
yang kadang-kadang terjadi. Maka jangan anda timpa kecuali menurut apa yang
anda lihat dengan mata anda. Bila telah terbukti, maka tetapkan hukuman yang
jelas untuk urusan itu; diawalai dengan peringatan, kemudiaan celaan, lalu
boikot.
Kelima: Hai saudaraku yang mulia, anda harus berembug dengan salah satu
orang yang pandai di kalangan keluarganya. Bisa ayahnya, atau salah satu
saudaranya, atau pamannya, atau bibinya, untuk menjelaskan sudut pandang
anda dan menyampaikan pemikiran anda kepada mereka dengan jelas. Tidak
masalah mengadakan pertemuan lagi sesudah pertemuan pertama bersama
kerabatnya itu. Kemudian pada pertemuan ketiga, antara anda, isti anda dan
kerabatnya yang pandai tersebut. Di pertemuan itu, jika kalian berdua saling
mengkritik dan masing-masing dari kalian berdua mengatakan terus terang apa
yang dikehendaki dari pasangannya, agar celah-celah tertutup sempurna dan
hal-hal yang samar menjadi jelas, jika memang ada. Tidak ada larangan
mengulangi pertemuan-pertemuan seperti itu. Jika pertemuan-pertemuan itu
berguna, maka itulah yang kita inginkan. Jika tidak, maka berarti anda telah
mengerahkan semua yang anda mampu, dan meyampaikan uzur atau alas an kepada
keluarganya jika terjadi sesuatu yang ditakutkan -karena takdir Allah-
misalnya perceraian atau hal lainnya. Tetapi aku pesankan kepada anda hai
saudara yang mulia, untuk bersikap adil kepada diri anda semampu anda dan
merenungkan beberapa perkara dari sudut pandang istri anda. Berusahalah, dan
anda tidak akan rugi, dengan izin Allah.
Keenam: Tidak masalah untuk menghadirkan beberapa catatan, buku-buku kecil,
dan kaset-kaset yang mengutarakan hak suami atas istrinya, pentingnya hal
tersebut, dan cara-cara ideal untuk bergaul di antara suami-istri. Letakkan
itu semua di tempat yang mudah diambil oleh semua orang di dalam rumah.
Mudah-mudahan dia mau melihatnya atau mendengarnya, lalu bertepatan dengan
telinganya mau mendengar, atau hatinya mau merenung, sehingga dia
terpengaruh dengan hal-hal itu, dan akhirnya Allah mengadakan sesuatu yang
baru sesudah itu.
Ketujuh: Jangan berputus asa, hai saudaraku yang mulia, untuk berusaha
mengadakan perbaikan; dan jangan berputus asa dari rahmat Allah dan
pertolongan- Nya, karena ini semua adalah takdir anda, maka terimalah dengan
ridha dan harapkan pahal-pahalnya di sisi Allah. Jangan mendoakan keburukan
atas dirinya, namun doakan kebaikan untuknya, dan anda tidak akan rugi
sedikit pun. Jangan pula menganggap terkabulnya doa anda sangat lambat.
Tetapi perbanyaklah doa, carilah waktu-waktu yang mustajab, dan ingatlah
selalu bahwa *Nabiyyul Huda shalawatullah wa salamuhu ‘alaih* pernah dibuat
marah oleh istri-istrinya, dikarenakan peristiwa itu turunlah ayat-ayat
mulia yang akan terus dibaca sampai hari kiamat. Padahal beliau adalah
panutan, sedangkan para istri beliau adalah ummahatul mu’minin (ibunda
orang-orang beriman), sementara generasi beliau adalah sebaik-baik generasi.
Maka bagaimana dengan kita yang ada di masa kini, berusaha menggapai derajat
tersebut?
Kedelapan: Berusahalah, hai saudaraku yang mulia untuk melihat segi-segi
positif pada diri istri anda. Barangkali hal itu bisa meringankan beberapa
hal yang anda derita. Semoga Allah memberi anda taufik dan meluruskan
langkah anda di atas jalan kebaikan
Sumber: *Setiap Problem Suami-Istri Ada Solusinya, Solusi atas 500 Problem
Istri dan 300 Problem Suami oleh Sekelompok Ulama: Syaikhul Islam Ibn
Taimiyah, Syaikh bin Baz, Syaikh Muhammad bin Ibrahim, Syaikh Abdullah bin
Utsaimin, Syaikh Abdullah bin Jibrin dll*, Mitra Pustaka, 2008
Dipublikasikan oleh: KonsultasiSyariah. Com <http://konsultasisy ariah.com/>
Disalin dari:
http://konsultasisy ariah.com/ fikih/pernikahan /rumah-tangga/ rumahku-telah- berubah-menjadi- neraka.html
Muslims in Europe
| ||||||
Langganan:
Komentar (Atom)
