Masjid yang menanti Anda ...

PEMBANGUNAN MASJID & PESANTREN

Masjid dan pesantren 2010 Masjid di Jurang jero, Sadan, Kebumen, Jawa Tengah Masjid diKemalang, Klaten, Jawa Tengah Masjid di Jurug, Pan...

Rumahku Telah Berubah Menjadi Neraka

http://konsultasisyariah.com/*Pertanyaan: *

Aku adalah seorang pemuda yang telah menikah, dan Alhamdulillah aku
mempunyai beberapa anak. Dulu aku sangat ingin memilih istri yang berakhlak
dan beragama. Sehingga aku pun menikah dengan seorang wanita dari keluarga
mulia. Hubungan kami pada bulan-bulan pertama dibangun di atas saling
menghormati.

Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, istriku mulai bersikap buruk
sedikit demi sedikit, hingga hidupku berubah menjadi neraka menurut istilah
bahasa. Dia mulai menyusahkan keluargaku, sengaja menghina mereka, menyambut
mereka dengan dingin, tidak lagi menghiraukan dan memperdulikan
perintah-perintahku , meskipun aku secara bertahap telah menerapkan berbagai
metode dari nasihat hingga omelan, kemudian boikot dan kemarahan. Terkadang
aku terpaksa memukulnya, tetapi dengan semua itu dia tidak peduli, dan tidak
melihat apa pun kecuali dirinya dan keinginannya. Dia juga tidak mengabulkan
hasratku sebagai suaminya dengan sebenar-benarnya kepatuhan. Aku telah
sering berusaha menasihatinya dengan cara yang lebih baik, tetapi tidak ada
gunanya. Sehari dia taat, kemudian kembali seperti sebelumnya. Dia merasa
yakin – seperti yang dia sangka – bahwa aku tidak akan menceraikannya; yang
pertama karena sulitnya untuk menikah lagi, yang kedua karena
ketergantunganku dengan anak-anak. Tiada satu metode pun melainkan telah
kutetapkan terhadapnya, dengan tujuan untuk mengadakan perbaikan; dari mulai
nasihat, ucapan yang lembut, kemarahan hingga boikot.

Tetapi semua itu tiada guna. Pernah aku berpikir untuk memberitahu
keluarganya, namun aku khawatir mereka tidak akan percaya dan berdiam diri
terhadap sifat anak perempuan mereka. Aku bingung dengan urusanku ini dan
hidupku menjadi hitam legam meskipun aku adalah orang yang optimis. Aku
menginginkan bantuan orang lain. Berikan bimbingan kepadaku, apa yang harus
kulakukan? Dulu aku selalu mendoakan kebaikan baginya, tetapi sekarang aku
mendoakan kecelakaan untuknya, karena pada prakteknya dia telah mengubah
hidupku menjadi keputusasaan, kebinasaan dan neraka.

*Jawaban:*

Sehubungan dengan permintaan saran yang anda ajukan, maka anda memberikan
beberapa catatan dari beberapa catatan dari beberapa segi:

Pertama: Semoga Allah membantu anda, karena pada hakikatnya aku merasakan
besarnya rasa sakit dan penderitaan anda. Bagaimana tidak, sementara anda
mengalami hal itu di dalam rumah anda dan bersama istri anda, yang
seharusnya menjadi tempat pelarian anda jika dunia terasa sempit bagi anda
dan bagai tekanan bertumpuk menindih anda, agar anda mendapatkan apa yang
melonggarkan jiwa anda dan membuat anda lupa akan kesedihan anda.

Kedua: Kehidupan itu, hai saudaraku yang mulia – dan kukatakan ini
berdasarkan kenyataan – adalah ujian yang penuh dengan permasalahan dan
hal-hal yang mengganggu. Masalah-masalah keluarga di antara suami-istri
secara khusus tidak terhitung jumlahnya yang disebabkan oleh banyak hal,
baik penyebab sosial. Mental, edukasional, yang kadar kembalinya kepada
perbedaan tingkat kedua belah pihak. Bisa jadi perbedaan dalam masalah ilmu,
status sosial, atau perbedaan kepedulian dan sifat kepribadian, atau faktor
lainnya. Mungkin juga adanya talbis dan godaan setan, baik dari kalangan jin
maupun manusia. Tetapi terkadang ia lenyap sendiri seiring berlalunya waktu.

Sangat diperlukan pemahaman masing-masing pihak mengenal tabiat pasangannya
dan kesediaan mengabaikan beberapa tuntutan yang dilakukan masing-masing
pihak, agar keduanya bisa bertemu bersama di pertengahan jalan, meskipun
menurut kami laki-laki yang memiliki hak kepemimpinannya, pada umumnya
kurang bisa mengabaikan tuntutan-tuntutanny a. Hanya saja, akal dan pemahaman
laki-laki mengenai tabiat wanita serta kekurangannya dalam hal akal dan juga
kekurangan agamanya, membuat dia mampu menutup mata terhadap banyak hal.

Ketiga: Ingatlah, hai saudaraku yang mulia, hadits *al-Musthafa
shalawatullah wa salamuhu alaih*: “Wanita diciptakan dari tulang rusuk yang
paling bengkok,” sampai beliau bersabda, “Dan pecahnya adalah cerainya… “
al-hadits.

Ingat juga bahwa cerai adalah perkara halal yang paling dibenci oleh Allah.
Ingat pula bahwa setan berusaha keras bersama begundal-begundalny a untuk
menyebarkan kerusakan dan kehinaan. Tiada ia merasa gembira dengan suatu
kesenangan yang menyamai kesenangannya ketika seorang lelaki menceraikan
istrinya, seperti yang telah disebutkan dalam hadits sahih. Ingat pula
anak-anak anda yang masih kecil,semoga Allah menjaga keduanya, menshalihkan
keduanya, menjadikan keduanya sebagai simpanan untuk akhirat dan dunia, dan
mencicipkan manisnya kebaktian dan kesalihan keduanya kepada kalian. Karena
itu, pikiran akan perceraian merupakan pilihan yan pahit; jadikan ia terapi
terakhir, karena masih banyak pilihan lainnya, diantaranya adalah poligami.

Keempat: Kejadian antara dia dengan keluarga anda dan kepeduliannya yang
sangat besar kepada keluarganya, serta urusan-urusan lainnya, aku percaya
seringkali terjadi. Hal itu merupakan tanda kekurangan dan sempitnya
pandangan istri anda itu. Seolusianya di sini adalah anda timbang urusan ini
dengan parameter yang teliti, jelas lagi riil.

Perhatikan urusan tersebut, khususnya perlakuan istri anda terhadap keluarga
anda, saudari-saudari anda khusunya, dan anak-anak mereka. Karena aku
khawatir urusan ini dibesar-besarkan dari pihak pembawa ceritanya; dan ini
yang kadang-kadang terjadi. Maka jangan anda timpa kecuali menurut apa yang
anda lihat dengan mata anda. Bila telah terbukti, maka tetapkan hukuman yang
jelas untuk urusan itu; diawalai dengan peringatan, kemudiaan celaan, lalu
boikot.

Kelima: Hai saudaraku yang mulia, anda harus berembug dengan salah satu
orang yang pandai di kalangan keluarganya. Bisa ayahnya, atau salah satu
saudaranya, atau pamannya, atau bibinya, untuk menjelaskan sudut pandang
anda dan menyampaikan pemikiran anda kepada mereka dengan jelas. Tidak
masalah mengadakan pertemuan lagi sesudah pertemuan pertama bersama
kerabatnya itu. Kemudian pada pertemuan ketiga, antara anda, isti anda dan
kerabatnya yang pandai tersebut. Di pertemuan itu, jika kalian berdua saling
mengkritik dan masing-masing dari kalian berdua mengatakan terus terang apa
yang dikehendaki dari pasangannya, agar celah-celah tertutup sempurna dan
hal-hal yang samar menjadi jelas, jika memang ada. Tidak ada larangan
mengulangi pertemuan-pertemuan seperti itu. Jika pertemuan-pertemuan itu
berguna, maka itulah yang kita inginkan. Jika tidak, maka berarti anda telah
mengerahkan semua yang anda mampu, dan meyampaikan uzur atau alas an kepada
keluarganya jika terjadi sesuatu yang ditakutkan -karena takdir Allah-
misalnya perceraian atau hal lainnya. Tetapi aku pesankan kepada anda hai
saudara yang mulia, untuk bersikap adil kepada diri anda semampu anda dan
merenungkan beberapa perkara dari sudut pandang istri anda. Berusahalah, dan
anda tidak akan rugi, dengan izin Allah.

Keenam: Tidak masalah untuk menghadirkan beberapa catatan, buku-buku kecil,
dan kaset-kaset yang mengutarakan hak suami atas istrinya, pentingnya hal
tersebut, dan cara-cara ideal untuk bergaul di antara suami-istri. Letakkan
itu semua di tempat yang mudah diambil oleh semua orang di dalam rumah.

Mudah-mudahan dia mau melihatnya atau mendengarnya, lalu bertepatan dengan
telinganya mau mendengar, atau hatinya mau merenung, sehingga dia
terpengaruh dengan hal-hal itu, dan akhirnya Allah mengadakan sesuatu yang
baru sesudah itu.

Ketujuh: Jangan berputus asa, hai saudaraku yang mulia, untuk berusaha
mengadakan perbaikan; dan jangan berputus asa dari rahmat Allah dan
pertolongan- Nya, karena ini semua adalah takdir anda, maka terimalah dengan
ridha dan harapkan pahal-pahalnya di sisi Allah. Jangan mendoakan keburukan
atas dirinya, namun doakan kebaikan untuknya, dan anda tidak akan rugi
sedikit pun. Jangan pula menganggap terkabulnya doa anda sangat lambat.
Tetapi perbanyaklah doa, carilah waktu-waktu yang mustajab, dan ingatlah
selalu bahwa *Nabiyyul Huda shalawatullah wa salamuhu ‘alaih* pernah dibuat
marah oleh istri-istrinya, dikarenakan peristiwa itu turunlah ayat-ayat
mulia yang akan terus dibaca sampai hari kiamat. Padahal beliau adalah
panutan, sedangkan para istri beliau adalah ummahatul mu’minin (ibunda
orang-orang beriman), sementara generasi beliau adalah sebaik-baik generasi.
Maka bagaimana dengan kita yang ada di masa kini, berusaha menggapai derajat
tersebut?

Kedelapan: Berusahalah, hai saudaraku yang mulia untuk melihat segi-segi
positif pada diri istri anda. Barangkali hal itu bisa meringankan beberapa
hal yang anda derita. Semoga Allah memberi anda taufik dan meluruskan
langkah anda di atas jalan kebaikan

Sumber: *Setiap Problem Suami-Istri Ada Solusinya, Solusi atas 500 Problem
Istri dan 300 Problem Suami oleh Sekelompok Ulama: Syaikhul Islam Ibn
Taimiyah, Syaikh bin Baz, Syaikh Muhammad bin Ibrahim, Syaikh Abdullah bin
Utsaimin, Syaikh Abdullah bin Jibrin dll*, Mitra Pustaka, 2008

Dipublikasikan oleh: KonsultasiSyariah. Com <http://konsultasisy ariah.com/>

Disalin dari:
http://konsultasisy ariah.com/ fikih/pernikahan /rumah-tangga/ rumahku-telah- berubah-menjadi- neraka.html

Rumahku Telah Berubah Menjadi Neraka

http://konsultasisyariah.com/*Pertanyaan: *

Aku adalah seorang pemuda yang telah menikah, dan Alhamdulillah aku
mempunyai beberapa anak. Dulu aku sangat ingin memilih istri yang berakhlak
dan beragama. Sehingga aku pun menikah dengan seorang wanita dari keluarga
mulia. Hubungan kami pada bulan-bulan pertama dibangun di atas saling
menghormati.

Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, istriku mulai bersikap buruk
sedikit demi sedikit, hingga hidupku berubah menjadi neraka menurut istilah
bahasa. Dia mulai menyusahkan keluargaku, sengaja menghina mereka, menyambut
mereka dengan dingin, tidak lagi menghiraukan dan memperdulikan
perintah-perintahku , meskipun aku secara bertahap telah menerapkan berbagai
metode dari nasihat hingga omelan, kemudian boikot dan kemarahan. Terkadang
aku terpaksa memukulnya, tetapi dengan semua itu dia tidak peduli, dan tidak
melihat apa pun kecuali dirinya dan keinginannya. Dia juga tidak mengabulkan
hasratku sebagai suaminya dengan sebenar-benarnya kepatuhan. Aku telah
sering berusaha menasihatinya dengan cara yang lebih baik, tetapi tidak ada
gunanya. Sehari dia taat, kemudian kembali seperti sebelumnya. Dia merasa
yakin – seperti yang dia sangka – bahwa aku tidak akan menceraikannya; yang
pertama karena sulitnya untuk menikah lagi, yang kedua karena
ketergantunganku dengan anak-anak. Tiada satu metode pun melainkan telah
kutetapkan terhadapnya, dengan tujuan untuk mengadakan perbaikan; dari mulai
nasihat, ucapan yang lembut, kemarahan hingga boikot.

Tetapi semua itu tiada guna. Pernah aku berpikir untuk memberitahu
keluarganya, namun aku khawatir mereka tidak akan percaya dan berdiam diri
terhadap sifat anak perempuan mereka. Aku bingung dengan urusanku ini dan
hidupku menjadi hitam legam meskipun aku adalah orang yang optimis. Aku
menginginkan bantuan orang lain. Berikan bimbingan kepadaku, apa yang harus
kulakukan? Dulu aku selalu mendoakan kebaikan baginya, tetapi sekarang aku
mendoakan kecelakaan untuknya, karena pada prakteknya dia telah mengubah
hidupku menjadi keputusasaan, kebinasaan dan neraka.

*Jawaban:*

Sehubungan dengan permintaan saran yang anda ajukan, maka anda memberikan
beberapa catatan dari beberapa catatan dari beberapa segi:

Pertama: Semoga Allah membantu anda, karena pada hakikatnya aku merasakan
besarnya rasa sakit dan penderitaan anda. Bagaimana tidak, sementara anda
mengalami hal itu di dalam rumah anda dan bersama istri anda, yang
seharusnya menjadi tempat pelarian anda jika dunia terasa sempit bagi anda
dan bagai tekanan bertumpuk menindih anda, agar anda mendapatkan apa yang
melonggarkan jiwa anda dan membuat anda lupa akan kesedihan anda.

Kedua: Kehidupan itu, hai saudaraku yang mulia – dan kukatakan ini
berdasarkan kenyataan – adalah ujian yang penuh dengan permasalahan dan
hal-hal yang mengganggu. Masalah-masalah keluarga di antara suami-istri
secara khusus tidak terhitung jumlahnya yang disebabkan oleh banyak hal,
baik penyebab sosial. Mental, edukasional, yang kadar kembalinya kepada
perbedaan tingkat kedua belah pihak. Bisa jadi perbedaan dalam masalah ilmu,
status sosial, atau perbedaan kepedulian dan sifat kepribadian, atau faktor
lainnya. Mungkin juga adanya talbis dan godaan setan, baik dari kalangan jin
maupun manusia. Tetapi terkadang ia lenyap sendiri seiring berlalunya waktu.

Sangat diperlukan pemahaman masing-masing pihak mengenal tabiat pasangannya
dan kesediaan mengabaikan beberapa tuntutan yang dilakukan masing-masing
pihak, agar keduanya bisa bertemu bersama di pertengahan jalan, meskipun
menurut kami laki-laki yang memiliki hak kepemimpinannya, pada umumnya
kurang bisa mengabaikan tuntutan-tuntutanny a. Hanya saja, akal dan pemahaman
laki-laki mengenai tabiat wanita serta kekurangannya dalam hal akal dan juga
kekurangan agamanya, membuat dia mampu menutup mata terhadap banyak hal.

Ketiga: Ingatlah, hai saudaraku yang mulia, hadits *al-Musthafa
shalawatullah wa salamuhu alaih*: “Wanita diciptakan dari tulang rusuk yang
paling bengkok,” sampai beliau bersabda, “Dan pecahnya adalah cerainya… “
al-hadits.

Ingat juga bahwa cerai adalah perkara halal yang paling dibenci oleh Allah.
Ingat pula bahwa setan berusaha keras bersama begundal-begundalny a untuk
menyebarkan kerusakan dan kehinaan. Tiada ia merasa gembira dengan suatu
kesenangan yang menyamai kesenangannya ketika seorang lelaki menceraikan
istrinya, seperti yang telah disebutkan dalam hadits sahih. Ingat pula
anak-anak anda yang masih kecil,semoga Allah menjaga keduanya, menshalihkan
keduanya, menjadikan keduanya sebagai simpanan untuk akhirat dan dunia, dan
mencicipkan manisnya kebaktian dan kesalihan keduanya kepada kalian. Karena
itu, pikiran akan perceraian merupakan pilihan yan pahit; jadikan ia terapi
terakhir, karena masih banyak pilihan lainnya, diantaranya adalah poligami.

Keempat: Kejadian antara dia dengan keluarga anda dan kepeduliannya yang
sangat besar kepada keluarganya, serta urusan-urusan lainnya, aku percaya
seringkali terjadi. Hal itu merupakan tanda kekurangan dan sempitnya
pandangan istri anda itu. Seolusianya di sini adalah anda timbang urusan ini
dengan parameter yang teliti, jelas lagi riil.

Perhatikan urusan tersebut, khususnya perlakuan istri anda terhadap keluarga
anda, saudari-saudari anda khusunya, dan anak-anak mereka. Karena aku
khawatir urusan ini dibesar-besarkan dari pihak pembawa ceritanya; dan ini
yang kadang-kadang terjadi. Maka jangan anda timpa kecuali menurut apa yang
anda lihat dengan mata anda. Bila telah terbukti, maka tetapkan hukuman yang
jelas untuk urusan itu; diawalai dengan peringatan, kemudiaan celaan, lalu
boikot.

Kelima: Hai saudaraku yang mulia, anda harus berembug dengan salah satu
orang yang pandai di kalangan keluarganya. Bisa ayahnya, atau salah satu
saudaranya, atau pamannya, atau bibinya, untuk menjelaskan sudut pandang
anda dan menyampaikan pemikiran anda kepada mereka dengan jelas. Tidak
masalah mengadakan pertemuan lagi sesudah pertemuan pertama bersama
kerabatnya itu. Kemudian pada pertemuan ketiga, antara anda, isti anda dan
kerabatnya yang pandai tersebut. Di pertemuan itu, jika kalian berdua saling
mengkritik dan masing-masing dari kalian berdua mengatakan terus terang apa
yang dikehendaki dari pasangannya, agar celah-celah tertutup sempurna dan
hal-hal yang samar menjadi jelas, jika memang ada. Tidak ada larangan
mengulangi pertemuan-pertemuan seperti itu. Jika pertemuan-pertemuan itu
berguna, maka itulah yang kita inginkan. Jika tidak, maka berarti anda telah
mengerahkan semua yang anda mampu, dan meyampaikan uzur atau alas an kepada
keluarganya jika terjadi sesuatu yang ditakutkan -karena takdir Allah-
misalnya perceraian atau hal lainnya. Tetapi aku pesankan kepada anda hai
saudara yang mulia, untuk bersikap adil kepada diri anda semampu anda dan
merenungkan beberapa perkara dari sudut pandang istri anda. Berusahalah, dan
anda tidak akan rugi, dengan izin Allah.

Keenam: Tidak masalah untuk menghadirkan beberapa catatan, buku-buku kecil,
dan kaset-kaset yang mengutarakan hak suami atas istrinya, pentingnya hal
tersebut, dan cara-cara ideal untuk bergaul di antara suami-istri. Letakkan
itu semua di tempat yang mudah diambil oleh semua orang di dalam rumah.

Mudah-mudahan dia mau melihatnya atau mendengarnya, lalu bertepatan dengan
telinganya mau mendengar, atau hatinya mau merenung, sehingga dia
terpengaruh dengan hal-hal itu, dan akhirnya Allah mengadakan sesuatu yang
baru sesudah itu.

Ketujuh: Jangan berputus asa, hai saudaraku yang mulia, untuk berusaha
mengadakan perbaikan; dan jangan berputus asa dari rahmat Allah dan
pertolongan- Nya, karena ini semua adalah takdir anda, maka terimalah dengan
ridha dan harapkan pahal-pahalnya di sisi Allah. Jangan mendoakan keburukan
atas dirinya, namun doakan kebaikan untuknya, dan anda tidak akan rugi
sedikit pun. Jangan pula menganggap terkabulnya doa anda sangat lambat.
Tetapi perbanyaklah doa, carilah waktu-waktu yang mustajab, dan ingatlah
selalu bahwa *Nabiyyul Huda shalawatullah wa salamuhu ‘alaih* pernah dibuat
marah oleh istri-istrinya, dikarenakan peristiwa itu turunlah ayat-ayat
mulia yang akan terus dibaca sampai hari kiamat. Padahal beliau adalah
panutan, sedangkan para istri beliau adalah ummahatul mu’minin (ibunda
orang-orang beriman), sementara generasi beliau adalah sebaik-baik generasi.
Maka bagaimana dengan kita yang ada di masa kini, berusaha menggapai derajat
tersebut?

Kedelapan: Berusahalah, hai saudaraku yang mulia untuk melihat segi-segi
positif pada diri istri anda. Barangkali hal itu bisa meringankan beberapa
hal yang anda derita. Semoga Allah memberi anda taufik dan meluruskan
langkah anda di atas jalan kebaikan

Sumber: *Setiap Problem Suami-Istri Ada Solusinya, Solusi atas 500 Problem
Istri dan 300 Problem Suami oleh Sekelompok Ulama: Syaikhul Islam Ibn
Taimiyah, Syaikh bin Baz, Syaikh Muhammad bin Ibrahim, Syaikh Abdullah bin
Utsaimin, Syaikh Abdullah bin Jibrin dll*, Mitra Pustaka, 2008

Dipublikasikan oleh: KonsultasiSyariah. Com <http://konsultasisy ariah.com/>

Disalin dari:
http://konsultasisy ariah.com/ fikih/pernikahan /rumah-tangga/ rumahku-telah- berubah-menjadi- neraka.html